[红] Second Book of ATTACK's Series
"There always be a second chance. Can we save them?"
Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini?
(...
Setelah menunggu selama beberapa saat, akhirnya 100 ATCKers sudah berkumpul di lobby. Beberapa duduk di lantai, ada juga yang duduk di tangga, atau berdiri.
Taeyong berdiri di menghadap ke semua ATCKers yang ada di situ. Seketika semuanya terdiam, menghargai salah satu leader mereka yang hendak bicara. Sebenarnya itu sudah komitmen mereka untuk selalu mendengarkan siapapun yang hendak bicara, tidak peduli apa posisinya.
"Maaf karena harus memanggil kalian secara mendadak seperti ini. Tapi, masalah kali ini benar-benar penting," kata Taeyong membuka kalimatnya.
Kemudian lelaki itu mengulurkan tangannya ke arah Namjoon. Dengan segera, Namjoon menyodorkan sebuah kertas putih yang dilipat-lipat.
Taeyong membuka lipatan itu dan mengangkatnya supaya semua bisa melihat kertas di tangannya itu.
Setelah mengangkatnya beberapa saat, Taeyong mulai membaca tulisan yang ada di kertas itu.
"30 years isn't a short time. And we all know about that. But, 3 days is the shortest time for you to prepare the final game."
Ketika Taeyong selesai membaca tulisan itu, semua langsung saling bicara satu sama lain. Tentunya mereka sudah tahu jelas maksud dari tulisan itu.
Hari itu akan tiba. Penantian mereka akan terbayar di hari itu. Hari dimana mereka akan menyelesaikan game ini.
Taeyong menjetikkan jarinya sekali untuk menenangkan mereka semua, "Ok... Sepertinya kalian semua sudah paham maksud tulisan ini,"
Kemudian Taeyong menatap Namjoon yang berdiri tak jauh darinya dan memberi kode pada Namjoon untuk melanjutkan kalimatnya.
"Mulai hari ini hingga 2 hari ke depan semua tugas rutin divisi akan dihentikan, pengecualian divisi Healer dan Hunter. Tapi, jika tiap divisi masih ingin melaksanakan tugas biasa, diperbolehkan asalkan diluar jadwal latihan," jelas Namjoon.
Ketika mendengar kata 'latihan', semua kembali ribut. Apa ini latihan untuk mempersiapkan final game itu?
Taeyong menjentikkan jarinya lagi untuk menghentikan suara-suara dan kembali menatap Namjoon untuk melanjutkan kalimatnya.
"Latihan terdiri dari 3 tahap. Tahap 1 dilaksanakan hari ini. Akan dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 20 orang. Kalian bisa datang kapan saja, selagi masih ada tempat sisa. Latihan tahap 1 akan dipimpin oleh divisi Guardian, karena latihan hari ini seputar pertahanan diri dan penggunaan senjata,"
"Tahap 2 akan dilaksanakan besok. Dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dengan divisi Healer, untuk latihan pertolongan pertama pada yang terluka,"
"Sesi kedua, latihan per divisi sesuai dengan tugas masing-masing. Karena kemampuan tiap divisi tetap dibutuhkan,"
"Dan tahap 3, latihan terakhir sebelum final game ini. Di latihan ini kita melakukannya dengan cara—menyerang satu sama lain,"
Semuanya saling pandang kebingungan. Kenapa mereka berlatih dengan cara menyerang satu sama lain?
Taeyong menepuk tangannya satu kali, "Kurasa itu saja. Bersiap-siaplah. Latihan tahap 1 akan dimulai 2 jam lagi,"
Kemudian Taeyong dan Namjoon pergi dari lobby, disusul dengan semua ATCKers yang mulai menyebar dengan argumen mereka masing-masing tentang final game ini.
Tapi, ada 2 orang yang masih berdiam di tempat mereka. Mereka jelas tahu maksud dari latihan tahap 3.
Heejin yang duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya, menoleh ke belakang dan langsung bertatapan dengan Gowon. Perempuan itu menyandarkan tubuhnya pada dinding dengan tangan terlipat di depan dada.
Mereka saling tatap untuk beberapa saat. Heejin melihat mata Gowon sedikit berkilat-kilat.
"They must practice to hurt their own friends right?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Update yeyy~
Btw, kalian masih libur kah? Biasanya ngapain biar nggak membusuk pas liburan :"v kasih ide dong
Author mau maraton nonton Harry Potter tapi baru punya sampe seri kedua huhu :")