Part 118

896 175 76
                                    

Kai duduk dikursinya dengan tatapan tajamnya, dan ada sedikit raut panik didalam dirinya. Dia melihat layar komputernya memperhatikan beberapa video dari rekaman kamera cctv yang tersimpan secara otomatis dilayar komputernya.

Mata Kai langsung membola dengan kenyataan yang terpampang jelas didepan matanya. Dan setelahnya laki-laki itu memutar kursinya dan menghadap dinding dengan pikiran yang berkecamuk.

Beberapa hari yang lalu, Kai memeriksa rekaman video Baekhyun yang dia gunakan untuk mengancam Kyungsoo didalam ponselnya, dan begitu heran saat dia tidak menemukan video itu disana. Kai hanya menyimpan video Baekhyun itu di ponsel dan PC nya, dan tidak ada salinan lain selain didua tempat itu. Saat Kai menemukan video itu telah menghilang diponselnya, Kai tidak terlalu panik, dan dia beranggapan jika video itu tidak sengaja terhapus. Dan dia bisa kembali memindahkan video itu keponselnya lagi menggunakan video yang ada di PC.

Namun beberapa jam yang lalu, entah kenapa perasaan Kai mendorong Kai untuk memeriksa video itu di PCnya dan begitu terkejut saat rekaman itu juga telah menghilang di PCnya. Dia begitu panik sehingga dia membuka semua folder untuk menemukan rekaman itu, bahkan dia juga membuka recycle bin, tapi tidak menemukan video itu dimanapun.

Kai begitu heran, mengenai menghilangnya video itu. Dan beranggapan jika komputernya bisa saja diretas dan menanyakannya pada pegawai IT diperusahaannya. Dan setelah pegawai itu mengecek semuanya ternyata tidak ada hacker yang meretas PC Kai, dan Kai kembali bingung, dan cemas diwaktu yang bersamaan. Video Baekhyun telah mengilang dan Kai tidak bisa mengembalikannya, dan itu artinya dia tidak bisa lagi mengancam Kyungsoo. Kegelapan menyelimuti pikiran Kai seketika.

Kai memperhatikan kamera cctv yang ada disudut ruangan.

'ya, aku harus memeriksa siapa pelakunya. Karena rekaman itu dihapus secara manual, pasti ada seseorang yang masuk kedalam ruangan ini selain diriku' pikir kai lalu mencari rekaman cctv dan menemukan siapa pelaku dibalik itu semua, dan dia terkejut dengan itu.

'k kenapa? Jisoo? Kenapa?' pikir Kai.

Kai marah dan kecewa pada orang yang sangat dia percayai lebih dari siapapun didunia ini, dan orang itu tengah menusuknya dari belakang saat ini. Dan disisi lain, selain marah, Kai juga sedih dengan fakta itu.

Suara pintu terbuka membangunkan Kai dari lamunannya, tapi dia masih enggan membalikkan kursinya. Dia masih menunggu orang yang masuk itu untuk berbicara terlebih dahulu padanya.

''ternyata kamu disini Kai. Aku mencarimu kemana-mana tadi. Dan sepertinya kamu melewatkan turunnya first snow'' ucap Jisoo terkekeh.

''semua orang tengah heboh menikmati turunnya salju pertama, sedangkan kamu, kamu malah bekerja sekarang'' ucap Jisoo lagi sembari berjalan mendekat kearah Kai yang masih duduk membelakanginya.

''kamu ingat tidak, dulu kita pertama kali bertemu saat turunnya salju pertama. Saat itu aku tinggal dirumah disamping rumah ini. Aku duduk sendirian ditaman depan menunggu Chanyeol kembali dari acara membersihkan tubuhnya, dan kamu datang bersama ayah dan Ibumu kerumah ini. Saat itu adalah pertama kalinya bagiku melihatmu dan kamu tampak sedikit pemalu dan juga lugu. Dan aku bertanya-tanya dari kejauhan siapa kamu'' ucap Jisoo.

''saat itu kamu menolak untuk masuk kedalam rumah bersama Ibumu dan berjalan mendekat kearahku yang tengah duduk diatas ayunan. Dan kamu tahu tidak, entah sihir apa yang kamu ucapkan, tiba-tiba saat kamu berjalan mendekat kearahku, salju malah turun dan itu benar-benar seperti adegan didalan film, butiran salju jatuh ketubuhmu dan kamu tersenyum sembari menengadahkan tanganmu merasakan butiran saljut itu. Dan aku seperti orang bodoh yang terus menatapmu melakukan itu tidak berkedip sedikitpun. Dan kamu juga sepertinya sama bodohnya denganku karena untuk beberapa saat tidak menyadari bahwa aku tengah memandangmu'' ucap Jisoo sembari terus bercerita, walaupun Kai sama sekali tidak melihatnya.

lets just ignore the past!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang