Ansel,Adrian,Adriana,AldrichAl,Alice,Ara mengendap ngendap keluar villa.Nekat memang namun rasa penasaran mereka melebihi apapun.Ansel memimpin di depan dan Adrian paling belakang.Jarak villa mereka dengan rumah pemilik villa tidak terlalu jauh namun harus melewati hutan belantara yang sangat menyeramkan di malam hari.
Burung hantu memantau mereka berdua.Ansel dengan hati hati menyibak daun daun yang menghalangi jalan mereka.Mereka sampai di rumah besar pemilik villa yang cukup besar namun sangat menyeramkan seperti tak terurus.
Ansel menelan salivanya dengan susah payah,oke dia harus bisa.Ansel berjalan mengendap ngendap.Sekarang mereka berenam sudah sampai di depan pintu.Ansel menoleh ke belakang ke lima adiknya mengangguk dan Ansel membuka pintu dengan pelan pelan tanpa menimbulkan suara.
Ansel menutup mulutnya ketika laba laba hampir saja jatuh ke kepalanya.Ia melanjutkan langkahnya.Sepertinya pemilik villa sedang tidur.Semoga saja.Ansel lalu mengecek ruangan satu per satu.Mereka bertujuh dibagi menjadi dua,Ansel,Alice dan Al.Adriana,Adrian dan Aldrich dan Ara.
Ansel memeriksa lantai satu dan Adrian di lantai dua.Rumah pemilik villa ini sama persis seperti villa yang membedakan rumah pemilik villa lebih menyeramkan.Ansel akhirnya menemukan kamar pemilik villa.Ia masuk ke dalam dan tidak ada siapa siapa.Alice menutup hidung karena ruangan ini sangat bau,bau amis tepatnya.
Ansell memeriksa laci satu per satu.Alice juga ikut membantu sedangkan Al menjaga di depan pintu.
"Kak cepetan takut nih,"ucap Al pelan.
Ansel dan Alice tidak menemukan apa apa,laci itu kosong.Bahkan di lemari pun tidak ada baju sama sekali.Ansel sangat bingung.Apa yang harus Ia lakukan sekarang?karena sudah memeriksa semuanya dan tidak menemukan apa apa mereka memutuskan untuk naik ke lantai dua menemui Adrian.
Ansel berhenti dengan tiba tiba membuat Alice menabrak punggung Ansel dan Al menabrak punggung Alice.Ansel menarik ke dua Adiknya bersembunyi di ruangan,entalah Ansel juga tidak tahu ruangan apa karena Ia takut pemilik villa itu melihatnya jadi Ia dengan reflek menarik adiknya.
Pemilik villa itu berjalan sempoyongan menuju ke kamarnya.Ansell menghela napas untung saja.Alice menarik tangan Ansel.Ia menemukan sesuatu di tempat ini tapi sebelumnya Alice mengunci pintu terlebih dahulu lalu menyalakan senter ponselnya.
Mereka bertiga terdiam di depan sebuah lemari usang.
"Apa jangan jangan semua berkas berkas pemilik villa ada di lemari ini?kaya kartu indentitas atau apa gitu?"tanya Al.
"Gue gak tau,"sahut Alice.
Ansel lalu maju lemari itu terkunci.Dan Ansel,Alice dan Al sedang berusaha mencari kunci.Ansel memeriksa seluruh ruangan.Dan Ia menemukan kunci itu di bawah meja.Ia segera memungut kunci itu dan mencoba membuka lemari itu namun tidak bisa.
"Kak ini ada kunci,"ucap Alice lalu memberikannya kepada Ansel.
Ansel mencoba membuka lemari itu namun tetap saja tidak bisa.
"Pasti ada kunci lagi."
Al menemukan kunci ketiga dan menyerahkannya kepada Kakaknya.Percobaan terakhir dan masih tidak bisa dibuka.
Ansel mendengus kesal.Ingin sekali Ia membuka lemari misterius ini namun bagaimana caranya?Ansel tidak sengaja menginjak sesuatu.ia menunduk dan mendapati kunci dengan bercak darah.Ia memunguti kunci itu.
Dan langsung mencoba kunci itu perlahan tapi pasti gembok terbuka.Alice bersorak girang.Ansel membuka lemari itu dan...
"AAAAAAAAAAAAAAAA.............."
Terdapat tangan dan kaki juga mata yang terpisah dari tubuh.Ansel segera menutup mulut kedua Adiknya.Gawat mereka berdua ketahuan.
****
Tbc.
Jangan lupa voment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost Around Us
Mystery / ThrillerMereka yang tak terlihat akan selalu ada menghantui mereka. [My annoying boyfriend but make it horror]
