Hari demi hari telah berlalu. Tibalah hari pernikahanku dengan Leandro. Aku sedang mempersiapkan diri di sebuah ruangan yang telah di khususkan oleh Leandro. Penata rias serta busana yang disiapkan oleh keluarga Leandro melakukan tugas dengan baik.
Aku memandang wajahku yang tampak cantik bak bidadari di cermin. Haha, oke aku mulai memuji diriku terlalu berlebihan.
Sakura. Dia ada disini. Bahkan aku mendengar kabar bahwa Sakura telah dilamar oleh manajernya itu. Astaga. Aku tidak sangka dia akan menemukan pujaan hatinya.
"Dia memberikanku cincin kemudian mengatakan "Apakah kau ingin menjadi teman sehidup sematiku, rekan kerjaku, Sakura?" kepadaku seperti itu!!!" cerita Sakura dengan nada riang.
Dari pantulan cermin untuk ku berias, aku melihat Sakura yang terus memandang cincinnya yang melingkar manis di jari manis.
"Ahh, aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kami!!" Sakura berkata dengan riang gembira.
Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Sang penata rias dan busana begitu juga. Mereka, para penata rias dan busana juga ikut menahan tawa mendengar penuturan Sakura.
"Kira-kira aku harus mengadakan pesta yang mewah atau tidak, ya? Ah, jangan mewah-mewah! Pasti nilainya sangat fantastis nanti! Tapi kalau pakaian pernikahan kami kayaknya tidak apa jika mewah!" tuturnya.
Tak lama kemudian pun, persiapanku telah selesai. Sudah saatnya aku memulai hidup baru bersama Leandro, suamiku.
"Eh, Tuan Putri kita sudah menyelesaikan persiapannya! Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda merasa gugup, grogi atau bercampur aduk?" cerca Sakura bak seorang jurnalis. Teman kurang ajar.
"Diamlah, bodoh!" tegurku geram. Mati-matian aku menahan kebiasaan memukul ku ketika sedang geram di depan orang banyak.
"Aku menunggu video panasmu di malam pertama, temannnnnn....!" bisiknya ketika aku berjalan menuju altar perkawinan di salah satu Gereja Katedral yang ada di Boston.
Aku berjalan menuju altar perkawinan dengan Papaku sebagai gandengan. Kurasa ia menahan tangisan bahagianya karena putri sulungnya yaitu aku telah menikah di usia muda seperti ini. Tentu saja Mama, Jace dan Jack juga. Hanya saja, Jace tetap dengan wajah datarnya.
Di altar perkawinan, Leandro telah menungguku dengan balutan jas yang keren. Astaga. Ia tampak tampan disana. Bahkan di altar perkawinan sudah ada Pastor yang akan memberkati perkawinan kami. Astaga rasanya aku keringat dingin. Ku harap riasanku tidak luntur.
Banyak wartawan yang siap meliput pernikahan kami. Ya, pada akhirnya, kami melakukan acara pernikahan ini, dari akad nikah hingga resepsinya nanti secara umum. Para wartawan boleh meliputi kami dengan undangan yang diserahkan.
Sesampainya di altar perkawinan, aku melangkah dan berdiri sejajar di sebelah Leandro. Sang Pastor memulai misa pemberkatan perkawinan kami berdua. Aku memainkan jempolku dengan pelan sebab rasanya seperti mimpi. Kisahku menuju pernikahan ternyata serumit ini, namun akhirnya benar-benar terwujud.
Seusai pengucapkan pemberkatan perkawinan, sang Pastor mempersilakan kami berdua untuk mengucapkan janji suci pernikahan. Kami saling berhadapan dan bergenggaman tangan agar Tuhan semakin yakin untuk mempersatukan kami sampai maut memisahkan. Dimulai dari sang mempelai pria, yakni Leandro.
Leandro :
"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Leandro Alcander dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu, Amoureyza Kaylie menjadi isteri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya."
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romance[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)