Sesampainya kami di Hotel Archer, aku langsung ke bagian resepsionis dengan tergesa-gesa. Bahkan Leandro menyusulku dengan langkah yang cepat juga.
Bohong jika Leandro masuk dengan lancar. Tentu saja tidak. Leandro itu pria dengan pesona yang kuat. Pengagum Leandro yang kebetulan berada di sekitaran Hotel Archer langsung menghampiri dan berkumpul mengelilingi Leandro.
Untungnya aku sudah memasuki hotel sebelum peristiwa itu terjadi.
"Excuse me, Miss. Can you help me?"
"Yes, of course. Apa yang bisa saya bantu untuk Anda?"
"Apakah disini ada pemesan kamar atas nama Jack?" tanyaku.
"Wait a minute, miss. I will look for his name on the guest list!"
Lima menit berlalu, nona resepsionis pun memberitahuku bahwa ada kamar yang dipesan atas nama Jack.
"The room number is 176. You can go to him!" kata nona resepsionis tersebut.
"Thank you, Miss!"
Aku pun bergegas pergi menuju lift tanpa memperdulikan keberadaan Leandro yang masih terhalang oleh para penggemarnya.
Saat aku memasuki lift, aku memberi kode kepadanya bahwa aku akan menelponnya saat sampai nanti.
Untungnya dia mengerti apa maksudku. Tidak sia-sia Tuhan memberinya otak cerdas dan tidak sia-sia orang tuaku menyuruhku untuk menikah dengan pria tampan sepertinya.
Eh-ah? Aku bersyukur? Mempunyai suami seperti dia kelak? Apa yang aku pikirkan? Hey, bangunlah Kaylie! Kalian hanya menikah karena bisnis. Jangan jatuh terlalu dalam.
Hei, tetapi apakah mungkin jika suatu saat nanti aku akan menyukai Leandro?
Ah sudahlah, yang penting sekarang aku harus menggebrak Jack dan perempuan itu.
***
BRAKK!
Aku mendorong pintu kamar nomor 176. Oh, pemandangan yang seharusnya tak ku lihat, kini ku lihat dengan mata telanjang. Pemandangan haram yang tak pantas ku lihat.
Jack dan perempuan asing itu dalam keadaan bugil diatas ranjang. Yeah, aku mengatakannya, bahwa mereka sedang melakukan percintaan panas.
"Cih. Dasar jalang!" maki ku seraya berjalan masuk dan menarik tangan Jack agar menjauh dari perempuan murah yang dianggapnya sebagai seorang teman.
Teman? Hah! Aku tak 'kan pernah membiarkan Jack menganggapnya seperti itu.
"Kau pakai pakaianmu!" suruhku pada Jack dengan nada dingin. Jack menurut perkataanku dan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. Ia segera menuju kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
"Apa yang kau inginkan dari Jack?" tanyaku pada perempuan itu.
Perempuan itu tersenyum miring dan bangkit dari ranjang. Ia melilitkan selimut hotel pada tubuhnya yang penuh kissmark Jack.
"Yang aku inginkan? Haha, tentu saja duit dari Jack. Kalian orang kaya, pastinya memiliki—"
PLAK!
Aku menampar pipi perempuan itu dengan wajah menahan amarah. Jack yang berada disebelahku hanya bisa menatap perkelahian kami.
"Kau beraninya!" Perempuan itu bersiap menamparku sebab dia sudah mengangkat tangannya.
Takut? Hah, aku tidak takut. Aku menatap matanya dengan tatapan penuh marah, jijik dan dingin.
"Jika tangan kotormu menyentuh wanitaku, maka kepalamu akan ku penggal di kemudian hari, Nona Fersha Gramalie!" ucap seseorang dengan suara berat dari arah belakangku—dengan nada mengancam.
****
To be continued.
Jangan lupa VOTE dan SHARE!
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romance[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)