Aku sungguh tak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Aku sungguh merasa tak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat ini semua. Aku.. tak tau bagaimana harus menghadapi ini semua.
Aku merangkak mundur dan tanpa sadar, air mataku mengalir pelan dari ujung mataku. Aku terkejut dengan semuanya.
Aku terkejut melihat Leandro ada disitu.
Aku terkejut melihat gadis bergaun putih itu disiksa hingga tak berdaya.
Aku terkejut melihat jati diri Leandro yang sebenarnya.
Aku kembali merangkak menuju saluran udara dan melihat Leandro kini sudah berada didepan gadis bergaun putih itu. Aku melihat ditangan Leandro ada sebuah belati yang matanya terlihat berkilau. Ku pastikan itu tentunya sangat tajam.
SREKK!
Tanpa dosa, Leandro merobek gaun putih yang dipakai oleh gadis itu sehingga menampakkan bentuk tubuhnya yang langsing. Untungnya tertutup dengan underwear. Jadi lekukan tubuhnya tidak semuanya terekspos dengan jelas.
"Sekalinya jalang, ya tetap jalang," desisi Leandro.
Ia menyingkap underwear si gadis dan membuat sayatan di paha mulus si gadis, serta membuat sayatan panjang di perut sang gadis.
"Amazing, baby," kata Leandro yang masih ku dengar dengan jelas.
Kulihat Leandro mulai membentuk ukiran di perut sang gadis. Tanpa memperdulikan apapun, raut wajah sang gadis terlihat menahan perih.
"Jangan menangis, bodoh!" bentak Leandro.
PLAKKKK!
Sebuah tamparan hebat menyentuh pipi sang gadis dan gadis itu semakin merintih kesakitan. Tamparan itu berasal dari tangan kekar Leandro. Aku terkejut bukan main melihat perlakuan tak bermoralnya itu.
"Please, Leandro. Jangan siksa aku lagi!" pinta sang gadis dengan wajah yang tak berdaya.
PLAKKK!
Gadis itu meringkih kesakitan lagi dan kurasa Leandro sudah tak waras lagi.
Aku tak percaya melihat Leandro yang sekejam ini. Yang sesadis ini. Ku pikir dia hanya menembak orang atau menusuk saja. Tetapi ternyata dia menyiksa orang itu. Benar-benar di luar dugaan.
"Tidak ada yang boleh memerintah Leandro! Aku yang berkuasa disini dan kau hanyalah seorang jalang tak berguna!" maki Leandro yang menurutku terlalu keterlaluan.
"Aku tidak seperti yang kamu pikirkan!" balas gadis itu dengan sedikit tenaga.
SREKK!
Leandro membuat sayatan panjang di pipi si gadis karena geram. Sang gadis menahan perihnya sayatan di pipi mulusnya. Aku menggeleng tak percaya.
Dan kini aku sudah dapat gambaran Leandro yang asli. Dia adalah seseorang pengidap psikopat. Tak ada bedanya dia dengan monster-monster di luar sana.
"Apa kau ingin tidur bersamaku lagi malam ini, Nona.. Azkeh?" tanya Leandro dengan nada yang terdengar seperti merendahkan.
Gadis bernama Azkeh itu menatap Leandro dengan tatapan penuh kebencian walaupun dirinya sudah tak berdaya saat ini.
Leandro meraih dagu Azkeh dengan pelan dan tersenyum dengan sinis. "Kau sangat cantik ketika ku siksa seperti ini," ujar Leandro.
"Sepertinya aku harus melepaskan ikatannya dan menggantinya dengan borgol," kata Leandro lagi.
Aku menggelengkan kepalaku tak percaya dengan ucapan serta tingkah laku Leandro yang terlihat seperti monster. Entah sudah keberapa kalinya, aku menyebutkan kata monster, monster dan monster untuk Leandro.
Aku sangat takut. Aku takut, suatu hari nanti, aku akan bernasib sama seperti gadis bernama Azkeh itu.
"Ganti ikatannya dengan borgol. Sekarang!" perintah Leandro yang kemudian langsung di laksanakan oleh anak buahnya.
Mereka pun melepaskan ikatan Azkeh dan membiarkan gadis itu duduk tak berdaya dengan darah yang mengucur deras atau pun darah yang sudah kering di tubuhnya. Kemudian Azkeh di beri borgol pada kedua pergelangan tangannya. Dia terlihat seperti hewan peliharaan.
Ku alihkan pandanganku kearah Leandro yang saat ini sedang bersama seorang pria yang tak ku ketahui sama sekali. Mungkin dia adalah partner kerja Leandro-ah, monster itu.
"Sudah, Tuan!" kata seorang pengawal dengan suara lantang sehingga menarik perhatian Leandro beserta temannya itu.
Kulihat Leandro mengulas senyum kecil dan berjalan kearah Azkeh dengan senyuman tipis yang mulai sekarang akan ku anggap sebagai senyuman iblis.
"Kau terlihat menyedihkan, sayangku," goda Leandro sembari mengelus pelan wajah Azkeh, namun gadis itu menjauhkan wajahnya dari tangan busuk Leandro. Ku lihat Leandro hanya tertawa iblis.
Aku mengepalkan tanganku geram. Azkeh adalah seorang wanita, tak sepatutnya dia memperlakukan wanita seperti barang atau pun hewan peliharaan.
"Kita mulai semuanya dari sini, Leandro!" kataku bermonolog sembari mendorong penutup saluran udara dengan kakiku. Itu membuat perhatian seluruhnya terpusat kepadaku yang telah memunculkan diri.
"Penyusup!" teriak pengawal itu dengan serempak sembari mengarahkan pistol kearahku. Aku tak peduli.
Aku akan menuntaskan semuanya disini.
*****
To be continued.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE IS TERRIBLE [ END ]
Romance[ 01 Juli 2019 - 10 Januari 2021 ] Ini tentang Amoureyza Kaylie yang harus menerima perjodohannya dengan Leandro Alcander, seorang pria yang memiliki berbagai perusahaan dimana-mana dan banyak wanita yang menyukainya. Demi perusahaan keluarganya. Na...
![MINE IS TERRIBLE [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/192551428-64-k502273.jpg)