Mau berapa kali pun menyangkal, mau berapa kali pun memaksakan, jika hati sudah kena.
Penyakit.
Itu seharusnya di lepaskan bukan?
Drama | Angst | Romantic Comedy
[⚠️Not for Child cause a lot of harsh words and adult things!!]
[Started 1 June 2020]...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Apa yang kau bicarakan dengan dia?." Tanya Lisa begitu Jennie masuk ke dalam mobil nya.
"B-bukan hal yang penting." Jawab Jennie yang membuat Lisa curiga. "Aku menyuruh nya merapikan tempat tidur ku, itu saja! Tidak penting kan?."
"Semalam kalian tidur di kamar yang sama?."
"Tidak."
"Oh baguslah."
Mobil sedan merah satu pintu itu melaju keluar dari perkarangan rumah nya dengan Taehyung. Tidak tahu akan kemana, namun yang pasti. Mobil itu terus menelusuri jejalan yang membuat Jennie bosan mendadak. Bagaimana tidak? Mereka hanya mengelilingi jalanan yang sama berulang kali, pun Lisa tak berbicara apapun.
Sedari tadi, yang bisa Jennie lakukan hanyalah menaut-naut kan jari nya saat keadaan di dalam mobil milik Lisa itu benar-benar 'canggung' setelah kejadian tadi. Bahkan Jennie sedikit curi pandang ke arah wanita itupun, tampak terpampang nyata amarah.
Masih melekat di wajah bak boneka itu, yang membuat Jennie dalam diam pun penasaran.
"Lice."
"Hum?."
"Apa aku boleh bertanya?." Lisa mengangguk. "Kenapa." Jeda nya yang sedikit ragu. "Kenapa kau marah dengan Taehyung?."
Lisa sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, namun ia mampu mengendalikan raut wajah nya.
"Tidak ada."
"Sungguh?."
"Hum."
"Jujurlah!." Desak Jennie yang semakin penasaran. "Kalau tidak ada, kenapa kalian tidak pernah bertegur sapa yang baik di depan ku? Pasti kalian ada masalah kan?!."
"Hah... sumpah Jane, sebenarnya bukan hal yang penting. Aku hanya kesal dengan kelakuan nya yang suka mengusili ku dari dulu! Itu saja!."
"Hanya itu?." Lisa mengangguk cepat dengan senyum meyakin kan. "Tapi aku tidak percaya." Ucap Jennie yang berhasil melunturkan senyum nya.
"Terserah pada mu, aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya."
"Lalu kalau tentang Jeon?."
"H-hah?."
"Aku sering mendengar Taehyung meledek mu ada nama Jeon-Jeon begitu." Ucap Jennie. "Memang nya Jeon itu siapa? Apa aku kenal?." Lanjut Jennie lagi yang membuat Lisa diam membisu.
Flashback
"Kata nya kau mencariku?." Lisa mengangguk malu. "Ada apa?."
"Janjitidakmarah?." Orang itumenganggukkencangsebagaijawabanpertanyaannya. "Sebenarnya aku sudah lama inginmengungkapnya." Lirihnyadenganwajahmemerah. "A-aku menyukai mu."
Lisa terusmenduduk, tidakmemperhatikanrautwajahtampan di depannyaitumendadakdinginmenatapnyakini.
"Lis."
"A-aku mencintai mu! Aku tidaktahusejakkapan, tapisetiapmelihat mu~."
"MaafLis."
"Ya?."
"Kuhargaiitusemua. Tapi aku tidakbisamenerimapernyataancinta mu. Aku sudahnyamanbertemandengan mu."
"Tidakperlumengambil k-keputusansecepatitu!." Geroginya. "Aku tetap akan menunggu mu sampai~."
"Aku menyukaiTaehyung."
"Hah?."
"Aku yakin kau mendengarku."
"Kau... bercanda?."
"I'm not Lis."
"K-kau gila?! Taehyungsahabatku dan kalian berdua~."
"Aku berkatajujursepertiini karena kau adalahtemanterbaikbagiku dan aku sangatmempercayai mu Lisa." Ucapnya yang membuat Lisa terdiam. "Aku nyamanbertemandengan mu, tapimaaf. Aku tidakmenyukaiwanitamanapun."
Reflek menginjak pedal rem mobil nya dengan dalam, yang membuat mobil itu berhenti mendadak. Untung, di belakang mereka tak ada mobil lain pun jalanan cukup sepi. Jennie baru saja ingin bersuara, bertanya kenapa mendadak Lisa melakukan nya pun tak jadi.
Tangan nya meremas kuat stir yang ia pegang. Wajah cantik gadis itu di banjiri oleh peluh dengan mata terpejam, bunyi nafas yang tak teratur pun ikut adil yang Jennie lihat.
"Li! Kau kenapa?!."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.