Chapter 1

345 23 1
                                        

"Astaga!"Ansell mengelus dadanya karena kaget."Alice!kenapa ringtone kamu kaya gitu?"Ansell bersungut sungut.Alice hanya cengengesan.Ia lalu keluar dari kamarnya untuk menerima telfon.Ansell geleng geleng kepala,ada ada saja.

Ansell lalu menghendikan bahu acuh dan masuk ke kamarnya lagi.Ia tidak sadar jika sedari tadi Ia diawasi oleh foto menyeramkan tadi.

***

"Pa Adrian sama Aldrich sepedahan keliling villa ya Pa,"ucap Adrian yang langsung mendapat anggukan oleh Adit.

"Jangan jauh jauh ntar ilang,eh kalo ilang biarin deh nyusahin soalnya,"celetuk Adit.Adrian mendengus Ia lalu mengambil sepeda di gudang bersama Aldrich.

Adrian dan Aldrich sedang menikmati kegiatan mereka sekarang bersepeda mengelilingi tempat indah ini.Mereka berdua berhenti saat Aldrich tidak tahan ingin pipis.Adrian menunggunya.

Aldrich mengapa lama sekali,Adrian mendengus kesal.Yang ditunggu akhirnya datang.Adrian langsung tancap gas begitu saja.

"Aldrich lo kok lama banget sih gak tau apa gue keringetan nunggunya entar kegantengan gue luntur gimana?"

Aldrich hanya diam tidak berbicara atau menanggapi celotehan Kakaknya.

"Etdah diem diem bae,tumben banget lo diem.Kesambet lo ya?"Adrian melirik Aldrich yang masih saja diam biasanya Aldrich tidak tahan jika digoda dan terus mengoceh.Namun mengapa kali ini Ia sangat jadi pendiam sekali.

"Aldrich lo denger gue kan?telinga lo udah gak di corek berapa lama?setahun?dua tahun?"

Aldrich mengangguk.

"Dasar aneh!"

Aldrich langsung menoleh dan menatap tajam Adrian.Adrian langsung takut karena di pelototi seperti itu oleh Aldrich.Adrian langsung mempercepat menggoes sepedannya.Mereka berdua sampai di villa.Aurell dan Andriana sedang berfoto ria di depan villa.

"Foto aja terus,bisa rusak tuh kamera lama lama  jepret wajah kalian,"celetuk Adrian.

"Diem lu jelek,"sahut Adriana.

"Sini sini biar gue fotoin."Adrian langsung berjalan ke arah Aurell dan mengambil alih kamera dari Aurell.Ia memotret Adriana dan Aurell lalu Ia mengarahkan kameranya ke arah Aldrich yang sedang diam tak jauh dari tempatnya berpijak.Saat Adrian hendak memotretnya tiba tiba saja kamera Adriana mati."yah kamera lu mati Na,kehabisan baterai kali."Adrian mengembalikan kamera kepada pemiliknya.

"Yah padahal gue pengen foto nih,mumpung rambut lagi kece badai gini."

"Rambut kaya kunti aja bangga,"ejek Adrian.

"Eh Kak rambut Aurel ini rambut terbadai di indonesia tau!"

"Dih halu."

Adriana tertawa terbahak bahak sama halnya dengan Adrian.Aurel menggerutu kesal.Ia tidak ingin Kakaknya menang begitu saja.

"Dari pada Kakak rambut udah kaya ga dicuci satu abad gitu haha berantakan!"ejek Aurel sambil menjulurkan lidah.

"Enak aja sehari gue keramas lima kali!"

"Bulshit lo,orang shampo satu sachet aja abisnya setahun lo,"celetuk Adriana.

"Tau dari mana lo njir?"

"Bahahaa bener!makanya ngaca Kak Adriana anggara."Aurel dan Adriana cekikikan.

"Udah puas ketawanya?"

"Belum bentar lagi,HAHAHAHAHA!"

"Ketawa aja terus sampe upin ipin SMA!"

"Ngetawain orang dosa gak ya?HAHAHA!"

"Lo kebanyakan dosa anying!udah ah makan hati mulu liat kunti berdua!gue mau masuk."

"Ye yaudah masuk sana gangguin orang lagi foto aja lo."

Andrian memutar bola matanya malas.Ia lalu melirik ke Aldrich yang tidak menunjukan ekspresi apa apa,tidak tertawa ataupun tersenyum sama sekali.Benar benar aneh batin Adrian.Ia lalu masuk ke dalam namun karena tidak merasakan adanya Aldrich Ia keluar lagi.

"Aldrich ayo masuk!"

Aldrich lalu berjalan masuk ke dalam villa.

"Adrian lo ngomong sama siapa?"tanya Adriana.

"Ngomong sama Aldrich lah."Adrian menutup pintu villa.Ia lalu berjalan ke kamarnya,Ia ingin menyegarkan badannya.Ia juga letih setelah berkeliling villa bersama Aldrich.

***

"Ansell ada,Andriana ada,Adrian ada,Aurel ada,Ara ada,Alice ada,Arthur ada,Al ada,Aric ada kurang satu lagi siapa ya?"tanya Adit saat mengabsen Anak anaknya di ruang makan.

"Aldrich mana?"tanya Salsa.

"Oh iya Aldrich!kalian tau dimana Aldrich?""Adrian tadi Kamu sama Aldrich kan kemana dia?"

"Palingan di kamar."

"Tadi Ansell ke kamar Aldrich,Aldrichnya nggak ada."

"Terus dimana dia sekarang?"

"Nggak tau deh."

"Adrian tadi beneran Aldrich udah pulang sama Kamu?"tanya Salsa kepada Adrian.

"Beneran Ma,tadi Aldrich pulang bareng Adrian.Ya kali masa Adrian pulang bareng setan gimana sih?"

"Bukannya tadi lo pulang sendirian ya?"celetuk Adriana.

"Iya Kak,tadi Kakak kan pulang sendirian,"ucap Aurel.

"Lah gimana sih,tadi kan gue pulang sama Aldrich kalian berdua giman--"

Aldrich tiba tiba datang sambil ngos ngosan.Aldrich memegang lututnya.

"Kak Adrian kenapa Aku ditinggalin?"kesal Aldrich lalu duduk di ruang makan.

"Hah ditinggalin?"tanya Adrian.

"Iya waktu Aku lagi pipis,pas Aku balik Kak Adrian udah gak ada.Aku pulang sempet kesasar tadi."

"Hah?serius?"

"Iya kak."

"Lah terus yang tadi pulang bareng gue siapa?"

****

Tbc.

Ghost Around UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang