Aku menaiki podium dan berdiri disebelahnya dengan rasa kesal. Aku menampilkan senyuman tipis yang kupakai sebagai andalanku.
Seluruh pasang mata melihatku dengan berbagai tatapan. Ada yang iri, ada yang merasa jijik, ada yang merasa 'mungkin' aku cocok dengan Leandro dan ada yang melayangkan tatapan tidak percaya.
Mataku menangkap sosok Sakura yang asik mengacungkan jempolnya dari kejauhan. Bahkan segerombolan gadis yang duduk didepanku seperti terkejut melihat wajahku, apalagi ketika melihatku berjalan dari arah bangku yang ada di belakang mereka. Mungkin mereka tak sadar bahwa aku ada dibelakang mereka tadi.
"Aku tidak akan memaafkanmu, Leandro!" desisku.
"Coba saja, sayang," sahut Leandro dengan suara kecil. Tangan kekarnya mulai merangkul pinggangku dengan nakal.
Deg.
Jantungku berhenti detak sebentar. Kenapa aku merasa malu mendengarnya memanggilku dengan sebutan 'sayang'? Ada apa denganku? Argh.. Jangan sampai aku jatuh cinta kepadanya.
***
Beberapa menit sebelum seminar berakhir, aku dan Leandro beranjak keluar aula. Pria itu malah menarik ku keluar aula ketika aku akan kembali ke tempatku. Kulihat Sakura memandangku dengan penuh tanda tanya dan aku mengatakan lewat kode bahwa aku akan diluar aula. Syukurnya, dia mengerti maksudku.
BUGH!
Aku meninju keras lengan kekar Leandro. Dia menatapku dengan heran dan aku agak meringis. Efek meninju lengan seorang pria kekar. Entah terbuat dari apa lengan kekarnya yang ibaratkan sebuah baja itu.
"Kenapa kau mengatakan itu didepan mereka semua?" tanyaku geram. Jika aku tidak mengingat bahwa aku masih berada di kampus, aku akan mencabik-cabik wajah tampannya itu dengan kuku jariku.
"Menga—" Aku memotong pertanyaan bodoh Leandro yang seolah-olah ia berpura-pura tak ingat apa yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
"Kau mengatakan didepan mereka semua, bahwa aku adalah 'calon istrimu'!" kataku dengan memberikan penekanan diakhir kalimat.
Leandro menatapku terus melipat kedua tangannya didepan dada. Carolos berada tepat dibelakangnya dan ia hanya tersenyum tipis memandangku. Aku melengos.
"Kau memang calon istriku, Kaylie. Apakah salah aku mengakuimu didepan semua warga kampus ini? Ah, tidak semua. Hanya anak-anak dari gedung Sastra beserta dosen-dosennya. Tetapi, secepatnya juga, kabar itu akan menyebar!" kata Leandro sambil tersenyum miring.
Senyum macam apa itu, hah!? Aku menggertakkan gigiku. Ingin ku tampar rasanya pipi nya itu. Apakah dia tak memikirkan resikonya jika dia mempublik apa yang terjadi antara aku dan dirinya? Dasar bodoh. Dasar otak dangkal.
"Terserah kau saja!" kataku sambil berlalu dari hadapannya. Baru saja aku akan melangkahkan kakiku, kurasakan Leandro menarik tanganku dan membuatku menghantam badannya.
Ia sedikit menundukkan badannya sehingga kepalanya berada di dekat telingaku.
"I love you, my wife," katanya dengan nada lembut kemudian melepaskan dirinya.
Cup.
Ia mencium bibirku dengan singkat tetapi terasa lembut. Kemudian, ia berjalan berbalik arah dan diikuti oleh Carolos. Aku terpaku diam mendengar perkataannya dan.. ciumannya yang tiba-tiba.
"Bibirku.." gumamku sambil menyentuh bibir tipisku.
"ARGHHH!! BIBIRKU TAK PERAWAN LAGI!!!" pekikku dengan nada yang melengking.
*****
To be continued.
Jangan lupa untuk berikan vote, support cerita ini dan share ke temen-temen kalian!
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romance[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)