Aku terdiam. Pikiranku seketika berubah menjadi tentang keluargaku.
Bagaimana ekspresi dan perasaan mereka setelah melihatku pulang nanti?
Aku takut mereka akan kecewa dan memarahiku habis-habisan.
"Aku.. Aku be-belum siap..," ucapku dengan pelan dan sedikit gugup. Aku menengadah kepalaku sehingga bisa menatapnya, sebab tadi kepalaku tertunduk.
Leandro menatapku dengan.. lembut? Apa mungkin? Tapi itu tidak mungkin. Tapi bisa jadi juga.
Entahlah, aku tak tahu apakah itu tatapan lembut atau bukan. Tetapi, tatapan mata nya sangat hangat menurutku. Kejadian malam itu seketika menghilang.
"Your family is waiting for you, honey. Go home. They miss you so much, they won't scold you hard," ucap Leandro yang seolah-olah menenangkan diriku sekaligus meyakinkan diriku agar pulang ke rumah. Alias pulang ke tanah kelahiranku. Boston, Amerika.
"Are you sure? I think they will be disappointed in me and scold me all out," kataku tidak yakin.
Leandro menangkup kedua wajahku dan mendekatkan wajahnya. Nafas hangatnya sangat terasa menerpa wajahku. Mataku dan matanya saling bertemu satu sama lain.
Okey, guys. Ini kesekian kalinya, aku dan Leandro saling berpandangan satu sama lain.
Deg. Deg. Deg.
Oh, shit! Kenapa jantungku berdetak cepat disaat yang seperti ini? Sialan.
"Believe me, Kaylie," ucap Leandro.
Aku diam. Bingung untuk merespon bagaimana.
"Mereka tidak seperti yang kau pikirkan," kata Leandro lagi. "Mereka.. sangat baik dan merindukanmu. Mereka tidak akan memarahimu habis-habisan," lanjutnya.
"Kau yakin itu?" tanyaku.
"I sure, honey," jawabnya.
"I trust you, Leandro," timpalku.
Tanpa meminta ijin, Leandro langsung saja memeluk diriku dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leherku. Astaga, aku terkejut bukan main.
"Apa yang kau lakukan, hey??" tanyaku bingung.
"Biarkanlah aku istirahat sebentar saja," kata Leandro dengan suara beratnya tapi terdengar pelan.
Aku meraba dahinya dan ternyata panas. Dia demam? Kenapa tak bilang sedari awal dan memilih bertahan di depanku? Astaga pria ini!
"Kau berbaringlah dulu di kasurku," ucapku lembut. Aku tak tega membiarkannya tak terurus.
Aku membawa Leandro menuju kasurku dan meletakkannya diatas kasur. Lalu, aku beranjak menuju dapur. Untung saja pintu utama sudah ku kunci.
Aku mengambil kopi dahulu yang terletak diatas meja ruang tamu tadi lalu meneguk-nya hingga habis. Lalu aku ke dapur.
Sesampainya di dapur, aku menyiapkan kompres air hangat untuk Leandro dan teh hangat untuknya. Tak lupa obat penurun suhu tubuh. Ku letakkan semuanya diatas nampan cokelat.
Setelahnya, aku langsung bergegas kembali ke kamar untuk mengobati Leandro. Akan tetapi, hey, kenapa aku begitu baik untuk mengurus Leandro? Bukan kah dia pernah melecehkanku sebelum waktunya dan membuat kulitku menjadi rusak, beberapa hari yang lalu?
Oh my God! What's wrong with me?
Tapi aku akan jujur sedikit mengenai diriku saat ini. Di sisi lain, aku masih merasa jengkel dan benci atas perlakuannya beberapa hari yang lalu. Tapi, di sisi lainnya lagi, aku merasakan bahwa aku bersimpati atau berbaik hati pada dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romansa[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)