38. Di Hadapan Sang Mentari

630 41 0
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

-•o•-

وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Q.S Ar-Ra'd 3-












Alunan sholawat badar mengiringi kegiatan Zahra. Apa lagi selain membuat kue di tokonya?

Ya, selama ini jarang sekali Zahra absen untuk mengerjakan hal yang sangat bermanfaat itu.

Bahkan jika tidak membuka tokonya sehari saja, Zahra merasa seperti sedang lenyap dari peradabannya.

Sebenarnya ia tak terlalu merasa bosan berada di rumah karena keluarga Pradipta sangat baik dan menyenagkan.

Akan tetapi seperti apa yang kita ketahui bahwa laki-laki yang selama ini menjadi pengganggunya itu sedang tak berada di rumah. Beginilah Zahra yang sudah sangat nyaman dengan Leo.

Fikiran Zahra kembali berputar pada sebuah mobil yang ia lihat kemarin. Batin Zahra terus bertanya-tanya bagaimana keadaan Kafka saat ini, bagaimanakah rupanya yang sekarang? Apa laki-laki itu jadi semakin tampan?

Akun sosial media milik Kafka juga sudah tidak pernah aktif lagi sejak dua tahun belakang, sejak pertengkarannya dengan Kafka saat itu sehingga Zahra tak bisa melakukan kegiatan men-stalkernya.

Tunggu, apakah Kafka masih tinggal di tempat yang sama? Apartemen atau rumah?

"Astaghfirullah" gumam Zahra. Mengapa ia jadi memikirkan Kafka hingga seperti ini? Zahra juga tak tau sudah seperti apa hubungannya dengan laki-laki bergaris keturunan Indonesia dan Spanyol itu.

Hubungan mereka bisa terputus begitu saja karena hubungan mereka belum pernah terdaftar di pengadilan. Hanya dengan sebuah talak semua kisahnya dengan Kafka langsung berakhir.

Tapi... Talak itu belum pernah terucap dari mulut Kafka. Lalu bagaimana  dengan saat ini?

Kerinduan Zahra pada sosok laki-laki itu makin menjadi karena mobil yang ia lihat itu.

Apa Kafka merindukannya juga? Sungguh, Zahra sangat ingin mendengar segala sesuatu dari mulut Kafka. Zahra rindu dengan perlakuan buruk Kafka padanya. Miris memang, namun setiap Kafka melakukan hal buruk padanya, selalu ada sesuatu yang membuat Zahra senang. Kali ini, apakah itu akan terjadi lagi?

Bahkan selama dua tahun ini tak ada kontak sama sekali. Leo yang merupakan sahabat Kafka sejak kecil juga memilih untuk diam dan malah marah apabila Zahra menanyakan kabar 'suami'nya itu.

"Lagi mikirin apa sih mba? Kok malah ngelamun?" Pertanyaan itu membuat Zahra tersadar. Ayuna berdiri di hadapannya dengan segelas frappuchino yang di belinya di kafe sebrang jalan.

"Nih, minum dulu" di sodorkannya Frappuchino pada Zahra.

"Eh, aku ambil-"

Ayuna mengerti apa yang hendak di katakan oleh Zahra "Kali ini biar Una yang traktir deh mba"

THE MUBRAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang