Ayah Hilang

40 4 0
                                        

Pukul 17:00 WIB. Waktu besuk ICU dimulai. Nico dan Rama mempercepat langkah mereka ke ruang E3, tempat Widarto dirawat sejak 12 hari yang lalu. Betapa terkejutnya mereka, ketika melihat tidak ada lagi tempat tidur di sana. Monitor dan perangkat serial infus sudah dalam keadaan mati. 

Ayah mereka tidak ada lagi di sana!

"Jika ayah wafat, mengapa tidak ada panggilan kepada keluarga," pikir Nico. 

"Ayo kita cari di ruang hemodialisa!" ajak Nico ke Rama saat nalarnya mulai terkoneksi kembali.

Mereka berdua keluar melalui akses khusus petugas medis, dan memilih menggunakan tangga ketimbang harus menunggu lift.

Tiba di lantai 3, mereka menemukan Widarto yang ternyata sudah menjalani hemodialisa sejak pukul 15:00 WIB tadi.

Sore itu Nico sempat melakukan kontak mata dengan Widarto.

"Alhamdulillah ... setidaknya kesadaran itu sudah kembali," Nico bersyukur dalam hati sambil terus berdzikir di samping ayahnya.

Pukul 18:00 WIB. Ria berhasil melakukan komunikasi singkat dengan ayahnya. Saat itu Nico sedang mengantarkan ibu mertuanya ke lobby utama rumah sakit. Lalu dia naik ke lantai 5 untuk sholat Maghrib, sambil menjawab pertanyaan Yanti melalui grup WA keluarga. 

"Masih hemodialisa mungkin 2,5 jam lagi baru selesai Mba," tulis Nico.

Tapi ternyata proses hemodialisa Widarto dipercepat. Ketika proses hemodialisa akan berakhir dalam waktu 33 menit lagi, Yanti masih berada dalam kemacetan lalu lintas di Tugu Tani. 

"Semoga sempat!" tulis Yanti menggantung harapan.

Perasaan sedih dan gejolak kegelisahan seluruh anggota keluarga Widarto sama sekali tak berhasil mereka tutupi. Setiap panggilan kepada keluarga pasien ICU melalui audio paging system dari ruang ICU sepanjang malam itu semakin membuat tegang, seakan menunggu tibanya batas waktu kebersamaan dengan Widarto.

 Setiap panggilan kepada keluarga pasien ICU melalui audio paging system dari ruang ICU sepanjang malam itu semakin membuat tegang, seakan menunggu tibanya batas waktu kebersamaan dengan Widarto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PERJUANGAN YANG BERBEDACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang