"Karena kita kehilangan satu jeep, jadi tidak semua ikut pada pencarian hari ini. Sisanya akan tetap di sini menjaga tenda,"
Yang lain mengangguk setuju mendengar perkataan Guanlin.
"Mark, Heejin, Yeji, Chaewon. Kalian tetap di sini saja. Jeongin dan Gowon, kalian jaga mereka di sini," lanjut Guanlin.
"Haechan bawa mereka ke tempat kemarin. Koordinatnya sudah kusimpan di jeep," pesan Gowon.
Haechan mengangguk, "Makasih won,"
"Ayo! Kita berangkat sekarang,"
Tak lama kemudian, kedua jeep itu sudah berjalan membelah gurun pasir yang panas itu.
Haechan dengan jeepnya berjalan di depan dan Guanlin yang mengendarai jeep milik Gowon, mengikuti di belakang.
"Waktu itu kau juga ikut pencarian di sini kan?" tanya Nancy pada Haechan.
Haechan mengangguk, "Iya. Tapi itu serem sih. Ular deriknya banyak banget. Bener-bener nggak tau bakal ada ular derik, sampe akhirnya si Han—"
"Ya ya ya. Aku tahu. Aku dengar ceritanya dari Yeji," potong Nancy.
Kemudian keduanya kembali terdiam, hanya terdengar suara berat Felix yang entah sedang menggumamkan lagu apa.
Sementara itu di jeep yang lain, Guanlin dan Nakyung pun hanya diam. Mereka tidak sadar jika mereka hanya berdua, suasana akan menjadi secanggung ini.
Kalian masih ingat hubungan Guanlin dan Nakyung dulu kan?
"Jadi..." kata Guanlin membuka percakapan.
Nakyung mengernyitkan dahinya, "Apa?"
"Gue mau tanya. Tujuan creator bikin game ini apa sih?"
"Kenapa tiba-tiba nanya gitu?" tanya Nakyung balik.
Guanlin mengangkat kedua bahunya singkat, "Nggak tau. Pengen tau aja,"
Pada akhirnya, Nakyung sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Guanlin, membuat suasana semakin canggung.
Mereka hanya mendengarkan suara-suara yang datang dari jeep milik Haechan. Entah apa yang mereka lakukan di sana.
"Emmm... Lin?" panggil Nakyung pelan.
"Apaan?"
Nakyung memainkan jari-jari tangannya, "I'm sorry,"
Guanlin mengernyit bingung, "Untuk apa?"
"Semuanya. Gue cuman ngerasa perlu minta maaf,"
Guanlin mendecih, "Lo sama semua creator emang udah seharusnya minta maaf. Untung aja di game ini kalian sadar kesalahan kalian,"
Kalimat dari Guanlin penuh dengan kebencian dan kekecewaan, Nakyung sadar akan hal itu.
"Setidaknya itu udah cukup buat nebus kesalahan kalian. Kita berharap kalian nggak bohongin kita lagi,"
Deg!
Kalimat dari Guanlin membuat Nakyung tertohok. Perasaan bersalah langsung memenuhi dirinya.
"No matter what happened, someone will always support you guys,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔
Fanfiction[红] Second Book of ATTACK's Series "There always be a second chance. Can we save them?" Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini? (...
![[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔](https://img.wattpad.com/cover/211037113-64-k135724.jpg)