Chapter 9

64 5 0
                                        

Suara tembakan itu mengalihkan perhatian Ara.Tubuh Jeff terkapar di depannya lalu disusul langkah kaki yang mendekat ke arahnya.Namun Ara tidak sanggup untuk membuka matanya,ia berakhir tidak sadarkan diri.

Saat Ara membuka mata yang pertama kali dilihatnya adalah ruangan putih dan beberapa alat yang melekat di tubuhnya.Ara mengerjap ngerjap lalu tak lama seorang suster datang.Dia tersenyum ke arah Ara.

Ara tentu tidak perlu bertanya lagi dimana dirinya berada saat ini tetapi ia ingin bertanya bagaimana seseorang bisa menemukannya dan membuatnya keluar dari sana.

"Boleh bertemu sama keluarga saya?"tanya Ara.Suster itu mengangguk dan keluar dari ruangan Ara.Ara menghela napas panjang.Ia sulit menggerakan tubuhnya sendiri.Rasanya seperti mai rasa.

Lalu Ara melihat Salsa dan Adit masuk.Ara melihat perut mamanya yang sudah besar.Ara tersenyum memandang mereka berdua.Ia ingin mencari perginya saudara saudaranya.

"Ma kemana yang lain?"

"Yang lain mama suruh mereka nunggu di rumah.Tadi mereka semua sempat nungguin kamu siuman tapi karena udah malam mama suruh mereka semua pulang.Ara melihat jam dinding yang menunjukan pukul sebelas malam.

"Ma gimana Ara bisa keluar dari sana?"

Adit dan Salsa bertatapan sejenak.

"Kamu nggak perlu tau sayang.Yang penting kamu selamat dari sana,"ujar Adit sambl mengusap rambut Ara dengan penuh kasih sayang lalu mencium kening Ara.

"Ma gimana temen temen Ara?"

"Mereka semua sudah dimakamkan."

Ara menatap mamanya tidak percaya.Ia meneguk ludah dengan susah payah.Ia ingin mengajukan satu pertanyaan yang sangat mengganjal di pikirannya saat ini tetapi mengapa membuatnya tiba tiba susah bernafas.

"Ara kamu kenapa sayang?"

"Ma apa Jeff masih hidup?"

Adit dan Salsa diam.Ara menggeleng.Ia sangat membenci Jeff dan Jeff membuatnya trauma.Ara tidak tahu apakah perasaannya baik baik saja jika mendengar bahwa Jeff masih hidup.Menurut Ara Jeff pantas mati karena sudah membunuh semua teman temannya.

Salsa masih belum menjawab pertanyaan Ara membuat Ara gemas sendiri.Ia berharap harap cemas semoga saja apa yang dipikirkannya tidak menjadi kenyataan.

"Teman kamu Jeff masih hidup."

Dan Ara merasa kelapanya pusing bukan main.

***

"Ma sampai kapan Ara di rawa disini?"

Beberapa saudaranya memilih untuk menemani Ara.Ada Ansell,Alice,Aldrich,Aric dan Arthur.Ara merasa lebih baik dari pada kemarin.Namun setiap mendengar nama Jeff dadanya sesak.Bukannya ia melihat Jeff terkapar karena tertembak?

"Kak Ansel!"panggil Ara.

"Iya kenapa Ra?"Ansell duduk di samping Ara sekaligus mengawasi Aric dan Arthur bermain.

"Kak gimana orang orang yang nyelametin aku tau tempat itu?"

Ansell mengusap rambut Ara.

"Kamu hilang selama tiga hari dan kita semua panik nyariin kamu.Dan nggak cuma kita yang kehilangan salah satu anggota keluarga tapi keluarga dari teman teman kamu yang ikutke pesta itu."

"Dari mana mereka semua tahu keberadaan kita semua?kenapa mereka telat?kenapa pas cuma tinggal Ara yang hidup?"

Ansell menggeleng."Kakak tau kamu menghilang waktu pergi ke pesta itu.Dan parahnya lagi orang tua teman teman kamu tidak ada yang tahu dimana tempat pesta ulang tahun itu dilaksanakan.Termasuk kak Ansell."Ansell menghela napas."kamu sendiri yang bilang minta turun di tempat di persimpangan jalan.Kakak nggak tau kemana perginya kamu setelah itu.Dan kakak percaya sama kamu jadi kakak nggak terlalu memikirkan itu."

"Maaf kak,"ucap Ara pelan.Ansell menggeleng.

"Kemarin malam sebelum kamu ditemukan kakak masuk ke kamar kamu.Kakak coba cari petunjuk keberadaan kamu dan kakak nemuin undangan ulang tahun dan tempatnya.Kakak langsung berangkat ke kantor polisi.Dan setelah itu polisi bilang mereka yang akan masuk dan nyelametin kamu.Dan setelah itu kak Ansell nggak tahu apa yang terjadi selanjutnya.Yang Kakak tahu kamu sudah masuk rumah sakit dan itu pun kak Ansell nggak sempet lihat kamu karena kamu masih belum sadar."Ansell mengusap ngusap rambut Ara."Ara jangan terlalu dipikirkan ya?semua pasti baik baik aja kok."

Ara tersenyum dengan sedikit dipaksakan agar Ansell tidak terlalu kawatir padanya.

"Aku baik baik aja kok kak,kakak nggak perlu kawatir sama aku."

Ara tidak akan memberitahu Ansell bahwa saat ia tidak sadar ia memimpikan teman temnannya dan pembunuhan itu.Seperti baru saja terjadi.Mimpi itu akan terus berlanjut ketika Ara tidur membuat Ara tertekan.Dan parahnya lagi Ara harus dirawat lebih lama lagi.Itu berarti mimpinya dan ketakutannya bertambah berkali kali lipat.Ara tidak tahu apakah ia masih hidup setelah melalui semua itu.

~s4 officialy end-

***

Tbc.Jangan lupa voment.

Ghost Around UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang