Taehyung. Seorang remaja yatim piatu. Tinggal di panti asuhan, sejak masih bayi. Hingga ia mendapatkan keluarga baru, yang menerimanya dengan setulus hati.
"Taetae, kembalilah pada kami"
"Taehyungie !! JANGAN !!"
"Saranghae mom, d...
Dua keluarga itu, mendatangi rumah sakit. Guna menjalani tes DNA. Taehyung, beserta Jieun dan Junki, sudah selesai menjalani tes itu.
Jimin terus menggenggam erat, jemari suaminya. Sungguh, ia sangat takut.
"Mommy, daddy !!" panggil Taehyung, saat keluar dari ruangan. Menggerakkan kursi rodanya, kearah mereka berdua.
"Taeby," Jimin langsung beralih memeluk Taehyung.
Yugyeom keluar dari ruangan, menemui mereka. Akan menyampaikan sesuatu.
"Kook. Hasil tes DNA, akan keluar 3 hari lagi. Kuharap. Kau dan istrimu bisa menerimanya," jelas Yugyeom, menepuk pelan bahu Jungkook. Memberi semangat pada sahabatnya itu.
"Ye. GomaptaYugyeom-ah," balas Jungkook.
"Kookie, aku ingin pulang !!" pinta Jimin.
"Geurrae, kajja!!" balas Jungkook.
Mereka segera berpamitan pulang. Yugyeom pun segera kembali, ke ruang kerjanya. Jieun dan Junki pun, juga memutuskan untuk pulang.
Selama perjalanan pulang, Taehyung nampak terlelap, di jok belakang. Jimin duduk di samping Jungkook, yang menyetir mobil.
Jimin hanya diam saja. Sesekali ia menatap kearah Taehyung, yang masih terlelap. Satu tangan Jungkook, ia gunakan untuk mengusap pipi istrinya. Ia tahu. Cepat atau lambat, hal ini pasti terjadi. Ia pun kembali fokus menyetir.
Tak butuh waktu lama. Mereka sampai di mansion. Jungkook membopong Taehyung, sedangkan Jimin membawakan kursi rodanya.
Perlahan Jungkook membaringkan Taehyung, diatas ranjang. Menaikkan selimut, hingga batas dada. Mengecup keningnya. Dan menatapnya sendu.
"Kookie. Taeby tepat bersama kita, bukan ??" tanya Jimin memastikan.
"Akan kuusahakan, sayang. Kajja, kau juga harus istirahat !!" ajak Jungkook.
"Shirreo!! aku ingin tidur dengan Taeby !!" tolak Jimin. Jungkook tersenyum lembut. Mengecup bibir Jimin.
"Arraseo. Jalja," balas Jungkook.
Jungkook keluar dari kamar. Jimin pun segera naik, keatas ranjang. Masuk dalam selimut hangat. Ia pun terlelap.
---skip>>>
_3 Hari Kemudian_
Dua keluarga itu, kembali mendatangi rumah sakit. Hari ini, hasil tes DNA sudah keluar. Setelah menyerahkan amplop, Yugyeom pun berpamitan.
Junki segera membukanya. Membacanya dengan teliti, tanpa ada yang terlewat. Dan hasilnya, membuatnya sangat terkejut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hasilnya. 100% cocok. Jieun-ah, Taehyung benar putra kandung kita," jelas Junki pada Jieun.
"Jinjjaro?? Taehyungie, putra kandung kita, yeobo ??" tanya Jieun tak percaya.
"Ya, itu memang benar yeobo," jawab Junki.
"Bulganeunghada. Teullyeosseo. Dangsineungeojismaleulhaeyahabnida( tidak mungkin. Ini pasti salah. Kalian pasti berbohong ). Taeby itu putraku. Aku yang merawatnya. Aku ib.."
BRUGHH !!
"Jiminnie/mommy !!" pekik Taehyung dan Jungkook.
"Mommy, irreona!!" Taehyung begitu khawatir.
Jungkook membawa istrinya, ke ruang perawatan. Dan sudah memanggil Yugyeom, untuk memeriksanya.
Yugyeom bilang. Kondisi Jimin sangat drop. Ia juga shock dan tertekan. Hal itu membuat Jungkook khawatir.
Sedangkan diluar ruang rawat Jimin. Jieun dan Junki, mencoba berbicara dengan Taehyung.
"Sayang. Kami orang tua kandungmu. Kami sangat merindukanmu, sayang," ucap ucap Jieun. Ia tangkup wajah Taehyung.
"Sondaejima!! ( jangan sentuh aku !! ). Aku tidak mau," tolak Taehyung, menepis kedua tangan Jieun.
Namun, seketika matanya terpejam. Tangannya meremat dada kirinya, cukup kuat. Nafasnya terasa sangat sesak. Jantungnya pun berdetak sangat cepat. Dan berakhir ia terjatuh ke lantai. Tak sadarkan diri.
"Jungkook, Taehyung pingsan !!" seru Junki panik.
Mendengar itu, Jimin sontak bangun, dan berlari keluar. Disusul Jungkook. Mendapati Taehyung yang pingsan, dalam dekapan Jieun.
Dengan sigap, Jungkook mengambil alih membopongnya. Beruntungnya seorang suster melihat, dan segera membantunya.
Mereka ikut mengantar Taehyung, hingga ke ruang IGD. Baik Jieun maupun Jimin. Keduanya menangis di dekapan suami mereka. Lama mereka menunggu. Hingga Yugyeom keluar, menemui mereka.
"Dokter, bagaimana dengan Taehyung ??" tanya Junki.
"Hanya serangan ringan. Tapi, kondisinya masih lemah," jawab Yugyeom.
Jimin menutup mulutnya, menahan tangis. Bahkan Jungkook juga.
"Aku akan memindahkannya, ke ruangan VIP. Permisi," pamit Yugyeom.
Bersama dua suster. Yugyeom membawa Taehyung, memasuki ruang rawat VIP. Demi kenyamanan pasien. Yang lain pun ikut menyusul.