Chapter 7

116 7 0
                                        

Day 4

Mungkin Adrian dan Aldrich kebingungan dimana kedua Adik mereka berada setelah dari malam mereka tak pulang.Namun Al segera mengirim pesan singkat kepada Adrian agar tak kawatir dan menyampaikan alasan bohong agar Salsa tidak kawatir dan mencarinya.

Sekarang pukul 3 pagi dan Al,Aurell dan Dean duduk di depan sebuah makam di salah satu ruangan di rumah itu.Sebenarnya Al tidak ingin Dean menceritakannya di tempat itu namun Ia tidak bisa request tempat saat Dean sendiri ingin menceritakan semuanya kepada mereka berdua.Suasanya menjadi agak creepy dari tadi Aurell terus memeluk tangan Al.Aurell takut bila istri Dean tiba tiba bangun dan menyerang mereka begitu kata Aurell tak masuk akal.

"Semua berawal ketika Saya merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 10,saat itu saya sangat bahagia.Dua anak Saya berlomba untuk menghias rumah agar pesta ulang tahun pernikahan kami meriah.Saat itu Istri Saya pulang berkerja.Dan Saya tidak berhenti hentinya menelfonnya saat dia menyetir menanyakan kue apa yang cocok dan makanan apa yang diingankannya.Saat itu saya ingin memasak sesuatu untuknya.Di hari spesial kita berdua."Dean menjeda kalimatnya tersenyum miris.Air matanya mulai berjatuhan."dan Saya menyesal sekali sudah mengganggu konsentrasi mengemudinya pada saat itu."

"Alisa kamu mau kue coklat atau storberi?bentuknya aku kirim.Kamu tinggal pilih,"ucap Dean.

"Iya aku masih dijalan Dean kita sambung nanti saja."

"Enggak Alisa masih banyak yang aku tanyakan ke kamu."Dean sangat bersemangat sekali.Ia tersenyum saat melihat dua anaknya menghias rumah dengan balon-balon."Alisa kamu bisa pilih makanan yang kamu suka.Aku mau masak khusus buat kamu hari ini."Alisa tertawa kecil.

"Apa saja yang kamu bisa Dean."

"Aku bertaruh kamu pasti suka masakan aku!!"

"Iya itu pasti."Dean mengirim beberapa foto bentuk kue yang lucu ke ponsel Alisa.Dan setelah Alisa melihat jalanan di depannya sepi Ia menatap ponselnya dan memilih milih kue yang cocok.Ia tersenyum,Ia sangat bahagia sekali hari ini.Namun Ia tidak sadar bila seorang Anak kecil berlari untuk menyelamatkan kucingnya dan Ibunya yang terlambat menarik Anak itu berteriak.Alisa buru buru menatap depannya untuk menghindari menabrak Anak itu dan membanting stir ke kanan dan menabrak pembatas jalan.Tabrakan itu keras dan mengakibatkan Alisa tewas di tempatnya.

"Ya dan saat Alisa meninggal layar ponselnya menunjukan foto kue kue yang Saya kirimkan beberapa detik sebelum mobil itu menghantam pembatas jalan.Saya merasa bersalah sekali.Saya terus menyangkal bahwa Alisa masih hidup.Saya bahkan tidak memperdulikan Ira dan Lee sama sekali.Saya sibuk menyalahkan diri Saya atas kematian Alisa.Bahkan Saya sampai mengubur jasadnya di ruangan ini."

"Gimana keadaan Ira dan Lee saat itu?"tanya Aurell.

"Ya mereka berdua sama sama sedih.Mereka berdua lebih dekat dengan Alisa dari pada Saya.Dan bodohnya lagi Saya membiarkan mereka berkeliaran.Saya tidak memperdulikan apa yang dilakukan mereka.Yang saya pikirkan hanya Alisa,Alisa dan Alisa."Dean menyeka air matanya."Saya menemukan Ira meninggal di samping halaman rumah Saya."

Aurell dan Al berjengit kaget.

"APA?!"tanya mereka berdua bersamaan.

"Dia terjatuh dari lantai dua,"ucap Dean menerawang."dia bermain dengan Lee dan Saya tidak tahu bagaimana dia bisa terjatuh dan itu salah saya lagi karena tidak mengawasi mereka berdua bermain.Saya mengubur jasadnya di depan rumah.Di belakang pohon."

"Di depan rumah Anda?"tanya Al tak percaya.

"Iya Saya memindahkan kedua jasad itu kemanapun saya pergi."

Al dan Aurell masih shock dengan cerita kebenaran yang mereka dapat.

"Dan Lee!!!dimana Lee?dia masih hidup kan!!"seru Aurell.

"Lee..."Dean tersenyum."ikut Saya."Dean berdiri dan berjalan ke lantai dua.Sebuah kamar dengan pintu yang dicat berbeda dari pintu yang lain.Pintu itu bertuliskan istana Lee.Dean tersenyum saat menatap pintu itu.Ia membuka pintu dan menyuruh Al dan Aurell masuk.Betapa kagetnya mereka berdua ketika melihat Lee.

"Lee..."gumam Al.

"Iya dia gila."Dean mengangguk."dia stres karena Saya kurung disini.Saya tidak mau kehilangan lagi.Saya mengurungnya disini dan tidak memperbolehkannya pergi.Awalnya dia memberontak ingin keluar karena butuh kebebasan tapi Saya tidak mau kejadian terulang kembali akhirnya Saya memutuskan untuk mengurungnya seperti binatang disini."

"tidak bisa kemana mana. Saya hanya datang ke kamarnya hanya membawa makanan. Dan itu sudah cukup bagi Saya."

"bagaimanapun seharusnya saya tidak melakukan itu karena bisa merusaknya. Ya dan itu semua benar benar terjadi. Saya menolak mengirim Lee ke rumah sakit jiwa karena dia satu satunya yang saya punya meskipun dia tidak sehat."

"Akan lebih baik jika Anda mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Lee masih bisa bermain bersama teman barunya disana. Jika terus seperti ini kasian Lee. Meskipun mendapat teman yang sama Sepertinya tapi itu lebih baik dari pada mengurung Lee disini. Benar kan Rell?"Aurell mengangguk.

Aurell bahkan memeluk Al dan hampir menangis.

"Saya gagal menjadi orang tua."Dean menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Anda orang tua yang luar biasa,"ucap Al.

~S3 officialy end-

****

Tbc.

Ghost Around UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang