Anaya menerawang ke udara kosong dengan sebelah tangannya masih di borgol di ranjang. Sudah berjam-jam dia disana, menahan kebelet kencingnya sampai perutnya penuh. Gadis itu tidak sudi harus kencing di dalam baskom.
Brengsek. Siapa yang sudi?
Astaga. Apa dosa Anaya? Dia ingin menangis tapi dia sudah lelah.
Bagi seseorang seperti Anaya yang sangat menghargai kesucian wanita, kejadian itu benar-benar sebuah guncangan berat dalam hidupnya. Dalam hidup siapapun. Menyandang status sebagai korban perkosaan? Demi tuhan, apakah ada yang lebih buruk dari itu?
Namun Anaya menyadari bahwa satu-satunya cara menghilangkan kesedihan itu adalah untuk tidak memikirkannya. Tidak membenci siapapun. Anggap saja itu hukuman dan pelajaran yang diberikan oleh tuhan.
Bahkan dia bertekad untuk tidak menikah dengan siapapun lagi karena dia merasa dirinya sudah tidak pantas menjadi istri siapapun. Kecuali... istri orang yang sudah memperkosanya itu. Bahkan dia pun tak menginginkannya lagi.
Gadis itu terlalu polos dan murni.
Anaya memejamkan kembali matanya, menghirup udara yang banyak.
Sialan aku sudah tidak tahan lagi.
"Siapapun yang ada diluar, aku ingin—"
Dan dalam setengah detik Jack membuka pintunya. Astaga. Noah pun masih ada disana. Laki-laki itu belum pergi?
"Ada apa?"
"Aku ingin kencing. Aku akan kencing di kasurmu kalau kau tak melepaskan borgol ini."
Noah segera mengambil baskom.
Anaya menggigit bibirnya marah lalu menendang baskom itu sampai terpelanting ke dinding. Matanya menatap Noah dengan penuh racun.
"Apa yang kau takutkan? Apakah mudah bagiku untuk kabur dengan penjagaan ketatmu hah? Bodoh sekali kau ini. Pecat saja semua bodyguard mu itu!"
"Kau bisa kabur lewat ventilasi."
"Hah konyol! Aku harap aku serangga. Cepat buka borgolku. Aku hampir mati menahan kencing."
"Mana ada orang mati karena menahan kencing?"
"Perutku bisa meledak. Lalu aku mati. Aku tak mau mati konyol."
Konyol sekali wanita ini, membuat Noah tak bisa berhenti menahan senyum.
Dia benar-benar takut kalau gadis yang baru saja dia dapatkan kembali ini kabur begitu saja. Gadis itu punya sejarah kabur dan menghilangkan jejaknya kan? Noah tidak mau itu terjadi lagi.
Laki-laki ini sudah sangat trauma sepertinya.
"Ikutlah ke kamar mandi kalau kau begitu takut."
Noah berpikir sejenak. Memang rasanya terlalu tidak manusiawi bukan kalau menyuruh gadis itu kencing di dalam baskom.
Sadar juga kau brengsek? Dimanakah otakmu tadi?
Noah pun membuka borgol Anaya dan gadis itu melompat dari kasurnya, menuju kamar mandi setengah berlari. Sialan sudah penuh. Nyaris keluar di celana.
Dan benar saja, dengan tak tau malunya, Noah ikut ke dalam kamar mandi. Menonton wanita itu kencing di dalam kloset, di depan pintu. Menjaganya agar tidak kabur lewat manapun.
Matanya tidak bisa lepas dari wanita yang sedang menatap lantai. Sialan dia cantik juga kalau di pikir-pikir. Ya dia memang cantik. Dan aku adalah orang brengsek yang sudah mengambil keperawanan gadis itu.
Meskipun Noah merasa bersalah, tapi rasa bangga lebih mendominasi. Bahwa dia yang pertama mencicipinya.
Laki-laki itu... tak berhenti tersenyum. Dia terlihat bahagia sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
BERLIN
Romantik[ 21+ ] CERITA INI MENGANDUNG AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAHASA VULGAR. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA --------------- 📝 20/09/20
