41

338 67 2
                                        

"Bentar... Tahan ya. Tahan... Hhh..."

"Aaarghh... Sakit,"

"Aku tahu. Tahan sedikit..."

"Jinsoul... Aku tak tahan. Sakit sekali,"

Melihat keadaan Han yang seperti ini, Jinsoul rasanya ingin menangis. Ia tak tega mendengar rintihan Han.

Ketika Han sudah dibawa ke ruangan divisi Healer dengan sistem teleportasi, Jinsoul langsung mengerjakan tugasnya.

Tapi semakin lama, wajah Jinsoul semakin pucat. Sejak 30 menit yang lalu, keadaan Han bukannya semakin membaik justru memburuk.

Ia harus mengawasi Han terus menerus. Takutnya jika ia lalai, nyawa lelaki itu bisa hilang.

Jinsoul terus memberikan ramuan penangkal bisa ular. Memang manjur, tapi efek dari ramuan itu yang membuat siapapun enggan menggunakannya.

Tubuh orang yang meminum ramuan itu akan seperti terbakar. Rasa sakitnya tidak tanggung-tanggung.

Apalahi Han itu werewolf. Mereka lemah terhadap bisa ular. Jinsoul harus memberikan banyak ramuan pada lelaki itu. Tapi ia tetap takut jika Han tidak selamat.

"Jinsoul! Sakit! P-panas..." seru Han.

Beberapa ATCKers yang masih terbaring di dalam ruang divisi Healer pun ikut meringis ketika mendengar rintihan Han.

Mereka tidak bisa membayangkan betapa sakitnya efek ramuan penangkal bisa itu.

"Aaargh! Sakit..." sekarang Han mulai menggenggam erat kasur yang ia tempati.

Keringat dingin sudah mengalir di seluruh tubuhnya.

"Jinsoul!"

Jinsoul sudah menangis sekarang, ia benar-benar tidak tega melihat Han. Kadang efek dari ramuan itu bisa berefek buruk pada penggunanya. Karena bisa membuat penggunanya—

"Jinsoul, enough... I can't bare it anymore. Kill me!" seru Han sambil mencengkram tangan Jinsoul.

Jinsoul yang mendengar kalimat Han itu menggeleng kuat, "Tidak. Kau harus tahan. Sebentar lagi... Kumohon..."

"Kill me! Please kill me!" sekarang Han mulai berteriak.

Jinsoul pun langsung meminta tolong pada Chaeryeong dan Haseul untuk menyingkirkan benda-benda tajam di sekitar Han. Ia tidak ingin Han berbuat hal yang tidak-tidak nantinya.

Han yang tadinya menutup matanya kuat-kuat, mulai membuka matanya perlahan. Matanya sudah merah karena ia menangis.

"Jinsoul please... I won't survive. Just—kill me. I better to die than tortured like this,"

Suara Han mulai melemah. Cengkramannya pada lengan Jinsoul juga ikut melonggar.

Jinsoul nyaris saja luluh pada perkataan Han. Tapi kemudian ia menggeleng kuat, ia sudah sering mengalami hal ini.

"Chaeryeong! Anesthetic," kata Jinsoul.

Chaeryeong yang tadinya sedang mengecek kondisi salah satu ATCKers langsung berlari menghampiri Jinsoul.

Dia melirik sekilas ke arah Han yang sepertinya sudah diambang kematian itu. Kemudian ia menatap Jinsoul ragu.

"Kamu yakin?"

Jinsoul mengangguk mantap, "Dosis rendah. Ini satu-satunya cara,"

Chaeryeong menghela napas pasrah. Ia ingin membantah perkataan Jinsoul. Jika ramuan penangkal bisa bercampur dengan cairan anesthetic, efek sampingnya bisa berbahaya.

[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang