51

350 64 21
                                        

Malam itu, Heejin tidak bisa tidur. Luka di tubuhnya masih sedikit terasa perih dan kepalanya pusing.

Ditambah suara ribut dari teman-temannya tadi sore yang sama sekali tidak membantu.

Jadi setelah yakin semua orang sudah tidur, ia berjalan keluar tenda dan duduk di dekat api unggun yang sudah mati. Heejin menatap langit malam yang ditaburi bintang.

"Cause you are my only one~" tanpa sadar, Heejin sudah menggumamkan sebuah lagu.

Ia pernah mendengar Haseul menyanyikan lagu itu dan perempuan itu bilang lagu itu hits di tahun 2020. Dan lama-lama Heejin pun menyukai lagu itu, karena sering mendengarnya dari Haseul.

"Beautiful right?"

Heejin sedikit tersentak mendengar suara seseorang dari belakangnya. Ia menoleh dan menatap orang itu dengan kesal.

"Mark Lee! Ngagetin aja lo!" desis Heejin.

Mark terkekeh pelan. Ia mengambil tempat di samping Heejin, sedikit meringis nyeri saat mencoba duduk tanpa menekuk lututnya.

"Kok lo bisa bangun sih? Gue kira udah pada tidur semua," kata Heejin.

Mark menaikkan kedua alisnya, "Gue denger lo nyanyi sih,"

"Kedengeran?!"

"Ya kan gue tidurnya deket pintu keluar tenda. Jadinya kedengeran. Lagu apa sih?"

Heejin mengangkat kedua bahunya singkat, "Nggak tau. Gue denger dari Haseul, katanya lagu hits tahun 2020,"

"Tahun 2020? Gue juga tau satu lagu bagus tahun segitu. Emm... You're my missing puzzle piece~"

"Lagu apa?"

Mark menggeleng pelan, "Nggak tau juga. Dengerin si Taeyong sering nyanyiin itu kalo lagi ngelamun,"

Kemudian keduanya terdiam. Memilih untuk melihat bintang di langit itu untuk sementara.

"Heejin,"

"Hm?"

Mark membuat bibirnya menjadi satu garis lurus sebelum akhirnya berkata, "I'm sorry,"

Heejin menatap Mark bingung, "Why?"

"You know... For involved you all to join this game," jawab Mark pelan.

Heejin berdecih, "You must feel sorry about that. No doubt,"

"I am. You forgive me?"

"Not really. But if you can bring Renjun and Hyunjin back, I'll forgive you completely," jawab Heejin sambil menahan tangisnya.

Heejin tahu kalau Renjun dan Hyunjin juga ada di game ini, tapi dalam wujud cyborg (yang katanya) berpihak pada mereka.

Tapi akhir-akhir ini, Heejin sendiri ragu, siapa yang harus ia percayai.

"I'm sorry," gumam Mark pelan.

Heejin mengedipkan matanya beberapa kali untuk mencegah air matanya jatuh.

"And I'm sorry too, 'cause I can't forgive you," kata Heejin.

Mark mengangguk pelan, "That's okay. I understand. But, don't forget that we were friends before, okay?"

"No no, Mark. I mean, you're still my friend and I'm still your friend. I just... Can't forgive you that's all,"

Mark langsung kehilangan kata-katanya ketika Heejin masih menganggapnya sebagai teman.

[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang