"Aku akan masuk ke dalam. Kau?"
Kim Lip menggeleng, "Aku... Ingin mencari udara sebentar di sini,"
Gowon mengangguk paham, "Jangan terlalu lama berada di luar,"
Setelah Gowon berjalan pergi meninggalkannya sendirian di lapangan, Kim Lip memutar badannya menatap hutan di belakangnya.
Ia sudah merencanakan hal ini sejak beberapa hari yang lalu. Ia akan pergi ke hutan dan mencari keberadaan serigala yang beberapa hari lalu sempat mengacaukan keadaan.
Tapi, Kim Lip yakin 100% itu bukan serigala biasa. Itu Jeno. Pasti. Kim Lip bisa merasakannya dengan jelas.
Setelah memastikan keadaan sekitarnya benar-benar sepi, Kim Lip mengubah wujudnya menjadi serigala dan segera berlari memasuki hutan itu.
Auuuuuu...
Mendengar suara itu, Kim Lip langsung waspada. Menajamkan indra pendengaran dan penciumannya.
Tapi beberapa saat kemudian, Kim Lip bisa melihat pergerakan di depannya. Sepertinya—entah apapun itu—tengah menuju ke arahnya dan sekarang semakin dekat.
Bohong kalau Kim Lip bilang ia tidak takut. Sebagai werewolf, ia jarang sekali pergi sendirian seperti ini.
Srek! Srek!
"Grrrrr..." Kim Lip menggeram rendah, siapa tahu itu bisa sedikit menakuti lawannya.
Graaaaawww...
Ok, itu salah besar. Sekarang Kim Lip yang ketakutan setelah mendengar suara geraman lawannya.
Secara tidak sadar, ia kembali berubah ke wujud manusianya. Kim Lip menutup matanya sambil terus berjalan mundur, menjauh dari situ.
Dalam hati ia terus berdoa agar kegelapan malam membuat lawannya tidak bisa melihatnya.
Krek!
Graaaaaawww...
"AAAK!"
Kim Lip terjatuh dalam posisi terlentang. Jantungnya berdebar-debar. Ia tak berani membuka matanya, karena ia tahu, sesuatu tengah menahan tubuhnya dari atas.
Seluruh tubuh Kim Lip gemetar karena ketakutan. Ia bisa merasakan hembusan napas kasar dari sesuatu yang ada di atas tubuhnya.
"J-Jeno..." kata Kim Lip pelan.
Setelah mengucapkan nama Jeno, Kim Lip tidak tahu pasti apa yang terjadi. Tapi, yang jelas ia sudah tidak merasakan adanya hembusan napas kasar yang menerpa tubuhnya.
Perlahan Kim Lip memberanikan diri untuk membuka matanya. Dan matanya langsung bertemu dengan mata seseorang yang masih berada di atas tubuhnya.
Kim Lip membulatkan matanya, "L-Lee Jeno?"
Jeno yang berada di atasnya sedikit terengah-engah. Tapi kemudian ia tersenyum tipis.
"Ya, ini aku," katanya pelan.
Kim Lip bisa merasakan matanya mulai berkaca-kaca. Tanpa basa-basi ia merengkuh tubuh Jeno, membuat lelaki itu secara otomatis mengangkat tubuh keduanya ke posisi berdiri.
Selama beberapa saat, mereka tetap berada dalam posisi itu. Kim Lip yang menangis di dekapan Jeno dan Jeno yang menepuk-nepuk pelan punggung Kim Lip.
"Ssssh... Tenanglah ini aku. Maaf kalau aku menakutimu tadi," kata Jeno.
"K-Kau... Masih hidup? Kau benar Lee Jeno?"
Jeno tersenyum tipis, "Tenangkan dirimu terlebih dahulu. Setelah itu aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔
Fanfiction[红] Second Book of ATTACK's Series "There always be a second chance. Can we save them?" Permainan ini belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan, untuk membawa teman mereka kembali. Tapi apakah benar itu tujuan utama dari permainan kedua ini? (...
![[2] ATTACK's Series: SECOND ATTACK ✔](https://img.wattpad.com/cover/211037113-64-k135724.jpg)