42. PERTEMUAN
[FLASHBACK ON]
"Siapa Arya bu?"
Deg!
Tubuh Metta menegang mendengar ucapan Ara. Wajahnya terlihat kaget mendengar nama Arya yang disebut oleh Ara.
"Kamu kenal Arya?" Metta bertanya pelan.
Ara tersenyum. "Jadi benar ibu tahu Arya?"
Metta terlihat menghembuskan nafasnya, lantas ia menyuruh Ara untuk duduk di sofa panjang saja. Matanya menyapu bersih ruangan, hingga bertemu dengan tatapan Ara.
"Jadi ibu, bunda Arya?" Ara terlihat ragu mengucapkan kata tersebut.
Bukannya menjawab, Metta malah terkekeh kecil. "Bicara apa kamu ini Ara."
"Loh?" cengo Ara.
Metta terlihat melepaskan kacamatanya, terlihat dari rautnya nampak risau. Beberapa kali Ara lihat Metta menghembuskan nafasnya. Binar dimatanya mendadak meredup seketika.
"Arya itu, anak dari sahabat ibu."
"Hah?" sekali lagi Ara dibuat cengo.
Tapi memang benar, ada dua wanita di dalam bingkai foto tersebut. Satunya bu Metta dan satunya lagi Ara tidak kenal. Wajahnya sangat asing dimatanya.
"Saya dengan bunda Arya berteman dekat hingga sekarang. Namun, udah 3 tahun ini saya tidak pernah bertemu lagi dengan beliau. Saat beliau memutuskan untuk pergi kebandung dan menetap disana."
Ara terlihat fokus mendengarkan cerita dari bu Metta. Jadi? Metta bukan bunda Arya, tapi wanita yang disebelah Metta. Yang mempunyai lesung pipi saat senyum.
"Kenapa bunda pergi kebandung bu? Dan, kenapa gak bilang sama Arya?"
"Beliau pergi juga terpaksa Ara. Dia di ancam."
Jantung Ara mencolos mendengarnya, ia harap apa yang difikirannya tidak benar. "Siapa yang mengancam bu?"
Metta menghembuskan nafasnya. Atmosfer diruangan mendadak panas, padahal AC sudah menyala. "Sofi."
Deg!
Dugaan Ara benar, tante Sofi lah yang menbuat bunda Arya pergi. Pasti Sofi mengancam dengan rencana jahat, sampai bunda benar-benar pergi bertahun lamanya.
"Ancaman apa bu?" raut Ara berubah serius.
Metta memegang pelipisnya. "Sofi mengancam, jika beliau tidak pergi. Ia akan membuat Arya celaka. Itu semua ia lakukan agar rencananya berhasil, entah rencana apa yang sedang di susun Sofi. Tapi yang jelas, beliau menuruti ucapan Sofi. Karena pada saat beliau menolak, Arya celaka."
Tangan Ara terkepal mendengarnya. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan tantenya ini?
"Tapi kenapa bunda memberi kode yang artinya 'tempat yang tidak disukai Arya itu tempat yang bunda Arya suka'. Otomatis, bunda seharusnya berada di tempat itu. Sedangkan Arya terlihat suka bandung saat kita semua sunmori bersama."
Metta tersenyum tipis. "Kode itu benar mengarah kesini."
Mendadak otak Ara menjadi lemot sekarang, ia masih belum mengerti maksud ucapan bu Metta. "Maksud ibu?"
"Beliau pernah bilang, sejak kejadian dimana beliau kecelakaan karena membelikan kue ulang tahun untuk Arya. Dan, saat itu Arya membenci dirinya sendiri yang meminta kue ulang tahun, dia jadi benci hari ulang tahunnya sendiri. Begitu juga kue ulang tahun. Karena saat hari itu, bundanya masuk rumah sakit."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARYA [TERBIT]
Novela Juvenil[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA] [Tersedia di Gramedia] -Tentang siapa 'Dia' yang sebenarnya- Arya Voorzitter Geralldo. Pemimpin dari sebuah geng bernama Straatleider. Pemilik mata tajam dan paras rupawan. Arya itu seperti cuaca, sulit ditebak. Hid...
![ARYA [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/233674366-64-k844991.jpg)