Chapter 4

267 19 0
                                        

"Ansell kamu harus janji sama Aku."

"Janji apa?"

"Janji kalau jangan kasih tau siapa siapa."

"Hah?maksudnya?"

"Pokoknya Kamu nggak boleh kasih tau siapa siapa tentang apapun yang Aku tunjukin."

"Termasuk Kamu?"

"Yap."

"Tapi kenapa?"

"Gak usah kebanyakan tanya masuk sana,besok temui Aku di tempat awal kita ketemu."

"Oh oke."

Ansell lalu melambaikan tangannya dan masuk ke villa.Di dalam sudah gaduh Ansell geleng geleng kepala tidak bisakah sehari saja Adik adiknya tidak membuat keributan.Membuat Ansell pusing saja.

Ansell lalu berlalu begitu saja tidak minat untuk bermain bersama mereka.Ansell masih memikirkan tentang apa yang dilihatnya tadi.

"Mana teman Kamu?"tanya Ansell kepada Alya.

"Ini temen Aku."

"Mana?"

"Ini."Alya menunjuk burung yang sedang bertengger di batang pohon.Ansell menatap Alya tidak percaya.

"Maksud Aku teman manusia Alya."

"Teman manusia Aku cuma Kamu."

Alya tersenyum membuat Ansell kebingungan sendiri dan Ia mendadak merinding.Alya sepertinya menangkap ketakutan di mata Ansell.

"Kenapa kamu takut?"

"Enggak,bukan gitu.Eh Aku mau balik ke villa deh kayanya orang di villa nyariin Aku deh.Udah malem juga.

"Oh yaudah Aku anterin."

Ansel tentu saja bingung dengan Alya.Cewek itu sangat aneh,ya Ansel mengakuinya.Ansel menepis pikiran buruknya.Ia tidak boleh berpikiran yang tidak tidak.

"Kak Ansel!"Aldrich berlari ke arahnya.

"Abis kemana Kak?kok gak bilang bilang?"

"Kepo Kamu!"

"Dih sekarang gitu ya?Aldrich bosen banget disini.Beneran deh gak bohong mana gaada sinyal lagi gak bisa ngelive,"gerutu Aldrich.Ansel mengusap rambut adiknya.

"Kakak tau tempat yang banyak sinyal disini."Ansel tersenyum jahil ke Adiknya.Aldrich menatap Ansell berbinar binar.

"Serius Kak?dimana?"

"Ikut Kakak."

Ansel berjalan lebih dahulu.Ia memang sudah mengitari semua tempat di Villa ini.Dan Ia tahu tempat tempat tertentu.Seperti ruang bawah tanah,gudang yang sangat amis,dan tempat tempat aneh di rumah ini.Ansel sudah menjelajahinya.

Mereka berdua sampai di lantai tiga.Aldrich baru tau ternyata lantai tiga memiliki tangga untuk naik di atas genteng.Ansel membantu Aldrich untuk naik.Setelah mereka berdua berhasil duduk Aldrich menatap pemandangan dengan takjub.Pemandangan malam hari sangat benar benar menabjubkan tak heran jika Aldrich langsung memekik senang.

"Wah beneran ada sinyal Kak."Aldrich tersenyum lebar."Ia lalu memulai live di intagramnya.Ansel tersenyum menatap Adiknya.Ia lebih memilih memeluk lutut sambil menatap sekelilingnya dengan seksama.Pandangan Ansel berhenti saat melihat orang yang beberapa hari belakangan ini membuatnya penasaran yaitu pemilik vila yang sedang melakukan sesuatu yang sangat janggal."Jadi gue sama Kakak gue yang tampannya kelewatan ini lagi di atas villa penginapan keluarga gue.Karena gak ada sinyal jadi gue manjat deh sampe sini.Aldrich tau kok fans Aldrich banyak yang kangen gara gara Aldrich dikeluarin di sekolah.Tapi tenang aja Aldrich gak bakal hilang kok.Hehe.Oh iya Kak Ansel kok diem aja liatin apa?"tanya Aldrich.

"Nggak bukan apa apa."

Selalu saja saat Ansel menatap pemilik vila dari kejauhan pemilik vila itu seperti mengetahui sedang diawasi.Ia langsung menatap Ansel,Ansel terkejut bukan main.Bagaimana pemilik vila itu bisa tau jika Ansel sedang mengawasinya?ah Ansel jadi merinding.

"Aldrich kita turun yuk!"

"Eh kenapa Kak?lagi asik nih Kakak duluan aja deh."

"Nggak kita harus turun."

"Kenapa sih?"

"Ada yang gak beres disini."

"Hah maksudnya."

"Tutup live nya."

Aldrich gelagapan lalu Ia menutup live instagramnya.Ia mengikuti Kakaknya yang sudah turun di lantai tiga Aldrich masih bingung,apa maksud Kakaknya bahwa ada yang tidak beres?Aldrich juga menatap Kakaknya yang sedang kebingungan dan terlihat takut.

"Kak ada apasih?"

"kayanya ada yang gak beres deh sama pemilik villa ini."

"Hah maksudnya?"

"Dia aneh."

"Hah?aneh maksudnya?"

"Kakak selalu liat dia ngomong sama seseorang tapi gaada orang disana!"

"Jadi pemilik villa ini selalu ngomong sama setan gitu?"

Ansel mengangguk.Aldrich terdiam lalu kemudian tertawa.

"Hari gini masih percaya gituan?Kakak kebanyakan nonton film horor kayanya."Aldrich berjalan mendahului Kakaknya sambil tertawa.

"Kakak serius!"

"Udah ah Aldrich capek.Terserah Kakak deh,yang pasti Aku gak percaya sama gituan."

*****

Tbc.

Ghost Around UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang