CHAPTER 49

5.3K 228 4
                                        

"Nona Sakura, kita sudah sampai di bandara," tegur Pengawal Yuan sembari menggoyangkan tubuh Sakura dengan lembut.

Astaga, aku dan Azkeh merasa terjebak dalam film romantis seperti di siaran televisi. Seumpamanya Sakura dan Pengawal Yuan sebagai tokoh utama, sementara aku dan Azkeh menjadi nyamuk-nyamuk disekitar mereka.

"Eunghh.. Dasar tukang kacau!" gumam Sakura sambil mengucek-ucek matanya. Pengawal Yuan hanya tersenyum mendengar gumaman majikannya itu.

Aku dan Azkeh saling berpandangan, lalu menatap datar kearah Sakura yang tak tau berterima kasih karena sudah di bangunkan.

Pengawal Yuan keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Sakura. Disusuli aku dan Azkeh keluar dari mobil dengan sendirinya. Kemudian, aku membantu Pengawal Yuan menurunkan koper-koper kami.

"Biar saya saja, Nona Kaylie!" cegah Pengawal Yuan.

"Tidak apa-apa. Saya bisa sendiri. Pengawal Yuan bawakan saja koper Sakura," jawabku dengan senyuman. Pengawal Yuan mengangguk dan membawa koper Sakura.

Sementara aku membawa koperku sendiri dan kopernya Azkeh. Pastinya tangannya masih terasa sakit untuk memegang atau mengerjakan sesuatu.

Setibanya kami di ruang tunggu pesawat, Pengawal Yuan berpamitan dengan kami. Terutama ia sangat berpamitan dengan Sakura.

"Nona Sakura, tolong jaga kesehatan di Eropa. Saya akan merindukan Nona!" pesan Pengawal Yuan dengan bahasa formal.

"Aku merasa baper, Azkeh," bisikku pada Azkeh. Kami berdiri beberapa langkah di belakang Sakura.

"Ya, aku juga," timpal Azkeh. Kemudian, kami terkekeh bersama.

"Aku mengerti, Yuan. Pulanglah sana! Jaga villa-ku baik-baik," balas Sakura sembari berbalik badan dan menghampiri kami berdua. Kulihat Pengawal Yuan sudah pergi pulang ke villa, mematuhi semua pesan Sakura.

Kami alias aku, Sakura, dan Azkeh, menunggu di lobby penunggu bandara. Menunggu pesawat kami siap mengantar. Tidak ada yang membuka percakapan.

"Apa kau yakin akan meninggalkan Boston?" tanya Sakura padaku tiba-tiba.

Aku nenoleh kearahnya dan tersenyum tipis, "Aku tak yakin, sebab aku harus meninggalkan keluargaku disini."

Sakura menghela nafas dan menepuk pundakku dengan lembut, "Kau bisa berubah pikiran sebelum kita pergi, teman."

Aku terdiam sejenak.

"Ya, kau bisa berubah pikiran sebelum pesawat kita siap antar. Biar aku dan Sakura saja yang pergi ke Eropa," ujar Azkeh. Tangannya yang berbalut perban, menyentuh tanganku dengan lembut.

Aku menatap mereka berdua nanar dan tersenyum tipis. "Tidak. Aku sudah memutuskan untuk pergi dan aku tak bisa merubahnya," kataku akhirnya.

Sakura merangkulku dan memelukku. Begitu juga dengan Azkeh. Aku merasa hangat ketika dipeluk, dan juga merasa haru sebab mereka mengerti akan diriku. Setitik air mata mulai jatuh dari ujung mataku.

Aku sedikit sesegukan karena tiba-tiba menangis kecil. Beberapa orang mulai memperhatikan kami, walau hanya sekilas saja.

Sakura melepaskan pelukannya, disusuli oleh Azkeh, yang kemudian memandangku dengan tatapan ingin menertawakan.

"Kau terlihat bodoh ketika menangis, Kaylie!" ledek Sakura, yang disambung dengan suara tertawaan Azkeh. Aku memasang wajah kesal dan menghapus air mataku.

Kemudian, kami bertiga saling tertawa bersama. Aneh? Memang begitulah adanya.

"Ladies and gentlemen, flight number XX with the destination from Springfield to Venice has arrived. Passengers are welcome to enter the aircraft cabin!"

Pengumuman dari pihak pesawat membuat kami bertiga, Sakura, aku dan Azkeh, bergegas memasuki lobby pesawat untuk menaruh koper di bagasi dan kemudian berjalan memasuki pesawat.

Sepuluh menit kemudian, pramugari yang bertugas mengatakan bahwa pesawat akan lepas landas. Dan ketika pesawat sudah lepas landas, aku memandang keluar jendela.

"Good bye and see you later, Massachusetts!" gumamku sambil tersenyum tipis.

*****

THE END : SEASON 1.

Tenang saja, ini bukan akhirnya. Season 1 baru saja tamat dan aku bakal nerbitin Season 2.

Masih update kaya biasa kok! Tenang-tenang ae. Belum tamat beneran kok. Baru season nya aja yg tamat. Hehe.

Gosah marah-marah, wkwkwkwk.

See you later!

MINE IS TERRIBLE [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang