[红] Second Book of ATTACK's Series
"There always be a second chance. Can we save them?"
Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini?
(...
Setelah mendapat panggilan dari Hoshi, Nakyung yang tadinya sedang membaca buku di ruangan mereka berlima, segera berlari ke ruangan divisi Guardian.
Beruntung 3 anggota utama Guardian berada di ruangan itu.
"Perhatian semuanya!"
Semua orang yang berada di ruangan itu langsung memusatkan perhatian pada Nakyung.
"Divisi Informant sudah mendapat posisi sementara dimana dua anggota divisi Explorer menghilang. Kita harus langsung turun ke sana. Bersiaplah dan kita akan pergi dengan teleportation system,"
Kemudian Nakyung langsung berlari keluar dan pergi menuju ruangan divisi Hunter. Seketika bau darah langsung menusuk hidungnya. Nakyung meringis, kadang ia heran kenapa anggota Hunter bisa betah berada di ruangan itu.
"Jennie!" panggil Nakyung.
Merasa terpanggil, orang itu mengalihkan fokusnya dari kegiatan memotong babi hutan di depannya.
"Oh Nakyung. Ada apa?" tanyanya sambil berjalan mendekati Nakyung.
Nakyung sedikit bergidik melihat tangan Jennie yang dipenuhi darah hewan tadi. Menyadari hal itu, Jennie terkekeh pelan dan pergi mencuci tangannya lebih dahulu.
Kemudian ia mengangkat tangannya yang sudah bersih, "Lebih baik?"
Jennie menggeleng, "Maaf. Sistem komunikasi ku non-aktifkan tadi. Hari ini kita mendapat cukup banyak hewan buruan,"
"Ah pantas saja. Tapi, lebih baik sekarang kau dan anggotamu segera bersiap-siap. Informant sudah mendapat posisi dua Explorer yang hilang itu,"
"Benarkah? Syukurlah. Baik, aku dan yang lain akan menyusul,"
"Langsung ke ruangan divisi Healer ya!" seru Nakyung seraya menjauh dari ruangan Hunter.
"Gowon sama Heejin. Semoga mereka nggak kenapa-napa," gumam Nakyung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nnghh..."
Hal pertama yang Heejin rasakan adalah rasa sakit di seluruh tubuhnya. Ingin rasanya tetap memejamkan mata, tapi ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh tangan kirinya.
"Aww..." rintih Heejin pelan.
"Tahan sebentar. Jika tidak diobati bisa infeksi,"
Heejin mengernyitkan dahinya, "S-siapa kau? Kau tidak berniat jahat padaku kan?" tanya Heejin sambil berusaha menjauhkan tangannya dari orang itu.
Tapi, orang itu menahan tangan Heejin pelan, "Kau tidak lihat aku sedang menyembuhkanmu?"
Heejin pun terdiam. Menunggu hingga orang itu selesai dengan urusan menyembuhkan tangannya.