CHAPTER 78

2.9K 154 5
                                        

"Hey, bangunlah."

"Kaylie.. Bangunlah.."

"Dasar wanita pemalas! Ayo bangun!"

Berbagai macam seruan mulai memenuhi isi telingaku. Aku yang sedang tertidur pulas, mau tak mau harus bangun karena sudah pusing mendengar ocehan tidak jelas itu. Aku meringkih, lalu bangkit dari posisiku. Kedua telapak tanganku bergerak mengucek serta mengusap-usap wajahku.

Aku menoleh kearah sumber suara yang berhasil mengacau mimpi indahku. Rasanya ingin ku tampar saja orang yang telah mengganggu tidurku. Betapa bodohnya dia.

"Kenapa kau mengganggu tidurku!?" tanyaku kesal. Kesadaranku masih belum sepenuhnya kembali. Aku masih terbayang-bayang dalam mimpiku.

"Ini sudah jam sepuluh. Dan kau bertanya kenapa aku mengganggu tidurmu!? Bagaimana mungkin aku membiarkan wanita yang kelak akan menjadi istriku menjadi sosok pemalas!?" tanya pemilik suara pengganggu tidurku itu.

Aku terkesiap mendengar balasannya. Dengan cepat, aku mengucek-ucek kembali mataku dan mendapati sosok Leandro yang sedang berlipat tangan di depanku. Aku membelalakkan mataku tanda terkejut. Astaga. Ternyata pria gila ini yang mengganggu tidurku.

Oke, sebutan untuk Leandro ternyata sudah bertumpuk banyak dalam benakku, kawan.

"Ada apa kau kemari?" tanyaku mengalihkan pembicaraan sebelumnya.

"Kita harus ke Boston sekarang!" ungkap Leandro.

"Hah?"

Aku meresponnya dengan wajah melongo. B-bagaimana mungkin??? Aku masih memiliki pekerjaan disini. Bagaimana dengan Sakura dan Arthur? Ceritaku masih belum selesai untuk diserahkan pada Arthur agar menjadi buku dan Sakura belum mengetahuinya juga.

"Apa kau sudah tidak waras???" tanyaku sambil menunjuk kepalaku.

"Aku seratus persen waras. Dan aku ingin mengajakmu pulang ke Boston hari ini juga!" jawabnya tegas.

"Kau berkata padaku akan beberapa waktu lagi dan kenapa sekarang kau mengajakku pulang secara mendadak!?"

"Ada bahaya disini dan kau harus pulang. Begitu juga aku."

"Bahaya apa? Tidak akan ada bahaya, Leandro! Kau saja yang terlalu parno!"

Leandro menghela nafasnya. "Kau memang tidak akan percaya padaku!"

Aku berdecih dan berkata, "Bagaimana mungkin aku percaya begitu saja denganmu? Aku sudah hampir sepuluh tahun tinggal disini dan tidak pernah ada sekalipun bahaya. Lagipula disini aku harus menyelesaikan beberapa urusanku, tidak mudah begitu saja meninggalkannya!"

"Urusan atau nyawamu, Kaylie!? Nyawamu sedang dipertaruhkan saat ini!"

Aku menatap mata Leandro dengan tajam. "Aku tidak akan pergi sebelum urusanku disini selesai," ujarku dengan nada tajam.

Aku pun beranjak pergi dari hadapan Leandro, namun tangan Leandro yang kekar tiba-tiba saja menarikku sehingga wajahku menyentuh dada bidangnya. Shit asshole. Kenapa jadi begini!?

Aku mendongak dan menatapnya dengan marah bercampur kesal dan malu. Rasanya ingin ku celupkan saja dia ke dalam sungai amazon. Dasar pria kasar.

"Menurutlah padaku atau kau akan ku ukir lagi!" bisik Leandro dengan nada dingin dan terkesan menyeramkan.

Aku melototkan mataku. Lidahku kelu untuk membalas bisikannya. Suaraku yang tadinya berani, kini malah bersangkar di tenggorokan.

Leandro mendorong diriku agar menjauh dari dirinya. Aku menghirup nafas banyak-banyak dan mulai merefleksikan diri. Rasanya duniaku berhenti berputar karena dirinya.

MINE IS TERRIBLE [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang