PART 18

1.8K 105 4
                                        

"Kangen!"

⬇️

Suara rintik hujan menemani Nada kali ini. Meski tak terlalu deras, hujan sore ini membuat gadis itu enggan beranjak dari teras rumah sakit. Awalnya ia ingin menemui Angkasa, namun kelihatannya cowok itu tengah sibuk membicarakan sesuatu yang serius dengan Galuh. Nada tak mau mengganggu.

Ponsel ditangan gadis itu cukup membuat ia terabaikan. Beberapa chat yang baru saja dikirim oleh Lisa membuat Nada sedikit menaikkan sudut bibirnya.

Lisaa <3
Nada, bsk gue jemput lo ya!
Kita main ke rmh temen gue
Gue kangen woi!!

Ok, gue tunggu
Sorry nih, tapi gue ga kengen sama lo :v

Jahat ya Anda

Wkwk, ngomong² tmn lo siapa? Cewek kan?

Hmm, namanya Agatha
Tunggu aja deh

Agatha? Nada tidak pernah mendengar nama itu disekolah nya. Entahlah, asalkan orang itu tidak kurang ajar saja. Jari-jari tangan gadis itu kembali bergerak diatas layar ponsel hingga matanya menangkap Nada seseorang yang sempat ia lupakan.

Ghara

Tak ada chat apapun dari cowok itu, apakah ia baik-baik saja sejak kejadian kemarin?

Ghara
Lo oke kan?
Kmrn lo ga masuk kan?
Sorry bngt gue baru chat, soalnya tmn gue masuk RS.
Ghara
Lo gpp kan? Serius
Soalnya kmrn sekolah rusuh bngt, jadi kacau semua deh
Untung deh kalo lo ga masuk
Bls dong, gue cpk nih ngetik :(
Becanda
Buruan bls kalo udh baca
Ya?

Nada mendengus, heran dengan dirinya sendiri yang terlihat terlalu berlebihan. Tawa kecil keluar dari bibirnya begitu melihat bahwa cowok yang ia kirimkan pesan terakhir aktif pada 2 hari yang lalu. Haha.

Gadis itu menyimpan ponselnya ke dalam tas dan mendongak menatap langit, rintik-rintik hujan mulai berhenti membuat Nada segera berlari ke tepian jalan dan menunggu angkutan umum lewat.

Namun sayangnya, saat ia telah diatas angkot, hujan kembali mengguyur deras hingga membuatnya basah kuyup saat berjalan masuk ke gang rumahnya. Penghujung tahun memang selalu membuatnya kebasahan.

Sesampainya dirumah, Nada tidak menemukan siapapun. Karena Mira pasti belum pulang bekerja. Ia menghela nafas, mengingat betapa bodohnya Mira sampai-sampai masih mau bekerja di swalayan yang dipimpin oleh Om Sera itu. Padahal Nada sudah membuatnya cukup malu waktu itu.

Setelah membersihkan diri, Nada duduk diatas tempat tidur dengan headset melekat di telinga. Tatapannya jauh menerawang keluar jendela yang menampilkan pemandangan hujan disore ini. Pikirannya berputar ke mana-mana, dan ia pun sedikit meringis mengingat bertapa cepatnya hari berlalu namun masih saja meninggalkan sedikit kisah dan pelajaran untuknya. Hebat memang.

Musik terus masuk ke dalam indra pendengaran Nada hingga ia sampai di titik dimana hanya ada bayangan buruk dan gambaran menakutkan didepannya. Entah bagaimana ceritanya gadis itu bisa tertidur dan bermimpi buruk sampai air mata mengucur keluar begitu saja.

• • •

Cowok itu menutup pintu kamar kos-nya setengah membanting. Seharusnya ia tidak pergi dari tempat ini sedari tadi. Ghara menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menghela nafas dengan tangan kanan berada dia atas matanya yang terpejam.

Fake GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang