Bab 45 : Finding a solution

251K 16.5K 2.6K
                                        

"Sampai sejauh ini masih belum ada perkembangan tentang pemanah bisu itu. Dia juga bukan dari kelompok pemanah jitu manapun."

Noah yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu pun hanya melirik Jack sekilas. Matanya kembali terpaku pada layar dimana titik merah itu sedang berada di rumah sakit.

Menurut pantauan anak buahnya, Anaya saat ini sedang mengecek ke dokter kandungan. Noah berharap bisa menemaninya tapi apa daya... setelah malam itu, dia merasa dirinya benar-benar pecundang kelas kakap.

"Sir?"

"Aku tak ingin membahas soal teror itu lagi sekarang. Itu membuatku pusing."

"Sepertinya memang dilakukan oleh orang yang sangat ahli. Tak ada jejak sama sekali. Aku hanya takut dia kembali bertindak lebih jauh andai kita tak mengungkapnya sampai tuntas."

Noah menghela napasnya kasar."Kuserahkan itu padamu. Jika menurutmu kita harus melakukan penyelidikan lebih lanjut, maka lakukan saja."

Laki-laki itu pun bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan ruangannya sambil melepaskan kemejanya hingga menyisakan dadanya yang telanjang.

Dia bergerak memasuki ruang gym untuk berolahraga. Dan bayang-bayang wajah Anaya kembali menggerogoti otaknya.

Betapa pecundangnya dia sampai-sampai gadisnya itu lebih dulu menyatakan cinta ketimbang dia. Sebagai laki-laki itu memang memalukan.

"Jack, atur penerbanganku ke Washington."

"Washington? Memang ada keperluan apa disana?"

"Aku harus menjumpai budak cinta terbaik di Amerika."


***


Dan selama Noah berada di Washington, laki-laki itu memerintahkan Jack untuk mengawasi pergerakan Anaya. Dia mengancam akan membunuh semua pengawalnya jika terjadi sesuatu pada Anaya selama kepergiaannya itu.

Tentu saja pengawalnya takut hingga mereka bekerja lebih hati-hati. Mereka benar-benar menyamar jadi orang biasa, tidak memakai baju hitam lagi sehingga tak menimbulkan ketidaknyamanan pada Anaya.

Semenjak hari itu, Anaya kembali menjalani hidupnya seperti biasa walaupun dia benar-benar merasa terhina oleh perilaku Noah yang pergi begitu saja setelah gadis itu menyatakan cinta.

Brengsek memang.

Setaksuka itukah Noah pada Anaya? Gadis itu hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan itu dengan lapang dada. Jangan lupa kalau Anaya sudah terbiasa dengan rasa sakit.

Meskipun kali ini sakitnya agak berbeda.

Ya, penolakan Noah benar-benar menyesakkan dada tapi... ah sudahlah dia ingin menjalani hidupnya dengan benar.

Memang siapa kau itu bedebah sialan!

"Jack?" Anaya terkejut saat mendapati Jack masuk ke dalam toko rotinya di pagi hari. Oh dia pelanggan pertama hari itu. Dan kebetulan sekali dia pergi sendirian. Tidak dengan tuannya maupun Jeremy atau Elijah.

Jack tersenyum tipis sambil berjalan mendekati Anaya yang berada di balik kontainer kaca.

"Apa kabar, Nona?"

"Aku baik-baik saja. Kau apa kabar?"

"Seperti yang Anda lihat, akupun baik-baik saja."

BERLINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang