30

408 73 17
                                        

BRAK!

"Permisi! Minggir!"

Orang itu menerobos beberapa ATCKers yang tengah mengelilingi satu kasur yang di atasnya tergeletak seorang perempuan. Tubuhnya ditutupi dengan kain putih.

"Jeon Somi!"

Somi menolehkan kepalanya kepada orang yang memanggilnya dan tersenyum lemah.

"Park Gowon..."

Gowon memegang kedua pundak Somi dan menatap perempuan itu dengan mata merahnya.

"Katakan padaku apa yang terjadi?!" seru Gowon.

Somi tersenyum tipis. Satu bulir air mata lolos dari sudut matanya. Senyuman tipis di wajahnya pun memudar.

Gowon menatap Somi tidak percaya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada 2 lelaki yang berdiri tak jauh dari kasur itu, Taeyong dan Jaehyun.

Keringat mengalir di pelipis kedua lelaki itu. Di wajah dan tangan mereka ada beberapa luka dan goresan. Ekspresi sedih dan kecewa tergambar jelas di wajah keduanya.

Gowon kembali mengalihkan pandangannya pada beberapa ATCKers yang masih ada di situ.

Ekspresi mereka semua sama seperti Taeyong dan Jaehyun. Bahkan ada yang sudah menangis.

"T-tidak mungkin," desis Gowon.

Ia beralih ke orang yang berada di atas kasur itu. Dengan cepat, Gowon menarik kain putih yang menutupi tubuh orang itu.

Seketika tubuh Gowon menjadi kaku. Kain putih tadi terjatuh dari tangannya. Dia menatap orang di atas kasur itu dengan pandangan kosong.

"Gowon..." Somi mendekati Gowon dan menarik tangannya pelan untuk menjauh.

Tapi, dengan sedikit kasar, Gowon menepis tangan Somi dari tangannya. Ia masih menatap orang di atas kasur itu dengan tatapan kosong.

Perlahan satu bulir air mata mengalir di pipi Gowon. Tangannya meremas ujung kasur di depannya.

"Kim Lip—"

Taeyong mengode Somi supaya membawa Gowon menjauh, sementara Jaehyun mengambil kain putih tadi dan kembali menutupi tubuh Kim Lip.

"Bohong kan?" tanya Gowon dengan sedikit tercekat.

Somi hanya terdiam sambil menarik lengan Gowon pelan. Tapi, Gowon tetap bertahan di tempatnya. Ia menatap Somi datar.

"Jeon Somi, katakan padaku kalau semua ini tidak benar,"

Gowon menatap Taeyong, "KATAKAN KALAU INI TIDAK BENAR!"

Somi hanya bisa menggeleng pelan, "Maafkan aku," gumamnya.

Taeyong menatap Gowon dengan miris. Ia bisa melihat kalau perempuan itu dalam keadaan bingung dan marah.

Gowon ingin bertanya pada lelaki itu apa yang terjadi.bKarena tadi, ia hanya mendengar kabar singkatnya dari ATCKers lain.

"Dibunuh. Tidak diketahui siapa pelakunya," kata Taeyong seakan bisa membaca pikiran Gowon.

Gowon mengepalkan tangannya. Kemudian ia menggeram kesal dan berlari pergi dari ruangan itu.

Semua yang berada di ruangan itu tidak bisa bereaksi apa-apa. Ini tengah malam dan tiba-tiba mereka mendapat kabar kalau salah ATCKers mati karena dibunuh.

Bukankah itu terlalu mendadak?

Taeyong menatap Somi, "Kita kuburkan dia besok,"

Taeyong menatap Somi, "Kita kuburkan dia besok,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang