Bagian 48

126K 5.9K 407
                                        

°°°King Bullying

-o0o-

Zara melihat pantulan wajahnya di cermin. Ia menatap dengan seksama wajahnya yang terbiasa polos dan natural tanpa make up kini penuh dengan segala macam jenis make up yang menghias wajahnya hingga tampak cantik dan sempurna.

Wanita yang telah membuat wajahnya secantik ini pun keluar dari kamar entah untuk apa dan Zara kini benar-benar gugup mengingat satu jam lagi ia akan menikah dengan seorang Zio Agraham.

Awalnya Zara tak menyangka semua ini akan terjadi. Awalnya Zara tak berfikir jauh bahwa ia bisa mendapatkan Agra. Tapi sesuatu yang harus dipahami saat ini adalah Zara mendapatkan raga milik Agra bukan hati Agra.

Ia telah mengganti sweaternya dengan baju pengantin berwarna putih ini. Tentunya sedikit longgar di bagian perut karna ia tak nyaman jika harus berpakaian ketat.

"Zara," Zara melihat kearah kaca tak berniat menolehkan wajahnya.

"Alexa?" Alexa tampil cantik seperti biasanya. Ia memakai gaun berwarna navy pendek sebatas lutut.

"Kau cantik!" pujinya disertai senyuman manis.

"Kau juga," kata Zara membalikan perkataan.

"Kau ini bisa saja, oh iya bagaimana perasaanmu?" tanya Alexa.

"Ya kau tahu sendiri pernikahan adalah hal sakral dan satu kali seumur hidup." Jawab Zara membuat Alexa terkikik kecil.

"Jangan gugup, kau pasti bisa. Lagipula kau menyukai Agra dari lama kan?" goda Alexa membuat Zara tak enak hati.

Zara merasa bersalah pada gadis di hadapannya ini. Pasti hati Alexa teriris menjalani kehidupan yang membunuh hatinya perlahan. Zara merasa seperti wanita yang merebut pria milik orang.

"Alexa, maafkan aku."

Alexa menggeleng pelan, "tidak usah meminta maaf. Ini adalah takdir, Tuhan menggariskan takdir terbaik bagi setiap hamba-Nya. Ya, sebenarnya aku kecewa, tidak rela dan sedih tapi aku yakin ada sosok pengganti Agra dan Agra adalah milikmu. Kau hanya perlu mengerti keadaannya dan menenangkannya di saat dia emosi, dia mudah emosi dan yang harus kau lakukan adalah manjakan dia! Meskipun dia pria yang ketus tetapi hati dia butuh perhatian."

Alexa hanya sekedar ingin menyampaikan itu, tidak ada maksud lain. Zara mengangguk paham atas penjelasan gadis berambut blonde itu.

"Iya aku mengerti, terimakasih." Ucap Zara.

Alexa mengangguk, kemudian Hanin datang dengan senyuman. Menjemput calon menantunya agar bisa turun dan melangsungkan ijab qabul karna Agra telah siap di depan penghulu.

Sebelumnya ia menoleh pada Alexa yang tersenyum palsu, "maaf Alexa kita semua menyakitimu."

Alexa mengangguk, kemudian berjalan mengikuti Hanin dan Zara yang berjalan kearah ruang tamu dimana semua para tamu undangan berkumpul hendak menyaksikan pernikahan dari putra seorang pengusaha sukses.

Alasan mengapa tidak diadakan pesta besar-besaran seperti merayakan di luar negeri, di villa atau bahkan di luar kota karna Zara dan Ibunya menolak. Tidak semua pernikahan harus di langsungkan secara besar-besaran dan di publikasikan.

Mendengar alasan itu Oma menjadi kagum pada calon istri Agra. Zara adalah wanita baik dan bukan tipe wanita berjiwa materialisme dan bergaya hidup foya-foya. Ah, sepertinya Oma menyukai Zara karna ia cocok bahkan sangat cocok di jadikan cucu.

Semua para tamu undangan memandang Zara yang berjalan dengan Hanin dan Ibunya menuju meja itu. Agra pun melirik Zara yang berjalan begitu feminim mendekat kearahnya.

King Bullying [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang