Bagian 21

123K 6.2K 330
                                        

°°°King Bullying

-o0o-

BRAKKK!

"SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK MENYENTUHNYA BAJINGAN!!!"

BRAKKK!

Sebuah bangku terjatuh dengan keras akibat tendangan dari sosok pria yang tengah memperlihatkan amarahnya. Wajahnya memerah hingga ke telinga, urat di leher dan pelipis nya menonjol dan nafasnya memburu. Agra, dengan tatapan bengis menatap keempat anak buahnya.

BUGH!

BUGH!

PLAKKK!

Keempat orang siswa itu terhempas di lantai dengan sarat ketakutan teramat. Ia tak sanggup melawan Agra yang tengah tersulut emosi. Di dalam benak mereka masing-masing bertanya, apakah tindakan mereka salah? Padahal biasanya mereka menikmati siapapun yang diberikan Agra pada mereka. Tapi mengapa Agra bisa semarah ini hanya karena gadis norak yang selalu Agra rendahkan?

"MULAI BESOK BAWA NAMA KALIAN PERGI JAUH-JAUH DARI SEKOLAH INI! JANGAN BERANI TUNJUKKAN MUKA BUSUKMU ITU DI HADAPANKU! DAN JANGAN GANGGU DIA ATAU KALIAN INGIN MELIHAT MATA KALIAN TIDAK PADA TEMPATNYA!"

Semua pria itu pergi menjauh sebelum Agra benar-benar murka. Agra bukan orang biasa yang berbohong atas ucapannya. Agra adalah sosok yang terlalu tega untuk melihat jasad sahabatnya sendiri dan mereka takut akan hal itu. Bukan sebuah lelucon ketika sumbu emosi seorang Agra tersulut api.

Mereka pergi ketakutan dengan kaki gemetaran. Meninggalkan pria kejam itu bersama gadis yang sudah lemas tak berdaya. Agra menoleh ke bawah, melihat gadis yang tak mempunyai energi untuk sekedar mendongak ke atas. Perutnya kosong menambah faktor ketidakberdayaan dirinya.

Agra mendekatinya, mendekap tubuh ringkih itu di dalam dekapannya. Membuat sensasi hangat pada hati dan badan Zara. Seketika atmosfir di dalam dirinya melayang jauh mengambang keawan. Agra tak mempedulikan bajunya basah akibat badan Zara.

"It's okay don't be scared and crying, I'm here."

Agra masih setia mendekapnya. Menyalurkan energinya pada gadis yang kini masih terdiam membisu. Melihat Zara yang hanya memakai tanktop membuat hati Agra merasa bersalah. Ia segera melepaskan jaket Unravel Twill Bomber seharga $.1.690 dolar AS atau setara dengan 22 juta rupiah yang ia beli langsung dari negara pemilik menara Eiffel. Agra memakaikan jaket itu pada Zara lalu menarik resleting jaket hingga atas.

Dengan gerakan pasti, Agra menggendong Zara menuju mobil untuk segera membawanya ke restaurant terdekat. Untuk sekedar mengisi perut gadis itu agar tetap berenergi.

-o0o-

Oki yang berjalan dari arah dapur menuju kamarnya sambil membawa segelas susu hangat namun langkahnya harus berhenti karna sebuah pemandangan mengusik ekor matanya. Matanya menajam melihat itu, Ibu terlihat melamun di ruang tv seorang diri. Ibu mengabaikan tv yang menyala sia-sia.

Ia memutuskan untuk mendekati Ibu dan menemaninya duduk di sana. Terkadang Oki sedih karna Ibu selalu sendiri tak seperti yang lain, beliau tampak kesepian.

Oki meletakkan segelas susunya di meja berbentuk bulat yang terbuat dari keramik. Ia duduk di samping Ibu, hatinya yakin bahwa Ibu tengah melamunkan kejadian siang tadi.

King Bullying [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang