CHAPTER 1

28.9K 718 4
                                        

Sungguh malas rasanya harus mengikuti mata kuliah hari ini. Sudah berulang kali, aku menguap di kelas matkul ku karena mendengarkan penjelasan dosen tentang ciri artistik dalam kesastraan Inggris. Padahal ya, matkul ini sudah di bahas di hari sebelumnya. Rasanya aku ingin tidur disini, jika dosennya tidak menyeramkan.

Yang masuk di matkul hari ini cuman 15 orang. Tidak terbayang bukan? Haha, tentu saja kalian pasti terkejut. Kalian pikir, sistem kuliah di luar negeri ini, ada sistem absensi? Tidak ada!

Disini, kami kuliah sesuai minat. Jika mau belajar, ya datang. Jika tidak mau belajar, ya tidak usah datang. Lagipula, kami disini diajarkan belajar secara mandiri. Dosen menjelaskan kami materi, lalu kami harus bisa menangkapnya dengan tepat. Dosen disini tidak ingin mengulangi penjelasannya.

Oya, aku belum memperkenalkan diri ya? Oke, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Amoureyza Kaylie atau aku sering dipanggil Kay. Aku mahasiswa jurusan sastra Inggris di salah satu universitas ternama sedunia.

Universitas Harvard? Terlalu pintar jika aku masuk disitu.

Universitas Stanford? Oh, otak ku tidak mencukupi untuk di universitas seperti itu.

Universitas Oxford? Otak ku tidak semampai otak Maudy Ayunda, artis dari Indonesia.

Ya sudahlah, lagipula tidak ada gunanya kalian menebak. Buang-buang waktu saja. Oke, aku jelaskan lagi biar lebih lengkap. Aku mahasiswa jurusan sastra Inggris di Universitas Boston. Universitas Boston juga universitas berkelas dan berpendidikan sedunia. Jangan kaget ya.

"Oke, saya beri kalian tugas. Akan saya kirim lewat email dan kalian kumpulkan esok hari tepat pukul delapan pagi. Kumpulkan dalam bentuk flasdisk ya! Saya tidak terima yang telat mengumpulkan, meski apa pun alasannya!" tegas dosen ku yang langsung membuatku sadar dari lamunanku.

"Oke, Sir Hans!" kataku sambil tersenyum lebar. Dosen killer itu cuman melirikku dan berjalan angkuh keluar kelas kuliah kami. Aku pun memasukkan binder ku kedalam tote bag ku dan berjalan keluar kelas dengan langkah cepat. Aku sudah tidak sabar ingin bergelut dengan kasurku.

Saat aku sedang berjalan menyusuri halaman universitas, seseorang memanggilku dari kejauhan. Awalnya aku menghiraukan, karenakan di universitas ini, yang bernama Kay ada lima orang. Dua orang dari jurusan sastra—salah satunya aku. Dua orang lagi dari jurusan politik dan ekonomi. Satu orangnya lagi dari jurusan ilmu sains.

"Kaylie!!!" teriak seseorang dari arah belakangku. Aku berhenti dan membalik badan. Ohh, rupanya temanku dari jurusan sastra Jepang. Namanya Sakura Kobayashi dan dia orang Jepang asli. Dia bisa kuliah disini karena beasiswa. Sama sepertiku yang juga karena beasiswa. Kalau bukan karena beasiswa, kami tidak mungkin bertemu atau lebih tepatnya tidak berada di satu perkuliahan yang sama.

"Daritadi aku memanggilmu dan kau malah mengabaikan suara panggilanku. Kau sangat menyebalkan!" ujar Sakura sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah.

"Emangnya tadi kau yang memanggilku?" tanyaku dengan wajah polos. Sakura mencubit pinggangku dan itu membuatku meringis nyeri.

"Aku daritadi memanggilmu, bodoh. Apa kau tuli!?" omelnya yang membuatku menyengir lebar. Dia cuman mendengus kesal. Kami berdua pun berjalan menuju halte terdekat, untuk menunggu bis kota yang lewat. Aku dan Sakura merupakan masyarakat menengah yang memakai angkutan umum jika bepergian kemana pun.

Tin..! Tin..! Tin..!

Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat didepanku saat aku baru saja sampai di pintu gerbang. Aku dan Sakura saling pandang dengan dahi yang mengernyit heran. Siapa pemilik mobil ini?, batinku dalam hati. Aku menoleh kearah Sakura, tapi gadis itu hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu tentang mobil sedan didepan kami sekarang.

MINE IS TERRIBLE [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang