"Ini kita mau langsung ke koordinatnya itu?" tanya Mark.
Heejin mengangkat bahunya, "Lhah gue nggak tau,"
Sekitar pukul 6, kedua kelompok itu sudah berangkat dengan 3 jeep yang dikemudikan oleh Gowon, Heejin, dan Haechan.
Dan sekarang ini, mereka baru saja keluar dari perbatasan Forest dan Desert.
Udara panas langsung menyengat ke kulit mereka. Sebenarnya Heejin bingung, kenapa vampire justru mendapat tempat yang panas seperti Desert? Itu kan kelemahan mereka.
Tapi untung saja, Gowon bilang kalau vampire di OBS, benar-benar diberi ramuan tahan panas.
"Aku mengusulkan kalau kita mencari tempat yang aman untuk mendirikan tenda terlebih dahulu. Baru kita ke koordinat untuk observasi ulang," usul Yeji.
Heejin, Mark, dan Chaewon mengangguk setuju.
"Yaudah. Mark bilang ke yang lain kalo.kita nyari tempat buat ndiriin tenda dulu. Sekalian bilang ke Guanlin atau Felix cariin tempat yang aman itu," kata Heejin.
Mark pun mengaktifkan mode suara dari layar kecil di samping setir dan mengulang semua perkataan Heejin tadi.
"Nanti dikirim koordinatnya sama Felix. Kita tinggal tunggu aja," kata Mark.
Heejin mengangguk. Ia mulai memperlambat kecepatan jeepnya dan sedikit melemaskan pundaknya yang kaku.
Setidaknya ia bisa bersantai sebentar. Tapi samar-samar ia bisa mendengar suara tawa Haechan dan Jeongin dari kejauhan, membuatnya sedikit terganggu.
"Buset tu anak ketawa kenceng banget. Macem pake toa," komentar Mark sambil menolehkan kepala ke arah jeep yang dikemudikan Haechan.
Beberapa saat kemudian, Felix mengirimkan koordinat ke layar di samping kemudi. Mark memperbesar tampilan layar itu supaya Heejin lebih mudah melihatnya.
"Lhah? Berarti ini puter balik dong?!" protes Heejin.
Chaewon menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat 2 jeep yang lain sudah berbalik ke arah yang berlawanan.
"Mereka sudah berputar," kata Chaewon.
Heejin mendecak kesal. Dengan setengah hati, ia memutar jeep nya dan memilih untuk mengikuti 2 jeep di depannya.
"Mark! Gantiin aku nyetir," kata Heejin.
Mark menatap Heejin dengan tatapan dramatis, "Gue nggak mau mati muda!"
Heejin merotasikan bola matanya kesal dan menghentikan jeepnya. Ia tahu kalau Mark bisa mengendarai jeep. Di game pertama kan hanya Guanlin dan Mark yang mengemudikan mobil Guanlin.
Heejin turun dari jeep itu dan berjalan ke samping tempat duduk Mark, "Cepetan Mark Lee!"
"Hish..." seru Mark kesal.
Lelaki itu turun dari jeep dan menuju ke tempat duduk pengemudi.
Bum! Bum! Bum!
Keempat orang itu langsung menolehkan kepala mereka ke sumber suara. Dari kejauhan mereka bisa melihat kepulan asap dan pasir.
"Apa itu?" tanya Yeji sambil menyipitkan matanya.
Karena penasaran mereka turun dari jeep untuk melihat lebih jelas.
Melihat kepulan itu, Heejin jadi teringat ketika pertama kalinya ia masuk ke dalam game ini.
Kepulan asap dan pasir yang ternyata disebabkan oleh para Explorer. Tapi, kali ini, kepulan itu jelas bukan para Explorer. Suaranya berbeda.
Semakin dekat kepulan itu, tanah di sekitar mereka mulai bergetar.
"Weh! Apa-apaan?!" seru Mark sambil berpegangan pada Yeji ketika tubuhnya oleng.
Ketika kepulan itu berjarak sekitar 100 meter dari tempat mereka berdiri, Chaewon sudah bisa melihat sesuatu yang menyebabkan kepulan itu.
Ia membulatkan matanya dan segera berseru, "Naik ke jeep! Sekarang!"
"Hah? Kenapa?" tanya Mark bingung.
Tanpa basa-basi, Yeji menarik lengan Mark dan segera menarik lelaki itu ke arah jeep.
Ketika mereka berempat sudah duduk di tempat masing-masing, Chaewon segera menyuruh Mark untuk menyalakan jeep itu.
"Memangnya itu apa sih?!" tanya Mark panik.
"Cepat, nyalakan saja jeepnya! Kita harus segera pergi dari sini!" seru Chaewon sambil menepuk-nepuk pundak Mark.
Berkali-kali ia menoleh ke belakang dan semakin panik ketika kepulan itu semakin mendekat.
"YETI!!!" seru Yeji.
"Bukan! Itu bukan Yeti!" bantah Chaewon.
Yeji dan Heejin menoleh untuk menatap Chaewon, "Lalu apa?" tanya keduanya bersamaan.
"Golem,"
Brrrrruuummmm!!!
Bersamaan dengan itu, Mark sudah menjalankan jeepnya dengan kecepatan penuh.
Tangannya masih bergetar karena panik, tapi ia berusaha untuk tetap fokus.
"Heejin! Bilang ke Haechan atau Gowon soal kondisi kita di sini!" kata Mark.
Heejin mengangguk dan segera menghubungi kedua jeep yang lain.
"That's weird,"

Iya author tahu, author minta maaf (untuk yang kesekian kalinya) karena nggak update-update :( maafkan
Maaf juga update kali ini agak aneh. Mood nulis author nggak tau kenapa kayak bener-bener ilang :(
Kuota author juga tipis jadi harus berhemat sampai bulan depan. Mungkin update juga bakal agak jarang. Gapapa kan? Maaf yaaa :""
Thx for ur support, jaga kesehatan <3
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔
Fanfiction[红] Second Book of ATTACK's Series "There always be a second chance. Can we save them?" Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini? (...
![[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔](https://img.wattpad.com/cover/211037113-64-k135724.jpg)