Chapter 15

195 13 0
                                        

Adrian menendang tulang kering pemilik villa.Tanpa pemilik villa itu tau Adrian dan yang lain sudah melepaskan ikatan mereka di kursi dengan pisau lipat yang sebelumnya sempat Adrian simpan di saku celananya.

Adrian meninju pemilik villa itu berkali kali.Setelah ikatan Adik adiknya terlepas Ia memimpin jalan.Adrian yang mencari jalan karena hari sudah mulai malam dan villa yang dihuninya gelap tidak ada pencahayaan sama sekali.Tidak ada pria berbaju hitam,tidak ada siapa siapa.Mereka bisa bernafas sejenak.

"Eh itu bukannya Kak Ansell?"Aurell menunjuk Ansell yang baru datang dengan Adit.Adit menghampiri Salsa,tampak kawatir dengan keadaan istrinya itu.

"Kamu nggak papa?"tanya Adit sambil menatap Salsa intens.

"Aku nggak papa yang harus dikawatirin itu anak anak kita."

"Kamu yang harusnya aku kawatirin,kamu hamil."

Setelah mengucapkan itu Ansell dan yang lain dibuat membeku.Salsa hamil?sejak kapan?mereka bahkan tidak tahu jika mereka memiliki calon adik baru.Salsa menatap Anak anaknya yang nampak kebingungan.Salsa menatap Adit lalu mendorong bahunya pelan.

"Kamu nggak harus ngomong itu sekarang,"ucap Salsa penuh penekanan.

"Kenapa?mereka berhak tau."

"Tapi ini bukan waktu yang tepat Aditya Anggara."

"Ini berita gembira kenapa mereka gak boleh tau?"

"Nggak untuk situasi saat ini."Salsa menggeleng.Tidak ada yang bicara selain sepasang suami istri itu.

Ansell mengusap wajahnya kasar.Ia lalu menghampiri Adrian yang masih melamun.Ia menyenggol lengan Adiknya itu.

"Apa?"tanya Adrian.

"Kita harus mikirin cara keluar dari sini."

"Jangan tanya gue,gue juga bingung."

"Kita harus pergi sebelum..."

"Sebelum apa?"

















































































"Sebelum orang berbaju hitam dateng lagi buat bunuh kita semua."Adrian mendadak merinding setelah mendengar pernyataan Kakaknya itu."Kakak tau,ada kapal kecil pemilik villa yang udah gak terpakai.Aku tau tempatnya kita harus kesana.

"Yaudah kita kasih tau Mama sama Papa."

"Kamu nggak lihat mereka lagi apa?"

"Terus kita nunggu sampai mereka selesai gitu?keburu mati lah kita."Adrian menghampiri Adit dan Salsa yang masih saja berdebat."Mah Pah."

"APA?!"sahut mereka berdua galak.

"Ya santai dong.Kata Kak Ansell,Dia nemuin kapal kecil pemilik Villa.Kita harus kesana."

Adit dan Salsa saling pandang.

"Papa juga lihat Adrian yang ganteng banget.Tapi kapal itu kecil kamu lupa kita 12 orang mana muat."

"Oh iya hehe,terus gimana dong?"

"Kita nunggu Om Sean dateng kesini buat nyelamatin kita."

"Serius Om Sean bakal dateng kesini?emang bisa?"

"Kamu ngeraguin?"

"Ya kali aja di tengah jalan dihadang sama orang orang baju hitam itu."

"Adrian kamu ngomong apa?mending kamu diem dari pada bikin Mama tambah pusing."

"Mama pusing?minum oskadon."Adrian mengeluarkan obat dan memberikannya kepada Salsa.Salsa menaikan satu alisnya."diminum jangan diliatin mulu,"ucap Adrian lalu meninggalkan mereka berdua.

"Gimana?"tanya Ansell.

"Nunggu Om Sean katanya.Kita duduk aja dulu."Ansell menghela napas.

mereka menunggu selama 10 jam Mereka semua lelah,ingin pulang pastinya namun apa daya dengan situasi sepert ini mereka bisa apa?Ansell menghela napas untuk kesekian kalinya.Terdengar suara mobil berdatangan membuat mereka semua mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.

Munculnya Pria tampan berusia sekitar 30 tahun namun masih terlihat muda dan segar.Ansel membulatkan matanya.

"OM SEAN?!"Pekik mereka semua bersamaan.

Pria bernama Sean itu menatap mereka semua kawatir di belakangnya beberapa polisi berjaga.Sean menyuruh mereka semua untuk masuk ke mobil.Ia menghampiri Salsa lalu memeluknya.Salsa menangis di pelukannya.

"Udah acara peluk pelukannya,"sindir Adit.

"Udah tua masih aja cemburu,"cibir Sean membuat Salsa tertawa.Dan sedetik kemudian orang orang berbaju hitam datang dengan pasukan yang lebih banyak mengepung mereka.Pemilik villa bernama John itu datang dengan tawa meremehkan.

"Johnny Blake!"seru salah satu polisi."kita sudah mengincar dia 10 tahun lebih karena kasuh pembunuhan,penculikan,dan kekerasan."

"Kalian semua bodoh!haha!de discipulis eius cepat bunuh mereka semua!"

Orang orang berbaju hitam itu langsung menerjang mereka semua.

****

Tbc.

de discipulis eius itu bahasa latin yang artinya murid

Jangan lupa voment,dan jaga kesehatan buat kalian semua.Stay safe dan jangan kemana mana kalo ga penting penting banget.

See you next chapter!

Ghost Around UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang