38

334 69 1
                                        

"Jisung,"

"..."

"Jisung?"

"Ah ya. Ada apa?"

"Aku dan Heejin akan ke markas. Apa kalian ada di sana?"

"Iya. Aku akan menunggu di depan,"

Kemudian Gowon menatap Heejin di samping dan mengangguk, "Ayo kita ke sana sekarang,"

Gowon meraih tangan Heejin dan membuat keduanya berteleportasi ke markas para Squadron.

Dalam hitungan detik keduanya sudah berada di depan markas Squadron. Bersamaan dengan Jisung yang baru saja hendak keluar.

"Nah untung pas. Ayo masuk!" ajak Jisung.

Jika ada waktu luang, Gowon dan Heejin akan pergi ke markas Squadron. Jadi sudah sering sekali mereka ke sini.

"Aku sudah tahu kalian ingin bertanya apa," kata Jisung.

Gowon mengangguk, "Ya. Aku juga tahu kalau kau pasti tahu,"

Kemudian ketiganya kembali berjalan hingga akhirnya mereka sampai di ruangan utama markas itu.

"Oh! Kalian?" sapa Bian.

Hanya ada Bian di ruangan utama itu. Yeojin dan Wonyoung ada di laboraturium entah sedang apa. Yang lain, sepertinya memang sedang di luar markas.

"Aku sudah dengar kabarnya," kata Bian sambil berpindah ke sofa.

Gowon, Heejin, dan Jisung pun ikut duduk di sofa itu.

"Apa ini bagian dari rencana juga?" tanya Heejin.

"Tentu saja,"

Kemudian mereka terdiam. Sebenarnya, Heejin dan Gowon sedikit ragu-ragu harus berpihak pada siapa. Karena mereka sendiri tidak tahu siapa yang benar siapa yang salah di sini.

"Jika kalian terus berada di pihak kami, aku bisa menjamin kalian semua akan selamat. Hanya kalian satu-satunya harapan bagi mereka," kata Bian tiba-tiba.

Gowon menatap Bian dengan datar, "Kau harus berjanji kalau semua perkataanmu itu benar,"

"Sistem kami tidak dibuat untuk berbohong nona,"

"Sistem kami tidak dibuat untuk berbohong nona,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sihyeon... Hiks..."

Keesokan paginya, tubuh Sihyeon dimakamkan tepat di samping makam Kim Lip.

Beberapa ATCKers sudah kembali ke Central. Tapi sisanya, seperti teman satu grup Sihyeon, masih tetap berada di situ.

"Yuri, sudah. Jangan menangis lagi," kata Han.

"Tinggalkan aku sendiri,"

Han mengernyitkan dahinya, "Hah? Kenapa?"

[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang