Jangan Hari Ini

52 3 0
                                        

Jum'at, 18 Oktober 2019. Sejak pagi hingga pukul 14:00 WIB Widarto menjalani terapi hemodialisa. Tonny yang tiba duluan di rumah sakit mengabarkan bahwa tubuh ayahnya menggigil lagi di sesi akhir hemodialisa, dan lengan kanannya terlihat membengkak.

Pukul 15:51 WIB. Tonny minta Nico segera datang ke rumah sakit karena Widarto mulai berhalusinasi, padahal suhu tubuhnya normal tanpa tanda demam. 

Ria yang masih berada di kantor minta Tonny untuk terus membimbing ayahnya berdzikir. Yanti mengabarkan posisinya masih terjebak di Mega Kuningan dan akan segera menyusul ke rumah sakit bersama Ria.

Pukul 16:09 WIB. Nico mengabarkan kondisi Widarto kepada Yani. Dia berharap istri dan kedua anaknya dapat segera datang ke rumah sakit.

Pukul 17:25 WIB. Nico tiba di ruang rawat 208. Dia melihat ayahnya mulai tertidur, dan kakinya terasa dingin. Dari kejauhan Fira berpesan via WA agar ayahnya diberi kaus kaki dan digosok minyak kayu putih, agar tak kedinginan.

"Apakah kondisi tersebut disebabkan oleh proses hemodialisa hari ini?" tanya Fira.

Dari penjelasan Tonny dan Deddy, Nico menarik kesimpulan bahwa ternyata salah satu lumens di akses vaskular pada leher mengalami sumbatan, sehingga terpaksa menggunakan salah satu lumens di akses vaskular pada paha yang sejauh ini hanya dijadikan sebagai akses cadangan. Artinya kondisi seperti yang terjadi pada tanggal 8 Oktober 2019 terulang kembali hari ini.

Ria berharap semoga kondisi tersebut hanya disebabkan karena gula darah yang drop seperti kejadian tahun lalu. Tapi gula darah Widarto hari itu masih di batas aman, 80 mg/dL.

Widarto nampak tidur dan mendengkur cukup keras. Ketika kelopak matanya sedikit terbuka, segera ditutup kembali dengan lembut oleh Tonny agar tak terjadi iritasi karena kekeringan.

Pukul 18:19 WIB. Widarto belum juga bisa dibangunkan untuk sholat Maghrib. Nico sudah mencoba beberapa kali dan akhirnya ...

"Co, ayah ini bukan tidur ... sepertinya hilang kesadaran!" bisik Tonny.

Nico tak langsung bereaksi, sampai Tonny tiga kali menyampaikan kekhawatirannya itu barulah dia mulai mencurigai hal yang sama.

Pukul 18:25 WIB. Manda yang belum lama tiba bersama seorang sahabat lamanya, Chifa, segera diminta Nico untuk memeriksa tingkat kesadaran Widarto. Setelah melakukan beberapa teknik pemeriksaan, Manda menyimpulkan kesadaran Widarto memang mengalami penurunan.

Pukul 18:35 WIB. Manda segera memanggil perawat. Perawat yang datang langsung melakukan pemeriksaan GSC dan Widarto tetap tak memberi respon kesadaran. Perawat itu segera memanggil dokter jaga.

Pukul 18:50 WIB. Dokter menyampaikan kepada seluruh keluarga yang ada di ruang rawat 208 itu, bahwa kondisi Widarto memburuk. Menurunnya tingkat kesadaran Widarto diduga karena efek infeksi, dan mengingat faktor usianya maka pasien dapat meninggal setiap saat akibat ketidakmampuan mengatasi infeksi.

"Tolong jangan hari ini ... juga jangan hari lainnya di bulan ini ... maupun di bulan-bulan lainnya," bathin Nico merekayasa keabadian lewat harapan.

 maupun di bulan-bulan lainnya," bathin Nico merekayasa keabadian lewat harapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PERJUANGAN YANG BERBEDACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang