"Huaaaaaaa......."terdengar suara tangisan,Adit menoleh ke kanan dan ke kiri dan tidak menemukan siapa siapa.Ia meletakan ponselnya.Suara tangisan itu tidak terdengar lagi,suara siapa itu?apakah suara Ara?tidak mungkin kan Ara masih sekolah,Al?Al baru saja ikut dengan Salsa berbelanja,Aric?tidak mungkin juga Aric sedang tertidur pulas di sofa bersamannya tadi."hiks hiks."suara itu terdengar lagi.Adit menghampiri asal suara itu dan terkejut saat mendapati bayi gede sedang duduk di depan pintu sambil merengek.
"Hei!ngapain Kamu di depan pintu minta sumbangan?"celetuk Adit.Aldrich menoleh ke belakang lalu menangis keras."jangan nangis kegantenganmu luntur nanti."Adit berjongkok di depan Anaknya."kenapa nangis?ini belum jamnya pulang sekolah,kamu bolos ya?"Aldrich menangis lagi lama lama Adit kesal karena melihat Anak laki lakinya nangis seperti perempuan."nggak malu apa nangis udah Berdiri.Jangan lemah."
"Aku--Akuu.."
"Aku nggak kuat sama playboy playboy, nggak nggak nggak level,nggak nggak nggak level gitu maksud Kamu?"
"Ih bukannnn."
"Kenapa sih curhat dong mana ngerti Papa,Kamu kira Papa cenayang?"
"Aldrich...Aldrich...nggak naik kelas Pa."Aldrich menunduk takut melihat wajah Papanya.Adit terdiam cukup lama.Ia menatap Anaknya dengan alis berkerut.
"Serius?nggak naik kelas?"Aldrich mengangguk."bener?"Aldrich mengangguk lagi."jadi ini alasan Kamu pulang cepet hari ini?"Aldrich mengangguk untuk ketiga kalinya."jadi ini alasan Kamu nangis nangis kaya tadi?"Aldrich mengangguk angguk."oh gitu.."Adit mengangguk ngangguk.
"Papa nggak marah?"Aldrich mendongak.
"Coba sebutin kenapa Kamu tinggal kelas kan bukannya nilai Kamu selalu bagus?"
"Itu Pa...em...Aldrich ketauan pacaran sama guru Aldrich."Adit melongo,detik berikutnya Ia tertawa sampai menangis."Papa kenapa ketawa sih,nggak lucu sumpah.Receh banget sih."Aldrich mendengus.
"Bagus bagus,sekalian kepala sekolahnya sekalian Kamu pacarin."
"Yah Papa,abisnya guru Aldrich masih muda banget Pa,cantik,body goals lagi.Duh Aldrich jadi mikir kemana mana nih."Aldrich menutup mulutnya.
"Oh ya?udah berapa lama?"tanya Adit kepo,Ia mengajak Anaknya duduk di sofa.Entah kemana perginya Aric padahal tadi Aric tertidur pulas disana.
"Udah 2 bulan hehe."
"Wah langgeng juga Kamu.Coba sini Papa lihat gimana wajah guru Kamu yang sekarang jadi pacar Kamu itu.Sini Papa pengen lihat."
"Kepo!entar Papa naksir lagi,terus Mama ditinggalin."
"Papa ini orangnya setia meskipun wajah wajah playboy tapi Papa tetep cinta Mama kamu sampai mati."
"Wahh ngambil quotes dari mana Pa?gugel ya?"
"Iya hehe."
"Udah ah.Aldrich bingung.Gimana dong Pa,Aldrich gak naik kelas.Ada saran nggak pa biar Aldrich gak jadi turun kelas."
"Ada."
"Apa?"
"Naik kelas pake anak tangga."
"Duh Papa kebanyakan micin nih jadi agak geser brainnya,butuh di ketok magic dulu baru bener,""Aldrich ke kamar,Aldrich gak tau harus ngapain lagi."
"Ya sana silahkan bergalau galau ria."Adit tertawa mengabaikan muka kusut Aldrich.Adit menghela napas,ada ada aja kelakuan Anaknya satu ini.Lalu Salsa dan Al datang.Adit tersenyum lebar dan merentangkan tangannya,Ia rindu ingin memeluk Salsa namun yang memeluknya malah Al.
"Papa Papa!"
"Ih siapa yang mau meluk Kamu gr deh,sana sana Papa mau ngomong sama Mama."
"Ih Papa gak asik.Yaudah Al main sama bibi aja."Al turun dari sofa dan berlari entah kemana.Salsa hanya geleng geleng kepala melihatnya.Ia lalu duduk di samping Adit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost Around Us
Mystery / ThrillerMereka yang tak terlihat akan selalu ada menghantui mereka. [My annoying boyfriend but make it horror]
