[红] Second Book of ATTACK's Series
"There always be a second chance. Can we save them?"
Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini?
(...
Dengan teleportation system, mereka semua bisa kembali ke Central dalam waktu singkat.
Heejin dan Gowon segera dibaringkan di atas kasur yang ada di ruangan Healer. Meskipun Gowon menolak untuk tiduran dan memilih untuk tetap duduk. Yang lain memilih untuk keluar dari ruangan bau obat dan ramuan itu.
"Heejin? Kau baik-baik saja?" tanya Somi.
Heejin mendecak pelan, "Apa aku terlihat seperti baik-baik saja?"
Pasalnya, Heejin masih sedikit kesal pada perempuan itu, mengingat insiden penyembuhan Nakyung di game pertama.
"Aku hanya basa-basi kau tahu," balas Somi sambil terkekeh pelan.
Heejin tidak membalas perkataan Somi dan membiarkan perempuan itu mengecek keadannya dengan kekuatan Clairvoyancenya.
Ketika warna putih dari mata Somi mulai memudar, Heejin bisa melihat perubahan dari raut wajahnya.
"Kau bertemu seseorang?" tanya Somi sedikit tercekat.
Heejin melirik ke arah Gowon di sampingnya, yang ternyata juga balas menatapnya.
"Ingat, orang tadi meminta kita untuk tidak memberitahu tentang mereka pada yang lain. Buatlah alasan seadanya," kata Gowon melalui telepatinya.
"Tidak. Mungkin kau salah lihat," jawab Heejin.
Somi mengernyit, tampak tidak setuju dengan perkataan Heejin. Kemudian Somi menutup matanya dan mengarahkan telapak tangannya pada kepala Heejin.
Cahaya abu-abu tampak keluar dari kepala Heejin, seakan terserap oleh tangan Somi. Semakin lama warnanya semakin jernih dan akhirnya menjadi putih.
Heejin pun mulai menyadari kalau rasa sakitnya berangsur-angsur menghilang. Disusul dengan luka-luka di seluruh tubuhnya yang ikut menghilang.
Beberapa saat kemudian, Somi kembali membuka matanya. Meninggalkan sedikit jejak warna putih di matanya, sebelum kembali seperti semula.
"Kau menyembuhkan lukanya?" tanya Heejin.
Somi mengangguk, "Tenang saja. Aku akan meletakkannya ke dalam tabung kimia,"
"Tabung kimia? Semua luka dan rasa sakitnya?"
Somi mengangguk, "Bisa kita kembangkan sebagai senjata biologis nantinya,"
Heejin tampak sedikit lega sekaligus kagum mendengar perkataan Somi. Ia bangkit dari posisi tidurnya. Heejin menggerak-gerakkan tangannya dan tersenyum tipis. Sama sekali tidak sakit.
"Kalau sudah merasa lebih baik, kalian bisa keluar dari sini,"
"Kau mengusir kami?" tanya Gowon dengan nada bercanda.
Somi mengangguk, "Aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi," katanya yang disusul dengan tawa.
"Alright, thanks for your help Jeon Somi. See ya later,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.