"Siapa Lice?'tanya Adriana.
"Lihat deh kak ini tulisan siapa?"
Adriana menghampiri Alice.Lalu ikut mebaca kertas yang dibawa Alice.
"Orang iseng kali udah sobek aja."
Alice mengikuti perintah Adriana dan menyobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.Alice menutup pintu.Ara dan Aurell bahkan sudah tertidur karena kelelahan bermain.Adriana juga mulai menarik selimutnya.Karena Alice belum mencuci mukanya alhasil Ia berjalan ke kamar mandi dan mulai mencuci wajahnya.
Ia menatap kaca.Lalu mulai membasuh wajahnya dengan air.Saat Ia mendongak Ia melihat seorang Anak kecil di belakangnya.Alice mengucek matanya dan menoleh ke belakang namun tidak ada siapa siapa.Mungkin karena matanya terkena air jadi sedikit buram.
Alice kembali ke kamar tidur.Ia tidak mematikan lampu karena Alice tidak bisa tidur di dalam kegelapan.Saat Alice mencoba menutup matanya tiba tiba lampu mendadak mati.Alice membuka matanya dan terduduk.Cepat cepat Ia menyalakan lampu kembali.Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kamarnya.Dan tidak ada siapa siapa.
Alice naik ke ranjang dan menaikan selimutnya sampai menutupi wajahnya.Lalu lampu kamarnya mati untuk kedua kalinya.Untung saja Alice sudah tertidur.Jadi Cewek itu bisa tertidur dengan tenang.
***
"Gimana berhasil nggak buat anak cewek cewek takut?"tanya Aldric setelah melihat Adrian dengan topeng yang mengerikan yang baru saja Adrian beli.
"Kayanya Anak cewek cewek udah tidur,tadinya gue mau ngetok pintu terus ngagetin mereka pake topeng ini tapi anak cewek cewek gak buka pintunya.Pas gue intip ke lubang pintu udah gelap dan nggak ada suara."
"Ya lo kemaleman mereka keburu tidur kan."
"Biasanya mereka tidur diatas jam segini,"sahut Adrian lalu merebahkan tubuhnya di sofa."besok kita harus bikin rencana buat nakut nakutin mereka lagi.Tapi harus yang lebih ekstrim."
"Gue gak mau ikut,"ucap Ansell.
"Takut lo kak?"tanya Al.
"Gue gak mau ikut campur terserah kalian!"Ansell lalu berbaring ke ranjangnya.
"Yah nggak asik lo Kak,"celetuk Aldrich.Ia menopang dagu lalu menatap Adrian,Ia menaikan satu alisnya.Namun kemudian Ia mengangguk angguk.
***
"Good morning!"sapa Ara.
Sedangkan Alice baru membuka matanya.Cewek itu lalu turun dari ranjang dan mebasuh wajahnya.Ia sangat mengantuk sekali.Ia lalu mulai menggosok gigi.Dengan malas Ia menatap wajahnya di cermin.Lalu membasuh wajahnya.Saat Ia mengangkat wajahnya untuk menatap kaca,anak laki laki melambaikan tangannya,sontak Alice langsung menoleh ke belakang dan tidak ada siapa siapa.
Alice menggeleng.Pasti Ia berhalusinasi lagi.Setelah selesai mencuci muka Alice dikagetkan dengan Adriana yang tiba tiba muncul.Adriana masuk ke dalam kamar mandi lalu melakukan hal yang serupa dengan Alice mencuci wajahnya.Alice memutuskan untuk mengintip.Siapa tahu yang tadi bukan halusinasi.Ia jelas jelas melihat seorang Anak laki laki melambaikan tangannya di belakangnya seperti kemarin malam.Anak laki laki yang sama.
Siapa tahu Adriana juga melihat anak laki laki itu.Alice menunggu,bahkan sampai Adriana selesai mencuci wajahnya,Anak kecil yang dilihatnya kemarin malam dan barusan tidak muncul muncul juga.Sekarang Adriana yang terkejut karena Alice tiba tiba berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Lo ngapain disini?"
"Eh-kakak liat sesuatu nggak pas ngaca?"
"Liat apaan dah,jangan nakut nakutin gue deh Lice.Ayo buruan turun dipanggil sama Mama Papa buat makan tuh."
"Iya kak bentar."
Alice lalu memutuskan untuk masuk ke dalam toilet itu lagi.Jika Ia tidak melihat anak laki laki itu maka Ia akan memutuskan untuk melupakannya dan menganggap dirinya sedang berhalusinasi.
Alice menatap cermin wastafelnya cukup lama namun tidak ada tanda tanda anak laki laki itu muncul.Karena sudah menunggu 10 menit dan tidak ada yang berubah akhirnya Alice berbalik dan Ia langsung berteriak saat melihat anak laki laki yang dilihatnya dalam cermin sekarang berada di depannya.
*****
Tbc.
Jangan lupa voment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost Around Us
Mystery / ThrillerMereka yang tak terlihat akan selalu ada menghantui mereka. [My annoying boyfriend but make it horror]
