°°°King Bullying
-o0o-
"Alexa?" jawab Agra dengan menatap kedua wanita yang kini melihat gerak-geriknya.
Tatapan Agra jatuh pada Zara, Zara yang mengerti keadaan itu mengangguk dan tersenyum. Agra segera memisahkan diri untuk berbicara lebih leluasa dengan Alexa, sang mantan pacarnya. Mungkin ada hal penting yang akan Alexa bicarakan pada Agra.
Hanin berdiri dari duduknya hendak menghampiri anaknya. Sekedar mengingatkan bahwa Agra sudah memiliki Zara, bukannya tidak boleh berinteraksi dengan Alexa. Hanya saja Hanin tahu bahwa Agra lemah dengan seseorang yang ia cintai. Akan lebih sulit menyatukan Agra dan Zara ketika ada faktor yang selalu menghambatnya.
Zara mencekal tangan Hanin, Hanin menoleh pada Zara yang masih duduk dan menggelengkan kepalanya. "Jangan, Bu." Pintanya.
"Kenapa?" tanya Hanin.
"Mereka hanya butuh bicara, Bu." Jawab Zara.
Hanin mengangguk, Zara benar bahwa Hanin terlalu mengekang Agra untuk tetap bersama Zara. Tetapi Hanin adalah ibunya, Hanin tahu Agra adalah pria yang mudah bermain wanita. Namun, ia tidak boleh egois. Zara saja mengizinkan mengapa ia tidak?
-o0o-
Carla mendesis geram ketika lelaki yang ia tunggu tak kunjung datang. Kehadirannya ke negeri asal adalah menyerah, ia kalah. Sejauh manapun ia pergi, jika hatinya menetap pada orang yang tinggal di sini maka akan selamanya ia tersiksa perasaannya sendiri.
Carla melipat kedua tangannya di dada ketika pria itu datang dengan santainya. Sebenarnya Carla meminta untuk bertemu di basecamp biasa, tetapi Figo lebih memilih bertemu di kafe ini entah apa menariknya. Baru beberapa bulan Carla pergi, keadaan orang-orang sekitarnya sudah berubah drastis. Yang awalnya menyeramkan seperti zombie kini seperti boneka berbie.
"Maaf, macet." Alibinya, ia mengusap dahinya menggunakan tangan. Keringat itu walaupun sedikit tetapi mengganggu.
Carla menggeser satu gelas minuman di atas meja kearah Figo. Sebab duduk mereka bersebelahan, entah mengapa Figo memilih duduk di sebelahnya daripada di hadapannya. Figo meminumnya dengan terburu-buru.
"Jadi bagaimana kabarmu?" tanya Figo setelah di rasa tenggorokannya aman.
"Baik," jawab Carla singkat.
Figo menatap Carla dari atas sampai bawah, sungguh perubahan yang pesat. Apakah seajaib itu negara Korea dapat menyulap wanita berwujud laki-laki seperti Carla menjadi wanita feminim. Meski Carla tak menggunakan rok atau baju ketat tapi semua model pakaiannya adalah model wanita. Ia juga menggunakan lipstick pink muda. Ah, Figo seteliti itu pada Carla.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Kau berubah!" ujar Figo memberi alasan mengapa ia menatap Carla.
"Tidak ada yang bisa menghindari perubahan, kau juga berubah."
"Oh ya?" kata Figo terkejut.
"Ya, kau menjadi budak cinta dan sekarang kau selalu menuruti perkataan gadismu, aku tahu pasti gadismu menginginkan kau menjadi baik tapi perubahanmu pesat. Kau tidak pernah balap liar, mabuk, membully dan lainnya. Apakah kau secinta itu padanya?" jelas Carla yang ditanggapi tawa renyah oleh Figo. "Kau sekarang juga lebih mudah tertawa," tambahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
King Bullying [TELAH TERBIT]
RomantikPART LENGKAP! Terbit : Momentous Publisher Zara memberontak, namun yang didapatkan adalah dorongan keras dan punggungnya hingga membentur tembok. Satu buah tangan kekar berada tepat di samping wajahnya. Jantung Zara berdetak tak berkaruan, rasa taku...
![King Bullying [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/180068533-64-k844170.jpg)