Srakkkk
Adriana menutup mulutnya Ia tidak sengaja menginjak daun daun kering.Alice menoleh ke belakang.Adriana langsung bersembunyi.Ia mengutuk dirinya sendiri.Alice lalu keluar dan menatap sekitar.Namun tidak menemukan siapa siapa.Alice berjalan keluar siapa tahu tidak jauh.Alice tahu itu pasti seseorang yang membuntutinya.Dan Adriana memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk ke dalam.
Adriana jongkok dan menepuk pipi Alice pelan.Alice berguman dan mengerjap ngerjap.Adriana lalu mencoba melepas ikatan Alice.Tapi Ia berhenti sejenak.Ia harus memastikan sesuatu.
"Ini lo kan?"tanya Adriana.
"Aku dimana kak?"
"Coba jawab pertanyaan gue dulu!siapa orang yang paling gue benci?"
"Kak Adrian."
"Oke lo bener adek gue."
Setelah melepaskan ikatan Alice.Adriana membantu Alice berdiri.Ia ingin menyerbu Alice dengan berbagai pertanyaan namun sepertinya Alice juga bingung dengan dirinya sendiri.Saat baru selangkah berjalan Alice yang palsu datang membuat Alice kebingungan dan hampir pingsan.
"Kak Adriana?kakak ngapain disini?"tanya Alice yang lain.
"Lo bukan Alice!"
"Aku Alice kak dia yang bukan Alice."dia menunjuk Alice yang bediri di samping Adriana.Adriana menggeleng."lo bukan Alice gue tau adek gue.Dan lo!gue gak tau lo siapa dan apa maksud lo ngiket Alice dan ngehasut saudara gue dan juga orang tua gue buat benci sama gue dan ngaggep semua yang lo omongin itu bener?"
Dia tertawa dan merubah wujudnya menjadi anak kecil yang memiliki bekas luka bakar mengerikan.Alice sepertinya ingin pingsan namun Adriana melarangnya.
"Di-di-dia Jerome!"
"Si-siapa Jerome?"tanya Adriana.
"Hantu di apartemen Kak Ansell."
Adriana menatap Jerome yang tertawa.
"Jadi selama ini Jerome yang jadi lo."Alice mengangguk."nggak ada kerjaan lo ya!"bentak Adriana."mau lo apa?"
"Mau aku kalian semua mati!"Jerome cekikikan.
"Lo bukan Tuhan,lo cuma setan yang gak berguna.Jauh jauh dari keluarga gue!"
Adriana memapah Alice untuk keluar namun Jerome menghadangnya.Luka mengerikan itu membuat Adriana begidik.Namun Ia pura pura berani.
"Alice bantuin gue dong,"bisik Adriana.
"Jerome jangan ganggu Aku lagi,"ucap Alice akhirnya meskipun hampir tidak terdengar.Namun Jerome tidak mendengarkannya.
"Karena kalian tahu semuanya kalian harus mati!"ucap Jerome.Matanya berkilat kilat lebih menyeramkan dari sebelumnya dan dia mengambil pisau dari saku celananya.Adriana dan Alice mundur beberapa langkah.Adriana menatap Alice.Alice menggeleng.
"Lo gak bisa ngusir setan apa?"bisik Adriana,Alice menggeleng.
"Aku cuma bisa lihat setan Kak."
"Gila lo mau mati konyol disini?"celetuk Adriana masih mundur beberapa langkah karena Jerome semakin maju dan menodongkan pisau.
"Kak gimana dong?"Alice gemetaran.
"Baca ayat kursi cepetan!"
"Duh kak Alice gak tahu."
"Cari di internet!"
"Aku aja gak tahu hp aku dimana."
Adriana menepuk jidat."gak usah idup deh lo Lice."
Jerome semakin mendekat dan menampilkan smirknya.Ia lalu melayangkan pisaunya ke arah Alice namun Alice sempat menunduk dan berlari diikuti Adriana.Tapi pintu tiba tiba menutup membuat mereka tidak bisa keluar.
"Kak gimana dong pintunya gak bisa dibuka!!didobrak yuk!"
"Lo gila?!ini gubuk tau lo mau gubuknya roboh?"
"Kalian nggak akan bisa lari!meskipun kalian berusaha kalian nggak akan bisa."
"Kak cuma satu caranya,"gumam Alice."kita harus tancepin paku ke kepalanya."
"Kita keburu mati kali Lice."
"Aku punya rencana.Aku bakal ngalihin dia dan kakak harus cari paku."
"Mana ada paku disini?"
Belum menjawab pertanyaan Adriana Alice sudah maju mendekat ke arah Jerome.
"Bagus,kamu berani sekali."
"Tujuan kamu apa?"
Adriana memanfaatkan kesempatan untuk mencari paku.Alice mencoba membuat Jerome terpancing dan terus menatap ke arahnya.Adriana mengedarkan pandangan ke kanan dan ke kiri ada sebuah paku yang tertancap di pintu dan Adriana langsung mengambilnya.Namun sulit sekali terlepas.Adriana menariknya kencang dan paku tersebut berada di tangannya.
Adriana menoleh ke belakang namun Alice tidak ada di sana begitu pula dengan Jerome.Adriana menoleh ke kanan dan ke kiri,dimana mereka.
"Tolong!!!"
Adriana mendengar jeritan Alice dan mencarinya.Namun tidak ada siapa siapa.Adriana mendengar sesuatu di belakangnya dan bertepatan dengan itu Ia terpelanting dan mencium tanah.
Adriana mencoba bangkit.Pakunya ikut terlempar dari tangannya dan sekarang berada di kaki Jerome namun Jerome tidak menyadarinya.Namun sepertinya kakinya terkilir Ia tidak bisa berdiri.Jerome tersenyum lebar.
"Kan udah aku bilang kamu nggak akan bisa keluar dari sini."
"Dimana Alice?!"
"Dia ada."
"Dimana Alice?!"tanya Adriana dengan suara meninggi.
"Aku akan membunuhmu jadi kamu bisa bertemu dengan dia."
"Gila lo ya?!"
Jerome tidak menjawab lagi namun pisaunya sudah terangkat dan Ia akan menusuknya ke perut Adriana namun sebelum itu terjadi Alice sudah menancapkan paku ke kepala Jerome.Jerome berteriak kesakitan,Alice mundur dan lalu teriakan itu perlahan memudar dan Jerome hilang.Alice dan Adriana membeku di tempat.
"Di-dia udah mati?"
****
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost Around Us
Mystery / ThrillerMereka yang tak terlihat akan selalu ada menghantui mereka. [My annoying boyfriend but make it horror]
