Sebuah catatan tentang jejak dan nilai perjuangan tanpa cela, dalam rangkaian kisah kehidupan seorang pejuang mengejar tiga kemerdekaan yang diimpikannya. Saat ini Anda sedang membaca Buku Kelima yang mengisahkan tentang perjuangan lain yang harus d...
Nico berjalan masuk dan duduk di sebelah Widarto yang masih menjalani hemodialisa. Widarto beberapa kali terlihat mengangkat tangan kanannya ke arah dada. Beberapa kali pula Widarto coba menyampaikan sesuatu kepada Nico, hanya saja lafal bicaranya semakin sulit untuk dipahami. Tetapi Widarto bisa memahami maksud lawan bicaranya, baik secara lisan maupun tertulis, seperti sejumlah informasi baku yang sudah disiapkan oleh Nico hari itu.
Nico beberapa kali menggenggam tangan kanan ayahnya, genggaman Widarto terasa cukup kuat. Lalu Nico selipkan tasbih hitam panjang ayahnya, sambil tetap menggenggam lembut punggung tangan Widarto.
Pukul 19:00 WIB Yanti bertanya melalui WA, "Hemodialisa selesai berapa lama lagi?"
"2 jam lagi," balas Nico.
Hemodialisa hari ini memang lebih lama dari biasanya, kemungkinan bisa enam jam karena jumlah darah yang diproses mencapai 4,5 liter. Ya, lebih banyak dari biasanya yang hanya berkisar antara 3 hingga 3,5 liter.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.