Ara berjalan ke tengah ruangan diikuti oleh Ten.Mereka berdua mengendap ngendap.Mereka tidak tahu harus kemana lagi.Namun Ara memiliki ide untuk ke kamar Jeff dan mengambil kunci lalu segera pergi.
Usulan ini disetujui oleh Ten sendiri.Mereka berdua akhirnya berjalan tanpa suara ke kamar Jeff.Jeff sedang tidur dan Ara sangat bersemangat untuk mencari kunci rumah ini.Ara mencari ke lemari nakas dan semuanya.Dengan hati hati tentunya.
Hanya Ara yang mencari sedangkan Ten memegang kayu dan berdiri di depan ranjang Jeff.Jika Jeff bangun ia akan segera mengayunkan kayu itu ke kepala Jeff.Ara tidak menemukan kunci itu.Di lemari,nakas,di bawah ranjang.
Ten mendekatkan wajahnya lalu dia melihat kunci yang hampir jatuh di saku celana Jeff.Ara menutup mulutnya.Bagaimana bisa mereka mengambilnya?akhirnya Ara berusaha mengambil kunci itu dengan hati hati tanpa membangunkan pemilik kunci itu.
Dan Ara berhasil mendapatkannya.Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya usaha mereka untuk keluar itu terlalu mudah.Ara dan Ten turun.Mereka berlari ke ruang utama dan langsung membuka kunci pintu.
Ara tersenyum senang.Ia akan bebas.Ia akan bebas.Ia membuka pintu itu dengan kunci yang dipegangnya.Namun pintu itu tidak bisa terbuka.Ara sudah mencobanya dua kali.Menariknya dan memasukannya kembali ke dalam lubang.Namun pintu itu tidak bisa membuka.
"ARA AWAS!"Ten berteriak dan tubuh Ara terpelanting.
Ara menyentuh dahinya yang berdarah lalu bangun namun Jeff sudah menarik rambutnya dan menyeretnya.Ara berteriak dan memberontak sekuat tenaga.Ara melihat Ten hanya berteriak disana tidak menyelamatkannya.Mengapa?apakah Ten ingin Ara mati?
Ara memberontak kali ini ia lebih kasar dan Jeff mengaduh karena Ara menggigit kakinya.Dan Ara memanfaatkan hal itu untuk lari.Namun itu semua sia sia.Karena pintu belum terbuka,dan kunci aslinya masih berada di tangan Jeff.
Ara mencoba berlari ke arah lain asal Jeff tidak menangkapnya.Namun ia terjatuh.Ia tersandung tangan seseorang dan saat ia melihat tubuh itu bibir Ara terkatup rapat.Ia menatap jasad itu ia lalu mengusap wajahnya berharap bahwa ia salah.
Di depannya terbaring tubuh Ten yang berlumuran darah.Ara diam tidak bergerak.Dan sekarang Jeff berada di dekatnya.Ten sudah mati?bukannya Ten masih hidup?Ten menamaninya selama melarikan diri bukan?
"Dia siapa?"Ara bertanya kepada Jeff.
"Dia Ten lah bodoh!kamu juga akan jadi seperti dia nanti."Jeff tertawa,
"Dia bukan Ten!"sanggah Ara.
"Dia Ten.Dia sudah mati,dia mati karena mencegahmu membunuhmu."
Ara menatap Jeff dengan pandangan bertanya.
"Dasar bodoh!waktu aku membunuh kakak kelas yang tolol itu kamu dan Ten berhasil melepaskan ikatan di kursi dan kabur bersama kamu.Dan bodohnya lagi kamu malah balik dan milih buat menyelamatkan teman teman kamu.Asal kamu tahu,saya melihat kamu saat itu dan si Ten yang sok pahlawan itu mempertaruhkan nyawanya sendiri demi kamu.Hebat sekali ya dia."Jeff bertepuk tangan dan tertawa.Ara menatap jasad Ten dan menangis.
Jadi Jeff sudah mati?Ara mengerti bahwa Ten tidak pernah makan dan tidur saat bersamanya di ruang bawah tanah.Ten juga tidak bisa berbuat apa apa saat Jeff menyeretnya tadi.Ara mengacak rambutnya.Jika saja ia mengingat pesan Ten untuk tidak kembali.Ten pasti masih hidup.Ara menyalahkan dirinya sendiri atas kemtatian Ten.
"Sini kamu!"Jeff menarik rambut Ara dan memukulinya.
Sekarang waktunya Ara untuk menyusul Ten.
****
Tbc.
Jangan lupa voment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost Around Us
Mistero / ThrillerMereka yang tak terlihat akan selalu ada menghantui mereka. [My annoying boyfriend but make it horror]
