Kami pun telah sampai di rumahku. Aku berdiri di balik pagar, sementara Sakura berada didalam mobilnya.
"Apa perlu aku mengantarmu sampai ke dalam?" tanya Sakura. Ya, dia seseorang yang sangat sayang kepada sahabatnya, mungkin saja.
"Ah, tidak perlu. Kau pulanglah sana!" usirku sambil terkekeh.
"Kau mengusirku. Dasar biadab," umpat Sakura. Kemudian dia melambaikan tangannya kepadaku dan aku membalasnya.
Aku masuk ke dalam rumah dengan langkah yang lemah. Aku melepaskan sepatuku dan menaruhnya di bawah kursi teras. Kemudian, aku mendorong pintu rumahku dengan pelan dan masuk kedalam. Lalu aku menutupnya kembali.
Ketika aku melewati ruang tengah, dua suara yang terdengar kompak telah mengagetkanku. Aku menoleh dan berjalan kearah mereka. Kemudian, aku duduk di sofa kosong yang ada disana.
"Darimana saja kau?" tanya Jack sambil memakan cemilannya.
"Pusat perbelanjaan bersama Sakura," jawabku lengkap. Aku memejamkan mataku sejenak, bermaksud merehatkan mataku yang terus terbuka sejak pagi.
Tiba-tiba..
BRAK!
Aku terkejut mendengar suara bantingan itu. Aku membuka mataku dan melihat setumpukan kertas didepan mataku. Ku lirikkan mataku kearah Jace yang sedang berdiri dan memasukkan kedua tangannya di saku celana santainya.
"Leandro menyuruhku memberikan ini kepadamu," ujar Jace yang kemudian menjatuhkan badannya ke sofa. Jack hanya memperhatikanku dan kertas-kertas tersebut sembari menyantap cemilannya.
Aku turun dari sofa dan meraih tumpukan kertas-kertas tersebut. Atau mungkin lebih bagusnya, tumpukan berkas.
"Ini.. data-data perusahaan yang bersaing dengan perusahaan keluarga Leandro," gumamku.
"Ya, salah satunya perusahaan Akinwole," timpal Jace.
Sedikit cerita, Akinwole adalah sepupu jauh dari pihak ibuku. Dia adalah cucu dari saudara bungsu kakekku. Semoga saja dia tak akan berbuat apa-apa dengan kami se-keluarga.
Aku menyusun kembali berkas-berkas itu dan membawanya menuju kamar. Aku mengatakan kepada dua kembar tampan itu akan beristirahat dikamar.
***
Sesampainya di kamar, aku membanting berkas-berkas tersebut diatas meja belajarku dan menghela nafas panjang. Sepertinya, hari-hari sibuk ku akan dimulai pada hari ini.
Aku menarik kursi dan duduk berhadapan dengan meja belajar tersebut. Aku kembali membongkar isi berkas-berkas tersebut dan membacanya dengan teliti. Dan, ada perusahaan keluargaku yang ternyata bekerjasama dengan perusahaan Leandro sejak lama.
Ketika aku membaca teliti berkas tentang hubungan kerjasama perusahaan keluarga-ku dengan Leandro, aku terkejut melihat sebuah kalimat yang berbunyi : ..
"Agar kerjasama terjalin terus-menerus, pihak pertama yang beratasnamakan perusahaan Kaylie harus menikahkan putri mereka dengan putra pertama pihak kedua yang beratasnamakan perusahaan Alcander."
What the hell!?
Jadi? Perusahaan keluargaku bukannya bangkrut, malah mempunyai utang kepada perusahaan keluarga Leandro? Oh, shit.
Aku menutup kasar berkas-berkas itu dan berjalan keluar kamar. Tanpa kusadari, ada sebuah kertas kecil yang jatuh ke lantai.
Aku berjalan menuju kamar orang tuaku dan mengetuk-ngetuknya dengan sangat keras. Rasanya aku sangat marah karena aku tak pernah tau bahwa perusahaan kami sedang berhutang dengan perusahaan keluarga Leandro dan harus mengorbankan aku.
BRAKK!!
Aku mendorong pintu kamar orang tuaku dan ku dapati Mama dan Papa sedang asik bermain catur. Astaga.
Mama dan Papa pun menghentikan permainan mereka, terus memandangku dengan tatapan heran sekaligus terkejut. Aku berkacak pinggang memandang mereka.
"Perusahaan kita punya utang sama perusahaan keluarga Leandro!? Kenapa Mama tidak pernah mengatakannya kepadaku, hah!?" tanyaku pada Mama.
"Hey, Nak. Tenanglah." Mama beranjak dari atas kasurnya dan menghampiriku. Begitu juga dengan Papa. Mereka berdiri didepan ku dengan tatapan penuh tanda tanya, kenapa aku tiba-tiba menanyakan tentang itu pada mereka. Maybe, mereka terkejut.
"Apa benar kita punya hutang pada keluarga Leandro?" tanyaku sekali lagi dengan penuh selidik.
Papa dan Mama terdiam, kemudian mereka saling pandang. Aku tak sabar menunggu jawaban dari mereka. Aku tidak akan marah atas jawaban mereka, hanya saja aku kecewa kenapa aku yang notabene sebagai anaknya tidak di kasi tau apa-apa.
"Bagaimana kau bisa menanyakan hal itu kepada kami?" tanya Mama balik menyelidiki-ku.
"Leandro memberikanku berkas-berkas perusahaan yang bekerja sama maupun yang bersaing dengannya. Dan yeah, ku dapati perusahaan kita yang ternyata mempunyai hutang sehingga harus mengorbankan anak sulungnya," jelasku dengan memberi penekanan di kalimat 'anak sulungnya'.
Mama dan Papa menghela nafas secara bersamaan dan menatapku dengan tatapan hangat. Hm, entahlah, itu tatapan apa.
"Ya, kami memang punya hutang. Lebih tepatnya, hutang budi."
Sesuai dugaanku. Mereka punya hutang.
*****
To be continued.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romansa[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)