Bagian 16

115K 6.2K 377
                                        

°°°King Bullying

-o0o-

Kantin yang penuh dengan para siswa kelaparan. Menagih makanan pada sang penjual dengan cara kasar dan tidak sabaran. Menitikfokuskan pandangan pada gadis yang duduk melamun dengan satu tangan menumpu kepalanya. Air mineral tersedia di mejanya yang hanya tinggal setengah saja.

Kantin yang ramai ini terasa sepi bagi gadis itu. Melihatnya tak terganggu sedikitpun oleh gangguan di sekitarnya. Duduk menyendiri adalah pilihannya.

Dua hari ia tak bertegur sapa pada kekasihnya. Jangankan antar jemput, bahkan pria nya tidak berusaha menjumpai nya dan lebih asyik pada dunianya sendiri.

"Alexa! Kau sendiri?"

Alexa menoleh, manik indahnya melihat Carla duduk di sampingnya tanpa permisi. Ia pun tak mempermasalahkan itu. Ia mengangguk menyetujui dengan ukir manis di bibir tipisnya.

"Kulihat akhir-akhir ini kau tidak bersama Agra. Apa kalian bertengkar?"

"Pertengkaran adalah hal wajar dalam suatu hubungan" jawab Alexa sesuai apa yang ada di fikirannya.

"Kenapa tidak minta maaf? Maksudku siapa yang salah di sini?"

"Aku tidak tahu. Mungkin aku yang terlalu egois atau dia yang terlalu emosional."

Carla menghembuskan nafasnya kasar, kasihan sekali gadis ini menjadi korban egoisme Agra.

"Tapi, kau masih mencintainya kan?"

Alexa menoleh, matanya sedikit membulat. Pipinya memanas dengan pertanyaan Carla yang terkesan privat.

"Ya--ya tentu saja. Aku tidak mungkin melupakannya secepat ini, dia terlalu menetap di hati" kata Alexa malu-malu. Kepalanya tertunduk dengan senyum kecil menghiasi wajah yang tertutup rambut.

"Jika kau masih mencintaiku kenapa kau menghindari ku? Tidakkah kau merindukanku? "

Suara berat nan tegas itu berasal dari belakangnya. Alexa berdiri dengan tatapan melotot miliknya. Tak ia sangka semua perkataanya di dengar oleh Agra. Alexa menatap Agra tak percaya.

Melihat keterkejutan Alexa membuat hati Agra gemas, langsung saja ia menarik tangan Alexa dan membawa gadis itu kedalam pelukannya yang memabukkan. Aroma Agra yang selalu Alexa rindukan kini telah terbayarkan.

"Maafkan aku!"

Semua para siswa siswi yang melihat adegan sepasang kekasih itu melotot tak percaya. Seorang Agra yang terlalu naif dengan kata 'Maaf'. Seorang Agra yang bahkan menentang dosen, bisa meluncurkan kalimat yang membuat semua tercengang. Ia meminta maaf pada gadis itu. Benar-benar gadis yang beruntung.

Alexa mengangguk, ia tak tahu harus berkata apa saat ini. Ia sibuk mengatur detak jantungnya yang tak teratur saat ia berada di dekat Agra.

"Aku menyayangimu, aku akan melakukan apa yang kau mau asal jangan yang satu itu. Kumohon!"

Alexa melepaskan pelukan itu lalu menggenggam kedua tangan kekar Agra. Ia menatap lurus menyelami netra tajam itu tanpa rasa takut.

"Aku yang egois, aku tidak akan memaksamu. Tapi kumohon, hilangkan kebiasaan itu sedikit demi sedikit!"

Agra menarik Alexa kedalam pelukannya kembali lalu berbisik, "aku berjanji" kemudian diiringi kecupan di kening Alexa.

King Bullying [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang