Beberapa bulan sudah terlewati sejak peristiwa ATTACK Game.
Tidak banyak yang berubah. Hanya saja, beberapa teman mereka sudah tidak ada bersama mereka.
Hal lain, mereka semua sudah naik kelas.
"Gue udah kelas 3 SMA aja. Cepet banget," kata Haechan.
Hari itu mereka bertiga, Guanlin, Haechan, dan Heejin, berkumpul di rumah Guanlin. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi mereka untuk berkumpul di rumah Guanlin.
Bahkan tak jarang mereka menginap di rumah Guanlin, mengingat orangtua mereka—bisa dibilang—sibuk. Tapi, hal itu justru membuat orangtua mereka senang. Setidaknya, anaknya memiliki teman selama mereka bekerja.
Selain itu, rumah Guanlin memiliki kenangan tersendiri bagi mereka bertiga.
"Bukan lo doang yang naik kelas chan, kita juga," kata Guanlin sambil meminum air putih dari gelasnya.
Hari itupun, Heejin dan Haechan akan menginap di rumah Guanlin. Lagipula ini libur kenaikan kelas.
"Iya iya. Eh itu film nya dah selesai. Ganti yang lain dong,"
Heejin tanpa basa-basi langsung mengganti film yang mereka tonton.
"Film apa?"
Heejin mengangkat bahunya, "Tauk dah nggak liat judulnya. Random aja milihnya,"
Fokus mereka tertuju pada televisi hologram di depan mereka. Sekarang layar itu masih menunjukkan bagian intro dari film.
Beberapa saat kemudian, mereka bertiga merasa ada yang aneh dari layar hologram itu.
"Guan, tivi hologram lo rusak?" tanya Haechan.
Guanlin menggeleng, "Nggak tuh. Setiap dua minggu gue ganti baru kok,"
"Sialan," gumam Haechan pelan.
Heejin beranjak dari duduknya dan menghampiri proyektor kecil televisi hologram itu. Ia mematikan dan menyalakan layar itu secara manual berkali-kali, tapi tak ada yang berubah. Layar hologram itu masih menampilkan gambar dengan glitch.
"Sinyalnya kalik," kata Haechan.
"Sori chan, tivi hologram gue udah nggak pake sinyal," jawab Guanlin sombong yang membuat Haechan langsung menerkam Guanlin.
Sedangkan Heejin masih sibuk mengutak-atik televisi hologram itu. Karena tidak membuahkan hasil, Heejin memutuskan untuk mematikan televisi hologram itu dan kembali ke tempat duduknya.
"Lho? Kok dimatiin jin?" tanya Haechan yang masih mengacungkan tinjunya pada Guanlin.
"Serah gue lah!" kata Heejin sambil mengambil ponsel Guanlin dan menyalakannya.
Haechan dan Guanlin saling tatap satu sama lain, "Heejin kenape sih? Lagi pms yak?" bisik Haechan.
Guanlin mengangguk pelan, "Iya kalik. Hari ini sensi banget,"
"Bisik-bisiknya kurang kenceng," sindir Heejin sambil menonton film lewat ponsel Guanlin.
Sedangkan Haechan dan Guanlin bergidik ngeri. Ternyata perempuan yang sedang 'kedatangan tamu' itu benar-benar menakutkan.
Bzzzt... Zzzt...
"Chan lu tidur?" tanya Guanlin.
"Hah? Maksud lo?"
Guanlin menatap Haechan yang jelas-jelas masih membuka matanya, "Lhah barusan yang ngorok sapa dah?"
"Apasih lin orang nggak ada suara ngorok! Jangan nakutin dah lo!" ujar Haechan parno.
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔
Fanfiction[红] Second Book of ATTACK's Series "There always be a second chance. Can we save them?" Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini? (...
![[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔](https://img.wattpad.com/cover/211037113-64-k135724.jpg)