“Cinta itu makin rumit kalau dicampur adukkan dengan persahabatan.”
⬇️
Keterkejutan terpancar jelas dari wajah Nada. Bagaimana tidak, dirinya sudah kepergok bolos oleh Ghara. Segala ide-ide yang ingin ia jadikan alasan terasa mengambang begitu saja. Sebut saja dirinya panik.
"Ghara? Lo kok ada disini?" Hanya itu yang bisa diucapkan Nada sebelum kegugupan menguasai dirinya.
"Oh itu, cuma izin ke toko didepan, kalian dari mana?"
Degup jantung Nada tak beraturan, mulutnya hanya komat-kamit sambil mencoba merangkai kata. Dan tampaknya Angkasa tidak menyadari kepanikan Nada saat itu.
"Kita bolos," jawab Angkasa sangat jujur membuat Nada ingin menendangnya ke Kutub Utara. Ghara mengernyit bingung, dan Nada langsung memelototi wajah sok polos Angkasa.
"Ki..kita cuma jalan-jalan kok!" ujar Nada berusaha menutupi kejujuran Angkasa dengan kebohongannya yang tentu lebih menjamin masa depan gadis itu.
Ghara terkekeh, mencoba mengerti dan mengakhiri pembicaraan yang membuat Nada tidak nyaman seperti itu. Cowok itu pun berusaha mengindari tatapan tajam dari cowok yang tidak ia kenal disamping Nada.
"Gue juga males sih, balik lagi ke sekolah. Mau makan siang bareng gak?" Tawar Ghara yang disambut anggukan antusias dari Nada. Wajah gadis itu tampak lebih baik sekarang.
Berbeda dengan Angkasa yang langsung memberikan tatapan dingin pada Nada. Meski kesal, Angkasa hanya menghela nafas dan mendekat pada gadis itu.
"Yaudah gue ke rumah Galuh aja,"
Bukan bermaksud merajuk, Angkasa hanya tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara Nada dan Gahra. Dan reaksi Nada diluar dugaannya, ia hanya mengangguk lalu berbisik di telinga Angkasa.
"Sorry, kita jalannya lain kali aja ya. Berdua ya."
Nada melambai lalu mengikuti langkah Ghara dari belakang. Angkasa mengerjap beberapa kali, lalu memijat pelipisnya pelan.
Sial, jangan baper, Nada kan beda antara depan dan belakangnya.
• • •
Galuh menekan-nekan layar ponselnya. Sesekali ia berbicara sendiri dengan pandangan tetap tertuju pada ponsel. Dirinya masih bersemedi di kamar karena masalah malam itu, mungkin cowok dengan mata cokelat itu akan kembali masuk sekolah minggu depan.
Fokus Galuh terbelah saat pintu kamarnya dibuka dan seseorang masuk dari baliknya. Cowok itu menyapa dengan tatapan kembali pada ponsel.
"Baru pulang sa?"
"Gak sih, gue bolos." Angkasa melangkahi beberapa barang-barang Galuh yang berserakan dilantai kamarnya. Cowok itu langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Galuh tertawa kecil, "Wehehe, sendirian? Tumben Nada Lo tinggalin."
Tidak ada jawaban dari Angkasa dan Galuh langsung bungkam menyadari ucapannya sendiri. Bagaimana pun otaknya secara otomatis selalu mengingat Nada, meski dirinya sangat tersinggung dengan ucapan gadis itu kemarin.
"Kapan masuk sekolah lagi?"
"Minggu depan, gue mau langsung ngehajar si Reyhan bajingan itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Girl
Teen Fiction[in a SLOW UPDATE phase, sorry] Nada Athalia. Gadis manis yang sudah dikenal oleh seluruh siswa SMA Merah Putih. Sifatnya yang tidak bisa diam, sering bolos, dan suka menghisap rokok ini membuatnya menjadi langganan masuk ruang BK. Namun keadaan ber...
