EXTRA PART

154K 4.4K 301
                                        

•••KING BULLYING•••

"Aland! Bunda bilang jangan berpacaran dulu, kamu ini masih kelas 2 SD. Mau jadi apa kau nanti jika masih bocah saja sudah pacaran?" nasihat wanita berumur 25 tahun itu pada bocah lelaki kecil yang kini menyilangkan tangan di depan dada.

Zara, ia memijat kepalanya sebab terasa berdenyut nyeri. Ternyata menjadi seorang ibu sangat membutuhkan tenaga extra, apalagi anaknya semacam Aland yang masih kecil tetapi sudah pandai memainkan hati wanita.

"Kamu tidak boleh membuat wanita menangis, Aland. Kamu lahir dari wanita," ucap Zara lagi. Aland hanya diam dengan bibir mengerucut lucu.

Zara menghembuskan nafasnya jengah, anak ini tak kunjung membuka suara dan meminta maaf.

"Apa cita-cita Aland?"

Aland menatap sang bunda dengan raut ragu, "polisi." Jawabnya singkat, Zara tau pasti anaknya tengah merajuk hingga mengeluarkan suara saja hanya sepotong.

"Nah, kejar cita-cita Aland. Jangan berpacaran dulu!" perintah Zara.

"Tapi, Aland hanya memanfaatkan ketampanan milik Aland!" bantah Aland.

Zara menggelengkan kepalanya tak percaya, Aland selalu saja membanggakan diri sendiri dan mengungkit ketampanannya. Aland benar-benar Agra kecil, kadang Aland juga menyukai hal yang sama dengan Agra.

"Ada apa, sayang?" Agra datang dengan penampilan seperti biasa, masih seperti masa remaja. Ia mengusap kepala Aland dan mensejajarkan tingginya dengan si anak.

"Anakmu sudah berpacaran, bukan hanya sekali tapi beberapa kali dia membuat anak orang menangis." Adu Zara pada Agra, yang kini menatap Aland. Bocah itu menunduk dan bersedekap dada. Ah lucu sekali anak ini, membuat Agra tak tahan untuk mencium pipi gembulnya.

"Benar itu Aland?" kini Aland menatap Daddy lalu memeluknya.

"Maafkan Aland Daddy!" Aland memeluk Agra di bagian leher. Zara menganga melihat adegan itu, Aland semudah itu meminta maaf pada Agra? Sedangkan Zara yang sudah mengomel panjang dan lebar saja diabaikan olehnya.

"Jangan diulangi ya? Daddy tau Aland tampan seperti Daddy, tapi Aland masih kecil. Lanjutkan bakatmu kalau Aland sudah besar nanti," Aland mengangguk. Zara semakin tidak mengerti jalan pikiran kedua orang itu.

Agra menyuruh Aland melanjutkan sifat playboy nya pada usia dewasa. Sungguh Zara tak mengerti, ingin sekali Zara menggungcang kepala Agra yang sedikit miring.

"Sekarang coba bayangkan jika Bunda yang disakiti? Apa Aland terima?" celetuk Zara.

"Menurutku Bunda tidak pernah disakiti Daddy," ujar bocah kecil itu.

Zara kicep dan terdiam atas ucapannya. Ia berfikir lagi untuk membuat Aland benar-benar sadar atas tingkahnya.

"Sekarang bayangkan jika kau memiliki adik perempuan dan dia disakiti!" tantang Zara kemudian.

Aland diam sejenak, Zara tersenyum menang. Pasti kali ini Aland tidak bisa menjawabnya. Aland menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Aland tidak bisa membayangkan Bunda! Makanya berikan Aland adik biar Aland bisa membayangkannya!" Aland pergi ke lantai atas.

Sepasang suami istri itu menatap kepergian anaknya dengan kaki dihentakkan ke lantai. Kemudian mereka saling tatap. Zara membenci senyum itu, senyum yang selalu ditunjukan Agra bermaksud menggoda.

"Apa?" sinis Zara pada suaminya yang menunjukan seringainya. Agra menatap Zara dari ujung kaki hingga ujung kepala berulang ulang. Sungguh, Zara benci tatapan itu.

"ADIKMU SEDANG DALAM PROSES ALAND!" teriak Agra membuat Zara spontan memukul lengannya.

Pria menyebalkan menurut Zara dan Agra menyukai reaksi Zara yang sangat menggemaskan. Oh Tuhan, mengapa Agra dianugerahi istri sesempurna ini?


EITS MAU BACA FULL VERSION?
ADA DI NOVEL VERSION 😉
THANKS AND SORRY ❤️

King Bullying [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang