°°°King Bullying
-o0o-
Sudah satu bulan lebih setelah Zara bertatap muka dengan Agra. Kini, semuanya balik seperti semula. Agra tak mengganggunya begitu juga anak buahnya. Zara merasa aman dan tenang tetapi juga merasa kehilangan. Katakan Zara bodoh yang sampai kini masih mencintai pria brengsek itu tetapi ini adalah kenyataan. Zara tak mudah melupakannya, Zara memang masih mencintai Agra tetapi bukan masih berharap padanya.
Hari rabu yang begitu terik dan menyebalkan. Hari ini pukul 11 siang, kelas 12 Ipa 3 memiliki jadwal olahraga dan seperti yang kalian tahu, setiap tahun pelajaran baru pasti membahas bola besar dan Zara membenci itu.
Ia telah usai mengganti pakaian menjadi kaos olahraga. Beberapa gerakan pemanasan dilakukan dengan teratur. Zara sangat malas dengan pelajaran ini jika dilakukan siang hari. Biasanya Zara melihat Agra berjalan di koridor dengan dua sahabat yang setia di sampingnya. Tetapi, sekolah ini kini benar-benar janggal tanpa adanya pria itu.
Zara kembali menatap teman-teman sekelasnya. Beberapa siswa laki-laki yang sudah mengambil nilai untuk bola basket memisahkan diri dan bermain futsal, ada juga yang bermain voli.
"REINATA AZZARA!" panggil guru olahraga dengan suara lantangnya.
Kini, giliran Zara yang harus mencoba memasukan bola jingga itu ke dalam ring. Ia berdiri dan entah mengapa kepalanya merasakan pusing yang hebat.
Ia merasa bumi ini berputar dengan cepat hingga ia tak bisa mengendalikan tubuhnya. Apa yang terjadi padanya?
Semuanya hitam, ia terjatuh dengan beberapa orang mengerumuni untuk membantunya ke ruang Uks.
-o0o-
"Kau kembali pada keluargamu?" tanya Agra membuat Figo menyatukan kedua alisnya. Maksud pembicaraan Agra kali ini apa?
"Maksudmu?" Figo kembali pada ponsel miringnya. Ya, dia bermain game online. Seperti yang kalian tahu bahwa Figo maniak game online. Bahkan ia rela membeli kacamata pelindung mata hanya untuk bermain game.
"Kau lain dari biasanya akhir-akhir ini," Agra mengeringkan badannya menggunakan handuk. Siang terik seperti ini memang lebih nikmat berenang. Selain membuat badannya segar pun dapat mendinginkan pikiran.
"Kau memperhatikanku?" tanya Figo tak lepas dari tatapan pada ponsel.
Agra berdecih melihat kelakuan sahabatnya, "bisa di bilang begitu."
Figo membanting ponselnya pada meja kayu, ia sangat kesal karna kekalahannya. Membuat mood nya hilang untuk bermain game.
"Aku rasa aku jatuh cinta," katanya dengan smirknya.
"Bagus kalau begitu," jawab Agra tak acuh kemudian meminum orange juice nya.
"Kau tidak bertanya siapa gadisnya?" tanya Figo menatap tidak percaya pada Agra. Pria ini benar-benar menjengkelkan rupanya.
"Apa untungnya untukku?"
Figo menganga tidak percaya, sangat menyebalkan dan rasanya Figo ingin memotong lehernya menggunakan parang.
"Tidak usah mengumpatku, aku bisa mendengarnya!" kata Agra lagi.
Kini Figo lebih menganga, darimana pria ini tahu kalau dia sedang mengumpat? Apakah dia cenayang? Apa dia mempunyai ilmu hitam? Atau dia dukun? Sejak kapan Agra memiliki kekuatan supranatural?
KAMU SEDANG MEMBACA
King Bullying [TELAH TERBIT]
RomancePART LENGKAP! Terbit : Momentous Publisher Zara memberontak, namun yang didapatkan adalah dorongan keras dan punggungnya hingga membentur tembok. Satu buah tangan kekar berada tepat di samping wajahnya. Jantung Zara berdetak tak berkaruan, rasa taku...
![King Bullying [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/180068533-64-k844170.jpg)