PART 27

1.3K 114 4
                                        

"Terlalu banyak hal yang terjadi dibelakang gue."

⬇️

Koridor lagi-lagi diramaikan oleh siswa-siswi yang sibuk berbincang, baik di depan kelas mereka sendiri ataupun di kelas gebetan. Segala ocehan orang-orang itu seperti bersatu dan terdengar bagaikan dengungan lebah. Hal itu tampaknya sangat mengganggu Reyhan yang sebenarnya baru masuk sekolah kembali. Ia menyembunyikan wajahnya karena malu jika ia bertemu dengan Galuh dkk.

Pandangan cowok itu sedikit terhalangi sekumpulan siswi ketika seseorang yang masih ada didalam pikirannya muncul. Reyhan sedikit bergeser dan berjalan terburu-buru diantara cewek-cewek itu untuk melihat gadis itu lebih jelas. Benar saja, Reyhan menyeringai saat melihat punggung Nada berjalan menjauh. Gadis itu terlihat bahagia dengan memutar-mutar kartu ujian ditangannya.

Tau aja kalok gue kangen.

Mungkin Reyhan terdengar seperti seorang stalker sekarang. Ia mulai melangkah mengikuti Nada dan berencana mengganggunya lagi. Karena langkahnya terburu-buru, Reyhan sampai menabrak beberapa siswi yang langsung mengaduh dan mencibirnya.

Cowok itu tidak peduli dan terus mengejar Nada yang sudah tak jauh darinya. Ia bahkan sudah dapat mendengar gerutuan gadis itu. "Haah.. lusa udah UAS aja, terpaksa begadang deh gue malam ini, belum ngapalin apa-apa lagi." Seperti itulah Nada berbicara sendiri.

Karena semakin bersemangat Reyhan mempercepat langkahnya, namun di langkah ketiga, seseorang menahan bahunya dan memaksanya untuk menghadap kesamping. Helaan nafas keluar dari mulutnya.

"Mau kemana lo? Masih berani gangguin Nada?" Erza muncul sambil tersenyum mengejek.

Reyhan mengedarkan pandangan dan menatap koridor yang hampir dipenuhi oleh murid perempuan. "Iya, emang lo berani nyerang gue di tengah keramaian begini?" Kembali menyeringai, Reyhan nampak kembali mengejek Erza.

"Lo emang gak punya malu ya." Sarkas Erza lagi-lagi sambil tertawa dan menyapa orang-orang disekitarnya dengan sok akrab. "Coba aja kalok lo masih berani gangguin Nada, tapi abis itu lo gue seret kebelakang sekolah terus gue suruh temen-temen gue gebukin lo. Mau?"

Nyali Reyhan sebenarnya telah ciut namun cowok itu pandai bersikap songong seolah tak ada yang ia takutkan. "Gak usah kebanyakan bacot."

Setelahnya cowok itu terdiam karena Erza menginjak punggung kakinya dengan kelewat kuat. Padahal Erza masih menebar tersenyum ke sana-sini. "Gue gak lagi becanda," setengah melongokkan kepalanya keujung koridor dan memastikan Nada tidak terlihat lagi, Erza melanjutkan kata-katanya, "Jauhin Nada, atau lo kehilangan kaki kanan."

Walaupun terhalangi oleh sepatu, punggung kaki Reyhan terasa sangat perih hingga cowok itu langsung memundurkan tubuhnya dan pergi ke arah yang berlawanan dengan Nada tanpa mengatakan apapun.

Erza tertawa keras dan berjalan kearah kantin tanpa mempedulikan para siswi disekitarnya yang menatap dan mungkin menganggapnya kurang waras.

• • •

Angkasa berlalu meninggalkan kelas XI IPA 1 setelah berbincang dengan seseorang. Cowok itu melangkah di koridor yang sudah pasti tidak sepi karena hari ini tidak ada kegiatan belajar-mengajar sama sekali. Ia melempar tersenyum ketika berpapasan dengan Pak Gilang, dan penjaga sekolahnya itu langsung tersenyum lebar sambil menunjuk-nunjuk kearah belakang.

Angkasa menaikkan kedua alisnya, ternyata tak jauh dibelakang Pak Gilang ada Nada yang tengah melambaikan tangan kearahnya. Pantas saja Pak Gilang memberinya senyuman jahil.

Fake GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang