17

439 79 12
                                        

"R-Renjun..."

Heejin masih sedikit shock melihat orang berjubah hitam tadi. Dengan segera ia berlari ke lapangan bawah, meski orang itu sudah menghilang. Siapa tahu orang itu kembali kan?

Heejin berlari ke samping Central, tempat dimana ia melihat orang berjubah tadi.

Tanpa ragu ia sedikit memasuki kawasan hutan di samping dan melihat ke sekitarnya. Tidak ada siapa-siapa.

Ia benar-benar penasaran dengan orang itu. Apalagi wajahnya yang samar-samar mirip Huang Renjun. Atau—memang Huang Renjun?

Kalau begitu, artinya Renjun belum mati kan? Tapi tidak mungkin. Heejin melihat Renjun ditelan api dengan matanya sendiri.

"Renjun..." panggil Heejin pelan.

Tap!

"HWAA!"

"E-eh maaf. Aku nggak tau kamu bakal sekaget itu,"

Heejin menatap orang di belakangnya dengan wajah blank. Dia masih kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya.

"Hwang Yeji!" seru Heejin kesal.

Yeji tertawa, "Maaf maaf. Lagian kamu ngapain sih di sini?"

"Eh itu... Cuman mau jalan-jalan aja," kata Heejin mencari alasan.

"Lebih baik kau kembali saja. Di sini bahaya kalau kau tidak membawa senjata apapun," kata Yeji.

Heejin melirik sekilas hewan buruan yang ada di tangan kiri Yeji dan bergidik ngeri melihat darah di seluruh tangan temannya itu.

"Habis berburu?"

Yeji melihat hewan di tangannya dengan senyuman puas, "Iya. Tadi sempat berebut dengan Sihyeon si werewolf itu. Tapi akhirnya dia mengalah,"

Heejin mengangguk pelan sambil terus memperhatikan hewan yang sudah mati di tangan Yeji itu. Siapa tahu hewan itu tiba-tiba hidup lagi.

"Yaudah. Sekarang kau segera kembali saja ke Central. Aku harus mencari bahan makanan lain,"

Heejin mengangguk kaku dan langsung berpamitan untuk kembali ke Central. Kebetulan sekali ia berpapasan dengan Haechan.

"Lee Haechan! Haechan! Woe!"

Haechan pun menoleh dan melihat Heejin berlari-lari dari arah hutan. Haechan langsung panik, apa jangan-jangan Heejin dikejar babi hutan?

"Lo kenapa? Dikejar celeng? Sini ke belakang gue!" seru Haechan sambil menarik Heejin ke belakangnya.

Haechan mengacungkan ranting kayu yang entah ia dapat darimana dan mengacungkannya ke arah hutan itu.

Heejin pun mengernyit bingung, "Lo ngapain?"

"Ngelindungin lo lah!"

"Hah? Dari apaan?"

"Celeng,"

Heejin merotasikan bola matanya dan mematahkan ranting kayu yang dibawa Haechan.

"Celeng apaan astaga. Noh celengan gue ada,"

Haechan menatap Heejin bingung, "Lo nggak dikejar celeng?"

"Nggak woe! Lo ndoain gue dikejar celeng?!" balas Heejin kesal.

Haechan terdiam sebentar karena bingung. Tapi kemudian ia langsung paham akan perkataan Heejin. Ia pun tertawa kecil.

"Anjir, kesel bat gue," batin Heejin.

"Lhah trus? Lo lari-lari kenapa?"

Heejin langsung membulatkan matanya dan menepuk pundak Haechan berkali-kali.

"A aw. Sakit heh! Lo kenapa sih?! Kesurupan?" ujar Haechan sambil meringis.

"Gue! Liat orang mirip Renjun!"

"Hah?!"

Heejin mengangguk, "Gue liat orang mirip sama Renjun. Di hutan. Makanya tadi gue ngecek kesana,"

Haechan menatap Heejin dengan tatapan bingung, "Maksud lo apaan sih?"

"Ishh... Lo lemot banget sih. Kesel gue," gerutu Heejin.

"Lho enggak. Maksud gue, si Renjun kan udah—"

"Iya gue tau! Tapi orangnya itu bener-bener mirip si Renjun,"

"Salah liat kalik lo. Eh udah ya, gue mau ke ruangan divisi Healer," pamit Haechan yang langsung berlari masuk ke dalam Central.

Heejin mendecak, "Hhh... Ngeselin banget sih jadi orang. Heran gue,"

Akhirnya Heejin pun ikut masuk ke dalam Central. Tanpa menyadari ada orang yang memperhatikan mereka.

"It will start soon, right?"

"It will start soon, right?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hhh... Update yang agak ringan dulu biar nggak tegang mulu bacanya :v

Soal Side Story yang kedua, author mau kasih spoiler dikit :v pemeran utamanya itu... Huang Renjun sama Choi Yeonjun. Yeyy...

Judulnya... G****** F****** :v hiya... Kalo ada yang bisa nebak dan bener, bakal segera author publish deh ceritanya awokawok.

Thx for ur support, jaga kesehatan <3

[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang